
BUGG..
Farah memukul Rudi.
"Jangan pernah berani berbuat kurang ajar padaku." ancam Farah.
"Kenapa aku harus berbuat kurang ajar padamu, Kamu masih menjadi istriku." ucap Rudi.
Farah tersenyum mendengar kata-kata Rudi, jangan pernah memakai kata istri untuk mengatakan hal itu padaku, aku bukanlah istrimu jadi jangan pernah kamu mengatakannya." jawab Farah.
Darah mulai menetes dari dahi Rudi setelah para memukulnya. "Pergilah dari sini sebelum aku berteriak." ancam Farah.
Rudi mulai sedikit kehilangan kontrol atas dirinya, sesaat kemudian tiba-tiba saja pria itu langsung terhubung kemudian tidak sadarkan diri
BRUKK..
Farah tidak melakukan apapun Setelah dia melihat Rudi sudah tidak sadarkan diri dengan sangat marahnya Farah meminta salah satu petugas keamanan untuk membawa Rudi keluar dari tempat itu.
"Apa yang terjadi, Nona?" tanya petugas keamanan.
"pria ini mencoba melecehkanku, bawa dia ke kantor polisi dan ambil rekaman CCTV yang ada di ruang kendali." pinta Farah.
"Baiklah, Nona." jawab petugas keamanan.
Tuhan benar-benar begitu adil ketika dia memberikan jalan yang terbaik, Farah akhirnya mendapatkan keadilan yang harus dia dapatkan. dua petugas keamanan tempat Rindu akhirnya membawa Rudi ke kantor polisi, mereka juga membawa beberapa bukti pelecehan yang hendak dilakukan oleh Rudi.
"Ada apa, Farah?" tanya Rindu kepada Farah.
"Tidak apa-apa, Mbak." jawab Farah.
"Apa kamu yakin?" tanya Rindu.
"Tentu saja aku yakin." jawab Farah kembali.
"Katanya tadi Rudi kemari ya?" tanya Rindu.
"Iya, mbak. pria itu tadi kemari, dia bersiskuku mengatakan kalau aku ini adalah istrinya dan dia mengancamku." jawab Farah.
"Pria itu benar-benar pria brengsek, beraninya dia melakukan hal itu padamu. aku akan membuatnya merasakan pembalasan." ucap Rindu.
"Dua petugas keamanan tadi aku minta untuk membawa pria itu ke kantor polisi, Mbak. aku juga memberi beberapa bukti mengenai tindakan pelecehan yang ingin dia lakukan." jawab Farah.
"Baguslah kalau begitu, Itu akan lebih baik. tepat sekali kamu membawa pria itu kemari karena di ruangan ini penuh dengan CCTV juga ada alat perekam." ucap Rindu yang kemudian memeluk Farah.
*KANTOR POLISI*
Di kantor polisi tentu saja para polisi sudah memborgol tangan Rudi, mereka menatap pria yang ingin melakukan pelecehan kepada seorang wanita.
"Siram dia agar dia segera bangun." pinta salah satu polisi.
"Baik." jawab bawahan.
__ADS_1
BYURR..
"Hap.. hap..,"
Rudi terbangun.
"Halo, Tuan. apakah kamu sudah sadar?" tanya polisi berpangkat tinggi.
"Apa yang kamu lakukan pada ku?" tanya Rudi.
"Apa yang aku lakukan padamu? Tentu saja aku menyirammu." jawab Pak polisi.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" teriak Rudi.
"Tentu saja kami berani melakukan hal ini padamu, memangnya kenapa kami tidak boleh melakukan hal ini padamu? Kamu adalah pria brengsek yang sudah hampir melecehkan seorang gadis." jawa pak polisi.
"Apa yang kalian lakukan, kenapa aku diborgol dan kenapa aku di sini?" tanya Rudi dengan pertanyaan yang begitu bertubi-tubi.
"Kamu lupa ya Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya pak polisi.
"Jangan banyak bertele-tele, cepat katakan kenapa aku di sini dan tanganku diborgol?" tanya Rudi.
"Tadi aku sudah jelaskan kepadamu, bukan. apa yang sudah kamu lakukan kepada seorang gadis. Lalu kenapa kamu masih bertanya lagi?" tanya Pak polisi.
"Memangnya siapa yang sudah aku lecehkan dan dari mana kalian mendapatkan laporan itu?" tanya Rudi.
"Anda tidak perlu mengatakan hal itu, memang semua pria brengsek selalu menjawab pertanyaan kami dengan jawaban seperti itu." jawab Pak polisi yang kemudian menatap wajah Rudi yang benar-benar sangat menjengkelkan.
"Komandan." Panggil salah satu bawahan polisi.
"Komandan, Yang saya tahu pria ini adalah salah satu pembisnis yang bernama Rudianto. dia adalah calon menantu dari tuang Bambang." jawab bawahan.
Tuan Bambang? dia itu salah satu pembisnis yang selalu memakai jasa para polisi untuk mengamankan ketika dia sedang keluar daerah kan?" tanya komandan polisi.
"Benar sekali." jawab anak buah.
"Cepat lepaskan aku, aku harus menelpon pengacaraku. berani sekali kalian melakukan hal ini padaku!!" seru Rudi.
"Jangan pernah kamu berteriak kepadaku, Aku tidak suka ada orang yang berteriak di depan wajahku!!" bentar pak polisi.
"Cepat lepaskan aku!!" seru Rudi.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Aku tidak akan pernah membiarkan pria brengsek sepertimu keluar bebas." jawab Pak polisi.
Rudi sedikit tertekan ketika dia mendengar jawaban kalau dia tidak akan dilepaskan. "Aku akan menelpon pengacaraku, cepat berikan ponselku!!" seru Rudi.
"Berikan ponselnya!!" perintah pak polisi.
Rudi menelpon salah satu pengacaranya, dia memberitahukan mengenai dirinya yang berada di kantor polisi.
"Aku pasti akan memberikan kalian pelajaran." ucap Rudi yang kemudian meletakkan ponselnya setelah menelpon pengacaranya.
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik, walaupun kamu memanggil seluruh pengacaramu Kamu tidak akan bebas dengan mudah!!" seru Rindu yang sudah berada di kantor polisi bersama dengan Hendrik juga salah satu pengacaranya.
Rudi yang berada di kantor polisi nampak dia menoleh menatap sepupunya yang sudah ada di sana. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rudi.
"Apa yang aku lakukan di sini? Tentu saja aku kemari karena aku harus memberikan kesaksian kepada polisi mengenai seorang pria yang ingin melecehkan salah satu model ku." jawab Rindu.
"Kamu jangan ikut campur, Rindu. lebih baik kamu pulang saja." ejek Rudi.
"Aku tidak habis pikir dengan pria yang mempunyai otak sebesar biji kacang sepertimu. kamu begitu santai ingin melecehkan seorang wanita namun sekarang jawabanmu seperti ini. apakah kamu dulu itu tidak pernah lahir dari seorang wanita atau mungkin kamu itu lahir dari perut kerbau?!" seru Rindu dengan suara yang begitu menggelegar.
Farah yang ada di tempat itu dia menatap Rudi dengan tatapan mata yang benar-benar begitu kesal.
"Siapa di antara kalian yang bernama Nona Farah?" tanya pak polisi.
"Saya Pak." jawab Farah.
"Anak buah anda sudah membuat laporan, Sekarang Anda harus menandatangani laporan tersebut." pinta pak polisi.
"Baik, pak polisi." jawab Farah yang kemudian menandatangani surat penangkapan kepada Rudi.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku, aku masih sah sebagai suamimu!!" seru Rudi.
"Lihatlah pak polisi, pria ini kelihatannya sedikit gila karena terus mengakui model saya sebagai istrinya. Dia adalah pria brengsek yang pantas dimasukkan penjara dalam waktu yang sangat lama." Rindu menatap Rudi dengan tatapan mata yang begitu kesal.
"Aku akan menutupmu dengan pasal berlapis, aku yakin kamu akan membusuk di penjara selama puluhan tahun." Hendrik yang kemudian duduk bersama salah satu pengacara Kembali.
"Anda siapa?" tanya pak polisi.
"Saya adalah pengacara Nona Farah, saya akan memberikan seluruh bukti-bukti mengenai pria ini yang selalu mengejar klien saya." jawab Hendrik.
"Baguslah kalau begitu, dengan begini saya akan segera memproses kasus pelecehan ini." jawab Pak polisi yang kemudian meminta anak buahnya untuk membuat laporan mengenai kasus pelecehan yang dilakukan oleh Rudi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta