
"Setelah kau bertemu dengan putriku yang bernama Indah, aku yakin kau akan tergila-gila pada putriku itu!!" seru Pak Bambang.
"Jangan khawatir Pak Bambang, aku sudah bertemu dengan Putrimu itu, bahkan Putri mu wajahnya begitu cantik Sama persis dengan almarhum istrimu." jawab Rudi.
"Ha-ha-ha..., ternyata kalian sudah bertemu ya, lalu, bagaimana menurutmu?" tanya Pak Bambang.
"Jangan khawatir Pak Bambang, putrimu akan menjadi calon istriku, Jadi kau tidak usah takut seperti itu." jawab Rudi yang membuat Pak Bambang tertawa begitu lepas.
Seorang wanita cantik telah turun dari lantai dua rumah Rudi, tatapan mata para tamu menatap wanita cantik itu yang memakai gaun begitu indah. Rindu berdandan sangat cantik, karena pekerjaannya sebagai model dan artis membuat dirinya benar-benar sangat terkenal.
"Lihatlah Bukankah itu artis yang bernama Rindu? dia kan juga model papan atas itu!" seru para tamu.
"Ternyata wajahnya benar-benar sangat cantik." jawab tamu yang lainnya.
"Namun sayang sekali hingga sekarang dia tidak mau menikah, apakah dia tidak takut kalau usianya akan semakin tua." sindir para tamu.
Rindu yang mendengar perkataan para tamu itu, wanita itu tidak menghiraukan perkataan mereka, prinsip Rindu adalah kehidupan yang dia jalani adalah miliknya sendiri. dia tidak akan membiarkan orang lain mencampuri kehidupannya bahkan membuat dirinya menjadi bahan tertawaan orang lain.
"Terima kasih atas pujiannya, Tuan. tapi saya bukanlah orang yang akan melakukan sesuatu karena orang lain." ucap Rindu yang kemudian berjalan di antara para tamu.
"Nona Rindu, Apakah Nona Rindu sudah mempunyai kekasih?" tanya seorang pria.
"Saya mempunyai kekasih ataupun belum itu adalah urusan saya, saya tidak akan membagi kehidupan pribadi saya di media." jawab Rindu.
"Ha-ha-ha..., nona Rindu memang benar-benar sungguh berbeda. seorang wanita kelas atas yang mempunyai prinsip." ucap seorang pria.
"Seorang wanita memang harus mempunyai prinsip, jangan sampai seorang wanita hanya dipermainkan oleh seorang pria." jawab Rindu.
Memang Rindu sangat pandai berbicara, dia selalu mengatakan apapun yang ingin dia katakan. Rindu tidak suka dirinya dihina orang lain, wanita itu selalu bersikap sopan namun jika ada yang berusaha menyakitinya dia akan langsung menyerang orang itu.
"Nona Rindu benar-benar adalah idola saya." ucap seorang pria.
"Terima kasih, Tuan." jawab Rindu yang kemudian tersenyum.
Di tempat lain Farah hanya bisa mengintip Pesta dari luar, Gadis itu tersenyum sendiri saat para tamu berdatangan. mungkin saja hatinya membayangkan bagaimana jika dirinya diundang ke pesta itu. Farah nampak tersenyum sendiri menatap begitu banyak tamu yang ada di pesta itu.
"Pestanya benar-benar sangat meriah." ucap Farah sembari menatap para tamu yang berdatangan satu demi satu.
__ADS_1
Farah terus menatap orang-orang yang sedang berdansa, tak berselang lama salah seorang tamu yang melihat seorang wanita dengan wajah yang sangat jelek. terlihat wanita itu tersenyum karena dia ingin membuat sebuah lelucon di dalam pesta yang diadakan oleh Rudi, langkah kaki wanita itu mendatangi seorang gadis muda yang memakai kacamata tebal dan wajah yang tidak Cantik.
"Sayang, Lihatlah Gadis itu, bahkan Gadis itu wajahnya sangat jelek. kenapa dia berani sekali memandang kearah pesta ini." ucap seorang wanita kepada kekasihnya.
"Sudahlah, jangan kau hiraukan wanita itu. jika kau menghiraukan wanita itu bisa-bisa pesta yang ada akan menjadi bubar." jawab sang kekasih.
Tak berselang lama tiba-tiba salah satu pelayan meminta Farah Untuk mengantarkan minuman ke dalam pesta. tentu saja Farah menyetujuinya, dia lupa dengan semua perkataan yang diucapkan oleh Rudi. langkah kaki Farah memasuki ruangan tersebut Gadis itu tersenyum sembari melihat pesta yang begitu meriah.
"Pestanya benar-benar meriah." ucap Farah yang berada di antara kerumunan para tamu.
Para tamu yang melihat wajah Farah nampak mereka langsung menutup mulutnya, bahkan ada salah satu diantara mereka ingin muntah saat melihat wajah Farah yang benar-benar menghilangkan selera makan mereka.
"Apa yang kau lakukan disini!" seru Roy yang melihat Farah. "Beraninya kau ke sini! lancang!!" seru Rudi.
"Saya mengantar minuman ini, Tuan." jawab Farah yang ketakutan.
"Aku sudah bilang Kan, kalau kau tidak boleh masuk ke dalam kediamanku!" seru Rudi.
Tak berselang lama akhirnya dengan sangat kasar Rudu meminta Farah untuk segera keluar dari ruangan itu, salah satu tamu pesta malah tersenyum sembari menarik tubuh Farah dan mendorongnya hingga terjatuh ke dalam kolam renang.
BYURR...
"Hup.., hup.., Tolong.., tolong." Farah meminta tolong. tidak ada seorangpun yang mau menolong Farah, mereka hanya tertawa terbahak-bahak melihat Farah yang sudah terjatuh di kolam renang itu.
Rindu yang berada tidak jauh dari tempat itu, nampak dia melihat orang-orang sedang tertawa melihat sesuatu.
"Ada apa ini?!" seru Rindu yang melihat para tamu berkerumun keluar dari ruang pesta. tatapan Rindu menatap seorang gadis yang sudah terjatuh di dalam kolam.
"Apa yang kalian lakukan!" seru Rindu.
"Ada apa Nona, Rindu. Lihatlah wanita jelek ini ingin sekali masuk ke dalam pesta yang diadakan oleh majikannya!!" seru para tamu.
Tatapan mata Rindu menata para orang-orang yang ada di sana. "Kalian hanya tertawa saja tanpa ada yang mau menolongnya! kalian semua monster!!" seru Rindu.
Dengan segera Rindu ingin menolong April yang sudah terjatuh, terlihat sekali kalau nafas Farah sudah tidak bisa tertolong.
BYURR..
__ADS_1
Tiba-tiba Seorang pria sudah melompat ke dalam kolam tersebut, pria itu menolong Farah yang sudah tenggelam ke dasar kolam renang. tentu tentu saja Farah sudah tidak sadarkan diri karena dia terlalu banyak menelan air yang ada di kolam.
Hendrik, pria itu adalah orang yang telah menolong Farah, pria itu dengan segera membawa Farah ke samping kolam renang. tatapan matanya menatap seorang gadis muda yang yang dibuat permainan oleh para tamu yang lain.
"Kalian semua brengsek, kalian adalah mahluk terkutuk!" seru Hendrik yang kemudian menggendong Gadis itu. Sedangkan Rindu terlihat wanita itu meminta Hendrik untuk membawa Farah ke suatu tempat agar dia bisa menolong gadis itu.
"Cepat bawa dia." pinta Rindu.
Mereka berdua membawa Farah ke ruang dapur. Rindu begitu terenyuh dengan kondisi Farah yang begitu tak berdaya.
"Bagaimana?" tanya Rindu.
"Aku akan berusaha." Hendrik terlihat menekan dada Farah.
"Kamu harus menolongnya." pinta Rindu.
"Aku akan berusaha untuk menolongnya." jawab Hendrik.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta