
Belaian lembut dan sentuhan yang diberikan oleh Arthur membuat Farah hanya bisa terbuai hasrat.
"Aku akan memilikimu." ucap Arthur.
"Iya." jawab Farah.
Hembusan nafas yang menerpa wajah Farah, debaran jantung yang mulai berpacu.
"Aku mencintaimu." bisik Arthur.
sentuhan hangat yang di berikan oleh Arthur membuat wajah Farah sedikit demi sedikit terbakar oleh gairah.
Wajah Arthur mulai mendekati wajah Farah, bibir itu sedikit demi sedikit saling bersentuhan.
Malam pertama penuh cinta, Mahar Cinta ketika dua insan saling mempercayai. mengatakan sumpah pernikahan di atas ayat suci. menjadi saksi atas semua ucapan ijab qobul dari Arthur.
Hari ini Farah sudah resmi menjadi istri dari Arthur, dia menyerahkan segalanya kepada pria itu. berbeda dengan Hendrik yang berada di penjara, pria itu pikirannya melayang entah ke mana. Hendrik sudah memikirkan kalau Farah telah menjadi istri dari Arthur. Wanita itu telah menyerahkan cinta yang seharusnya dia perjuangkan.
Hanya air mata yang menetes dari kedua bola mata Arthur, pria itu duduk meringkuk di dalam sel penjara, meratapi nasib yang tidak seharusnya terjadi padanya. salahkan saja dirinya sendiri karena Hendrik tidak mampu mempertahankan cinta yang sudah tumbuh dan hatinya. salahkan dirinya sendiri karena dia tidak mampu menjadi pria yang mempunyai pendirian teguh.
Hingga dua hari Hendrik masih membiarkan dirinya berada di penjara, dia tidak mau menerima bantuan dari mertuanya sama sekali. dia benar-benar seperti mayat hidup yang sudah kehilangan segalanya.
"Mas, kamu harus keluar." pinta Keisha.
Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Hendrik, dia hanya terdiam. dia terdiam membisu dengan semua yang sudah terjadi padanya.
"Apakah anda akan membawa Tuan Hendrik pulang, Nyonya Keisha?" tanya salah satu polisi.
"Tentu saja pak polisi, saya akan membawa suami saya pulang. saya sudah membayar dendanya." jawab Keisha.
Tatapan mata Hendrik begitu kosong, pria itu seperti pria yang tidak berjiwa. berulang kali Keisha berbicara dengan Hendrik, namun pria itu tidak menghiraukannya sama sekali.
"Tolong kalian bawa menantuku." pinta Pak Rahmat kepada beberapa pengawalnya.
Hendrik akhirnya dibawa oleh Pak Ramadi, pria itu menatap Hendrik dengan tatapan mata yang begitu menyedihkan semuanya adalah keputusan yang dibuat oleh Hendrik ataupun Pak Rahmadi.
"Kelihatannya Hendrik benar-benar terpukul ketika dia mengetahui Wanita itu sudah menikah." ucap pak Rahmadi.
"Biarkan saja, Ayah. biarkan semuanya terjadi, dengan begini itu lebih baik Wanita itu sudah menikah dengan pria lain. dengan begini suamiku tidak akan pernah lagi memikirkannya, dia tidak akan pernah berpikir untuk meninggalkanku." jawab Keisha.
"Akan sangat susah untuk menghilangkan cinta dalam sesaat, Keisha. Kamu harus tahu, Hendrik benar-benar mencintai Wanita itu walaupun sekarang dia terluka belum tentu dia tidak akan bangkit. walaupun sekarang Wanita itu sudah menjadi istri dari wanita lain belum tentu dia tidak akan meninggalkanmu." jawab Pak Rahmadi.
"Kenapa Ayah mengatakan hal itu? seharusnya Ayah tidak mengatakannya. Aku adalah Putri ayah." ucap Keisha.
__ADS_1
"Kebodohan yang kamu lakukan mungkin akan menghancurkanmu perlahan-lahan, Keisha. Hendrik sudah menganggapmu sebagai adik dari dulu, namun kamu selalu mempermainkan pria itu bahkan sekarang kamu membuatnya kehilangan wanita yang dia cintai." jawab Pak Rahmadi.
"Aku akan membuat suamiku jatuh cinta padaku, Ayah. aku tidak peduli apa yang harus aku lakukan, aku akan membuat dia hanya menatapku, akan kubuat dia menjadi milikku seutuhnya." jawab Keisha.
Sekarang Keisha menjadi wanita yang benar-benar begitu menyebalkan, dia lebih memilih menghancurkan orang lain daripada dia harus menerima kenyataan yang harus diterima.
Drama percintaan 4 orang itu mungkin akan berlanjut, Farah kini sudah bersama dengan Arthur. Wanita itu sudah seutuhnya menjadi istri Arthur.
Beberapa hari kemudian Farah kembali ke rutinitasnya seperti biasa, sekarang Rindu berada di rumah mertuanya yang ada di luar negeri untuk beberapa bulan. agensi model milik Rindu akan dikelola oleh Farah, terlihat gadis itu wanita itu bekerja dengan begitu giat apalagi Arthur sering sekali mendatangi para di tempat itu.
*AGENSI MODEL RINDU*
"Kamu sudah makan, sayang?" tanya Arthur kepada Farah
"Belum, Mas. tadi kamu bilang mau ke sini Jadi aku belum makan." jawab Farah.
"Oh ya, apa kamu mau keluar atau memesan makanan dan kita tunggu di sini saja?" tanya Arthur.
"Aku akan meminta salah satu petugas kebersihan untuk memberikan makanan, kita tunggu saja di sini. lagi pula aku harus mengawasi beberapa model yang sedang bekerja." jawab Farah.
Arthur nampak tersenyum, pria itu mengelus rambut sang istri kemudian memberikan dia kecupan di pipinya.
"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Arthur.
"Tidak ada apa-apa, takutnya ada sesuatu." jawab Arthur.
Hari ini ada pemotretan beberapa brand dari beberapa perusahaan pakaian, mereka menggunakan para model yang ada di agensi tempat Rindu.
"Katanya beberapa model sudah keluar dari agensi. Apa benar?" tanya Arthur.
"Iya Mas, beberapa model sudah keluar dari agensi. mereka Sudah menandatangani kontrak terakhir Jadi mereka bebas untuk melakukan apapun." jawab Farah.
"Apa mereka yakin jika mereka keluar dari sini mereka akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik?" tanya Arthur.
"Aku tidak tahu Mas, itu adalah keputusan mereka. aku ataupun Mbak Rindu tidak akan memaksa siapapun untuk tetap di sini, Mereka boleh berkembang dengan bebas Mereka ingin memajukan karirnya atau apapun itu terserah mereka." jawab Farah.
Sekitar 10 menit kemudian Mia sudah berada di tempat itu.
"Arthur." Panggil Mia.
Arthur dan Fara yang sedang berbincang itu pun mereka nampak menatap Mia yang sedikit kebingungan.
"Kak Mia? Kak Mia ada apa?" tanya Farah.
__ADS_1
"Arthur, kita dalam masalah." jawab Mia.
"Memangnya ada apa, Mia?" tanya Arthur.
"Kamu tahu, salah satu brand yang mau kita luncurkan itu ada yang melakukan plagiat. salah satu perusahaan pakaian membuat produk yang sama persis dengan milik kita." jawab Mia.
"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Arthur.
Mia nampak duduk, dia memperlihatkan beberapa berita yang ada di laptopnya.
"Apakah ada kebocoran mengenai peluncuran barang kita?" tanya Arthur.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas produk ini launching satu hari sebelum kita. produk ini akan dipasarkan hari ini, Jadi jika kita tidak melakukan blokade kita akan kehilangan banyak kepercayaan." jawab Mia.
"Bagaimana itu bisa terjadi, kak Mia? seharusnya barang kita akan dipasarkan hari ini dan besok akan launching produk lagi kan?" tanya Farah.
"Maka dari itu Farah, Kak Mia tidak tahu apa yang terjadi. kita harus segera melakukan sesuatu kita harus membuat rencana dadakan agar produk mereka tidak diluncurkan lebih dahulu daripada produk kita." jawab Mia.
Farah dan Arthur nampak terdiam, sesaat kemudian Farah mempunyai ide yang mungkin bisa membuat produk dari saingannya itu akan ditarik untuk sementara.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
- Mahar cinta
__ADS_1