MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
PERTANYAAN DARI KEISHA


__ADS_3

Sidang keputusan akhirnya sudah keluar, lima pria yang melakukan pelecehan kepada para mahasiswa yang ada di kampus akhirnya mendapatkan hukuman yang setimpal. Selena tersenyum, sesaat kemudian kakek Wicaksono menatap lima orang kaya yang sangat kenal betul dengan kakek Wicaksono.


"Aku harap kalian tidak ikut membusuk seperti anak-anak kalian, aku akan meminta pengacaraku untuk menyelidiki kalian. beberapa dari kalian pernah bekerja sama denganku dan kalian sudah membodohi aku. kita lihat apa yang akan kalian lakukan, anak-anak kalian sudah membusuk di penjara setelah itu Kalian juga akan mengikuti mereka!" seru kakek Wicaksono ketika dia meninggalkan ruang pengadilan.


Kelima orang kaya raya itu ketar-ketir dengan kata-kata yang diucapkan oleh kakek Wicaksono, jika sampai pria tua itu benar-benar melakukan apa yang mereka katakan maka kakek Wicaksono harus membuat strategi untuk menghancurkan 5 orang itu secara bersamaan.


Setelah persidangan itu usai Farah begitu lega, beberapa hari setelah persidangan Selena kembali ke kehidupan normalnya. dia melakukan semua aktivitasnya, mengerjakan semua pekerjaannya. begitu berbeda dengan Hendrik, terlihat pria itu sedang berada di kantornya. dia menatap beberapa berkas yang tidak ingin dia lihat sama sekali. Pikirannya terus tertuju pada Farah, bahkan hingga Keisha datang ke kantornya pun pria itu tidak menghiraukannya sama sekali.


"Halo, Hendrik." sapa Keisha.


Hendrik tidak menjawab sapaan dari wanita itu. "Hendrik." Panggil Keisha.


"Iya, ada apa, Keisha." jawab Hendrik.


"Kamu sedang memikirkan apa, kamu sedang melamun ya?" tanya Keisha.


"Tidak juga." jawab Hendrik.


"Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? apakah ada kasus yang tidak bisa kau selesaikan?" tanya Keisha.


"Tidak tidak ada apa-apa kok, cuma sedang memikirkan sesuatu yang membuatku pusing saja." jawab Hendrik.


"Apa yang membuatmu pusing seperti ini, dari tadi dipanggil tidak menyahut di ajak bicara tidak menyambung. Kamu ini sedang memikirkan apa sih?" tanya Keisha.


"Oh ya, Keisha. Ada apa kamu kemari?" tanya Hendrik.


"Tentu saja aku ingin menemuimu." jawab Keisha.


"Oh begitu ya." jawab singkat Hendrik yang kemudian memakai kacamatanya dan membuka beberapa berkas.


"Aku suka saat kamu memakai kacamata seperti itu, Kamu bertambah tampan bertambah cool dan aku semakin jatuh cinta padamu." ucap Keisha.


"Kamu ini bisa saja." jawab Hendrik.


"Tentu saja dong, aku selalu jatuh cinta kepada pria yang membuatku tergila-gila ini. kamu selalu membuatku merasakan debaran yang sangat luar biasa." ucap Farah.


Kesya dan Hendrik sebenarnya sudah menjalin hubungan semenjak lama, Namun perasaan yang dimiliki oleh pria itu begitu berbeda dengan perasaan yang dimiliki oleh Hendrik untuk Farah. jantungnya terus berdebar, terasa pikirannya begitu bahagia jika dia bersama Farah. begitu bebas bahkan benar-benar memancarkan keinginan untuk bertahan.


"Hendrik Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Farah.

__ADS_1


"Iya, ada apa." jawab Hendrik.


"Kapan kamu akan melamarku? kita sudah bersama selama beberapa tahun, Apakah kamu tidak memiliki pikiran untuk menikahiku atau melamarku?" tanya Hendrik.


Entah mengapa kata-kata yang diucapkan oleh Kesya membuat Hendrik sangat tersentak. Bukan karena apa, perasaan itu tidak seperti yang dia pikirkan selama ini.


"Kamu tahu sendiri kan, Keisha. Seperti apa diriku ini aku sudah bilang padamu waktu itu, aku ingin kita menjalani semuanya seperti yang sudah terjadi. Aku belum ingin menikah jadi aku tidak bisa memberikanmu janji untuk menikahimu. dari awal aku sudah bilang kan Jika kamu mencintaiku Itu, terserah padamu tapi untuk urusan pernikahan, tapi aku masih belum menginginkannya." jawab Hendrik.


"Apakah kamu mempunyai perasaan kepada wanita lain?" tanya Keisha.


"Aku tidak memiliki perasaan seperti yang kamu katakan itu, aku ingin merintis karirku. lebih hebat aku ingin menjadi pengacara yang sangat luar biasa." jawab Hendrik.


"Kamu bisa melakukannya setelah kita menikah, aku tidak akan mengekangmu." ucap Keisha.


"Sudahlah, kamu tidak usah mengatakan hal itu aku ingin mengurus beberapa berkas yang harus segera Aku selesaikan." ucap Hendrik yang kemudian membuka beberapa bekas.


Terkadang Keisha berpikir mungkin saja Hendrik memiliki perasaan kepada wanita lain, ketika dia bersama dirinya Hendrik tidak pernah menunjukkan bahagia atau perasaan cinta yang begitu luar biasa.


"Hendrik, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Keisha.


"Iya, ada apa." jawab Hendrik sambil membuka beberapa bekas.


"Gadis yang mana?" tanya Hendrik.


"Farah, Apakah kamu hanya menganggapnya sebagai seorang adik atau kamu menganggapnya sebagai seorang wanita?" tanya Kesya yang memancing Hendrik.


"Kenapa kamu mengatakan hal itu? Apakah ada sesuatu yang membuatmu berpikir mengenai hubungan kami?" tanya Hendrik.


Keisha menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu tersenyum kepada Hendrik.


"Hanya saja aku berpikir mungkin saja kamu menyukai gadis itu, ketika kamu bersamanya kamu begitu bahagia begitu lepas dari semua beban yang kamu miliki." jawab Keisha.


Hendrik tidak menjawab pertanyaan dari Keisha, dia hanya terdiam sembari menatap wanita yang selalu bersamanya selama beberapa tahun ini.


"Aku tidak harus menjawab pertanyaanmu kan, Keisha? pertanyaanmu itu tidak terlalu bermutu, tapi yang harus kamu tahu aku kan bilang padamu kalau aku menganggap Gadis itu sebagai adikku. hidupnya begitu sama dengan adikku, Lalu kenapa kamu menanyakannya lagi?" tanya Hendrik.


Keisha menganggukkan kepalanya, jawaban yang diberikan oleh Hendrik begitu tegas. namun kenapa ketika Henry bersama Farah sikapnya langsung berubah total.


"Apakah ada yang ingin kamu tanyakan lagi?" tanya Hendrik.

__ADS_1


"Tidak, Apakah kamu mau makan denganku? Aku belum makan siang loh...," ucap Keisha.


"Hari ini aku ada janji dengan Tuan Wicaksono untuk membahas beberapa permasalahan perusahaan. kamu tahu sendiri kan aku adalah pengacara Tuan Wicaksono, jadi aku tidak bisa keluar makan bersamamu hari ini." jawab Hendrik.


"Oh... begitu ya, lalu apa Farah juga ikut?" tanya Keisha.


"Aku tidak tahu, tapi dia kan juga pemegang salah satu perusahaan Tuan Wicaksono. Memangnya kenapa dari tadi kamu menanyakan mengenai Farah? Apakah ada sesuatu?" tanya Hendrik.


"Tidak, aku hanya senang saja kepada Gadis itu." jawab Keisha yang kemudian pergi dari kantor Hendrik.


Pertanyaan Keisha mengenai pernikahan itu membuat Hendrik sedikit pusing, Bagaimana tidak. beberapa hari ini dia begitu galau mengenai kedekatan Farah dengan Arthur apalagi pengusaha kaya itu begitu menempel erat kepada para.


"Aku harus segera ke tempat Rindu, jika tidak aku yakin pria itu sudah berada di sana dan mengajak para pergi." ucap Hendrik yang kemudian pergi dari kantornya. pria itu harus bergegas untuk menghentikan Farah semakin dekat dengan Arthur. perasaannya itu begitu galau kesel bahkan begitu ingin marah ketika melihat Farah benar-benar bersama dengan pria itu.


Hendrik melajukan mobilnya keluar dari kantornya dengan kecepatan yang lumayan cepat. Kesya yang berada di luar kantor Hendrik nampak wanita itu menatap


Hendrik.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2