
"Sudah, jangan menangis lagi." pinta Rindu sembari mengusap air mata Farah.
"Aku tidak pernah ingin seperti ini, nona." ucap Farah sambil sesenggukan. Gadis itu benar-benar seperti menemukan sebuah ketenangan dia menangis di pelukan rindu seorang wanita yang begitu baik.
"Diamlah, kau tak boleh menangis lagi, stop!" pinta Rindu yang telah memeluk Farah dengan erat.
Farah mulai diam, gadis berusia tujuh belas tahun itu mengusap air matanya. ingin sekali dirinya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang, dikasihi oleh orang lain.
"Oh ya, Farah. apakah aku boleh bertanya?" tanya Rindu kepada Farah.
"Memangnya ada apa, nona?" tanya Farah balik.
Terlihat Gadis itu menatap seorang wanita yang sudah ada di tempatnya, dia cantik memiliki hati yang begitu baik bahkan dia benar-benar begitu luar biasa. baru sekali ini ada orang yang menganggap Farah sebagai manusia selain Bu lastri ataupun Pak Lukman.
"Oh ya, apakah kau bisa membaca dan menulis?" tanya Rindu.
Saat Farah ditanya seperti itu Gadis itu menggelengkan kepalanya, dia benar-benar sangat takut saat dirinya menjawab pertanyaan itu. Dia takut Rindu akan menghinanya.
"Kenapa kau menundukkan kepala seperti itu?" tanya Rindu.
"Aku malu, nona. aku malu karena tidak bisa membaca dengan baik dan menulis." jawab Farah.
Rindu yang mendengar jawaban dari April Tentu saja dia benar-benar sangat terkejut, di zaman modern seperti ini ada seorang gadis muda yang tidak bisa membaca ataupun menulis.
"Apa kamu yakin?" tanya Rindu.
"Saya dari kecil tidak mengenyang bangku sekolah dengan baik, nona. Ketika saya masuk sekolah SD saya selalu dipulangkan, katanya teman-teman Saya takut dengan wajah saya. karena itu pihak sekolah selalu meminta ibu saya untuk mendampingi saya, namun lambat laun akhirnya saya sekolah sampai SD, karena saya terus dihina oleh mereka. Ibu saya malu, hal itu membuat Ibu saya selalu menangis dan memeluk saya di saat malam tiba." jawab Farah.
Pak Lukman yang berada tidak jauh dari tempat keberadaan Farah, pria tua itu benar-benar mengelus dadanya. tidak habis pikir di dunia yang seperti ini masih ada seorang gadis lugu yang benar-benar buta huruf dan tidak bisa melakukan apapun.
"Kenapa kau tidak bisa membaca dan menulis?" tanya Rindu kepada Farah.
"Saya tidak pernah sekolah, nona. karena sejak kecil saya seorang yatim dan ibu saya bekerja sebagai buruh di sawah." jawab Farah.
"Lalu Mengapa kau tidak sekolah sama sekali?" tanya Rindu.
"Saya pernah sekolah, Nona. tapi setiap kali saya sekolah saya selalu dihina oleh teman-teman saya. ibu saya merasa malu saat orang-orang menghina wajah saya." jawab Farah.
__ADS_1
Ingin sekali Rindu menangis di depan Farah, Rindu memeluknya dan memberikan kekuatan agar gadis itu bisa merasakan sebuah kekuatan. Rindu yang sekarang berusia hampir 30 tahun itu benar-benar merasakan apa yang namanya dihina. dirinya yang selalu hidup bergelimang harta serta kasih sayang yang selalu dia dapatkan.
Sebenarnya alasan Rindu ke tempat Rudu adalah karena kakeknya Sudah mengetahui kalau cucunya atau Rudi sudah menikah, pria tua itu sangat bahagia namun yang terjadi malah pria tua itu juga mendapatkan kabar kalau wanita yang dinikahi oleh Rudu adalah gadis buta huruf. apalagi gadis itu selalu dipermainkan oleh para pegawai dan Rudi sendiri sebagai suaminya.
Hari ini Rindu akan menginap di rumah Ridi, wanita itu ingin melindungi gadis muda yang telah menikah dengan sepupunya itu. walaupun Rudi tidak mengatakannya, namun Rindu sudah diberitahu oleh kakeknya mengenai pernikahan secara diam-diam yang dilakukan Rudu hanya untuk mendapatkan semua harta kekayaan orang tuanya.
Rindu merasa sangat pilu karena dirinya yang bergelimang harta harus melihat pemandangan begitu menyesakkan dada.
"Jelek, cepat kau bersihkan kamar mandi ku!!" seru Rudi.
"Baik, Tuan." jawab Farah.
"Rudi! tidak bisakah kamu manggilnya dengan namanya, Mengapa kau harus selalu memanggilnya dengan sebutan jelek!!" seru Rindu yang marah.
"Mengapa aku harus menyebut namanya, sedangkan wajahnya saja jelek seperti itu." jawab Rudi.
"Mengapa? Apa kau tidak bisa menghargai seorang wanita yang telah menandatangani surat itu!" seru Rindu dengan kata-kata yang membuat Rudi langsung terdiam seribu bahasa tanpa bisa menjawab perkataan Rindu.
Roy yang mendengar perkataan Rindu, tentu saja pria itu sangat terkejut. ternyata sepupunya itu sudah mengetahui kalau Rindu adalah istri yang telah dia nikahi namun tidak di berikan rasa hormat sama sekali.
"Mengapa aku harus menghormatinya, sedangkan wajah jeleknya Itu akan membuatku merasa malu. Oh ya, hari ini para tamu akan datang ke rumah, kau jangan sampai keluar untuk bertemu dengan para tamu-tamu ku. jika kau melakukan hal itu jangan salahkan aku jika aku menyiksamu!!" seru Rudi.
"Kau sudah mendengar apa yang aku katakan kan!" seru Rudi.
"Ya Tuan, saya tidak akan keluar." jawab Farah.
"Saat para tamu nanti malam berada di rumah Lebih baik kau bersembunyi di dalam gudang!" seru Rudi.
Farah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian gadis itu pergi ke dapur untuk membantu Bu lastri.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Farah?" tanya Bu lastri pada Farah,
"Aku mau membantumu, bu." jawab Farah.
"Ya udah kalau gitu, kau bantu ibu untuk mengupas sayuran itu setelah itu kau di sini saja jangan sampai keluar." pinta Bu lastri.
"Baik, bu." jawab Farah.
__ADS_1
Rindu yang ada di luar ruangan itu nampak dia tidak pernah mengira kalau ada seorang gadis muda yang diperlakukan seperti itu. dihina dicaci dimaki bahkan dianggap sebagai hewan, Rindu hanya bisa menggelengkan kepalanya, terlihat dia tidak bisa mengatakan apapun. Rindu menatap Rudi yang benar-benar tidak bisa disebut sebagai manusia, dia adalah sepupu yang paling buruk di muka bumi ini.
"Farah, nanti kupas sayurannya dan cuci ya." pintar Bu lastri.
"Iya, Bu." jawab Farah.
"Nanti jangan lupa, jangan menyentuh makanan yang sudah matang, kalau Tuan tahu nanti kamu malah dimarahi lagi." Bu lastri yang terus memperingatkan Farah.
"Iya Bu." jawab Farah yang kemudian membersihkan sayuran yang sudah dia potong.
Dengan begitu telaten dan sabar Farah terus melakukan pekerjaan di dapur, dia tidak ingin dianggap sebagai manusia tidak berguna. gadis muda itu sangat bersyukur sudah mendapatkan tempat berlindung.
"Farah, nanti bereskan barang-barang yang ada di dapur ya." pinta Bu lastri.
"Baik bu." jawab Farah tanpa menolak perintah Bu lastri.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta