
KEESOKAN HARI
*SINGAPORE*
"Selamat datang, tuan."
seorang pria mendatangi Arthur.
"Kamu sudah membawa semuanya?" tanya Arthur.
"Sudah, tuan."
seorang pria setengah baya membawa koper Farah dan Hendrik.
"Apa kita akan tinggal di hotel?" tanya Hendrik.
"Tidak, aku punya rumah di negara ini." jawab Arthur.
"Oh..," jawab singkat Hendrik.
"Ayo."
Arthur menarik tangan Farah.
TAP..
Hendrik menarik tangan Arthur.
"Bukan muhrim."
Hendrik menarik tangan Farah.
"Sama, kamu juga bukan pasangannya." balas Arthur.
"Heh..," Farah menghela nafasnya.
seketika Farah meninggalkan Hendrik dan Arthur yang sedang berselisih paham.
"Kalian mau masuk mobil tidak!" seru Farah
yang sudah berada di dalam mobil.
"Cih..," Arthur berjalan terlebih dahulu.
dua pria itu berjalan beriringan, mereka berdua terlihat benar-benar tidak akur.
"Kenapa kamu ada di kursi depan, Farah?" tanya Arthur.
"Di sini saja lebih nyaman daripada di belakang nanti ada orang yang berkelahi." jawab Farah.
Pak sopir yang Mendengar hal itu nampak dia menunjukkan senyumnya. akhirnya di kursi belakang duduklah dua pria yang saling memandang dengan tatapan mata yang penuh persaingan.
"Kenapa juga harus pria ini yang duduk di sini." kesal Hendrik.
"Kalau kamu tidak mau duduk di sini duduk saja di atas mobil atau duduk di dalam bagasi." balas Arthur.
__ADS_1
"Mending aku duduk di bagasi daripada satu kursi denganmu." Hendrik terus menggerutu panjang lebar.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, lebih baik kamu duduk di kursi depan dan Farah duduk di sini. itu akan lebih baik."
Api mulai berkobar dengan begitu cepat.
"Kalau aku tahu seperti ini mending aku bawa mobil sendiri." Hendrik terus mengejar pembicaraan Arthur.
Dua pria itu terus bertengkar mulut di dalam mobil.
"Pak, apa tempatnya masih jauh?" tanya Farah.
"Tidak, Nona. sebentar lagi sudah sampai." jawab Pak sopir.
"Bapak ini kok bisa bahasa Indonesia, apa Bapak asli orang Indonesia?" tanya Farah.
"Iya, bapak ini asli orang Indonesia. Bapak ini kelahiran Bekasi." jawab Pak sopir.
"Oh.. begitu ya." jawab Farah.
Tatapan mata Farah menatap jalanan yang ada di negara Singapura, tidak bermaksud untuk membedakan namun jalanan itu tertata begitu rapi. entah jalan yang pelosok bagian, mana tapi Jalan kota terlihat begitu baik.
"Di sini ada street food yang sangat terkenal, kalau kamu mau jalan-jalan nanti kamu akan senang berada di sini." ucap pak sopir.
"Beneran Pak?" tanya Farah.
"Iya, Bapak sudah bekerja di sini selama puluhan tahun yah Anggap saja 25 tahun. Bapak sudah ada di sini bekerja pada Tuan Arthur sudah 10 tahun lebih." jawab Pak sopir.
Sekitar 30 menit kemudian mobil berwarna putih itu sudah terhenti Di sebuah mansion yang sangat besar di sana terlihat Mia sudah menunggu kedatangan Arthur.
"Selamat datang, Farah."
"Terima kasih, Mbak." jawab Farah yang kemudian keluar dari mobil.
Tatapan mata Farah menatap rumah besar itu, begitu mewah bahkan lebih mewah dari rumah kakek Wicaksono.
Di tempat lain lebih tepatnya di Indonesia Pak Bambang pergi ke tempat Rindu, dia ingin meminta Rindu dan Farah untuk segera mencabut tuntutan mereka terhadap menantunya.
"Saya mohon maaf sekali, Tuan Bambang. karena Farah tidak ada di sini, Dia sedang melakukan pekerjaannya." jawab Rindu.
"Tolong kamu bilang padanya aku ingin berbicara." jawab Pak Bambang.
"Tapi saya tidak bisa mengatakannya, karena Farah sedang tidak ada di Indonesia. dia sedang berada di luar negeri untuk melakukan pemotretan beberapa brand luar." jawab Rindu.
"Kapan dia akan kembali?" tanya Pak Bambang.
"Saya kurang tahu, mungkin 3 atau 4 hari." jawab Rindu.
"Apakah kamu yakin 4 hari dia sudah kembali?" tanya Pak Bambang.
"Wanita itu sedang bekerja, Tuan. jadi kami tidak bisa memastikan berapa hari dia berada di sana. Mungkin saja dia juga ingin beristirahat atau dia ingin liburan di tempat itu." jawab Rindu.
Dalam hati Rindu benar-benar sangat senang ketika Pak Bambang terus memohon untuk melepaskan Rudi.
"Lagi pula Kenapa Tuan Bambang begitu bersikukuh untuk mengeluarkan Rudi? dia adalah pria brengsek, Biarkan saja dia mendekam di penjara." ucap Rindu.
__ADS_1
"Memangnya apa yang terjadi? kenapa Rudi sampai melakukan hal itu?" tanya Pak Bambang.
"Apakah Rudi tidak pernah menceritakan kepada tuan Bambang mengenai sosok wanita yang bernama Farah?" tanya Rindu.
Dengan sengaja Rindu akan membuat kepulan asap hitam di jiwa Pak Bambang.
"Apa maksudmu?" tanya Pak Bambang yang bingung.
"Aku sudah yakin kalau Rudi tidak akan berani mengatakan kepada Tuan Bambang, tuan harus tahu siapa sebenarnya Rudi itu. pria brengsek yang tidak akan pernah mengakui apa yang sudah dia lakukan." jawab Rindu.
"Apa maksudmu?" tanya Pak Bambang.
"Apakah Tuan Bambang tahu kalau Rudi itu pernah menikah sebelum menikah dengan putrimu?" tanya Rindu.
"Kamu jangan bercanda denganku, Rindu!!" pak Bambang.
pria itu mulai marah karena Rindu mengatakan hal itu, sebuah kabar yang tidak akan pernah Pak Bambang percayai.
"Tuan Bambang jangan marah, aku hanya mengatakan suatu kenyataan yang harus Tuan Bambang ketahui. Tuan Bambang adalah pria bodoh karena ditipu oleh menantu tuan, saya katakan dengan jelas. Putri Tuan Bambang adalah istri kedua dari sepupu saya, sebelum menikah dengan Putri Anda Rudi sudah pernah menikah dengan seorang wanita wanita bodoh tidak berpendidikan yang sudah dia jebak." jawab Rindu.
"Kamu jangan memfitnah menantuku!" seru Pak Bambang.
"Buat apa aku harus memfitnah menantumu, tuan. saya harus mengatakan apa yang terjadi ,Apakah kamu ingat beberapa tahun yang lalu seorang gadis jelek yang diceburkan oleh Rudi ke kolam renang itu?" tanya Rindu.
"Apa maksudmu?" tanya Pak Bambang kembali.
"Gadis jelek tidak berpendidikan yang dilempar oleh Rudi ke kolam sampai Gadis itu hampir mati itu adalah istrinya. gadis bodoh tidak berpendidikan itu sudah dijebak oleh menantumu dengan memakai kontrak perjanjian nikah yang tidak diketahui oleh Gadis itu. dia sudah menjebak gadis itu setelah dia mendapatkan kekayaan ayahnya dia membunuh Gadis itu hingga tewas. aku menolongnya bersama Hendrik waktu itu, namun sayangnya nasib sial mengikuti Gadis itu. dia harus tewas setelah aku berusaha menolongnya beberapa tahun lalu, dia harus mati mengenaskan di tangan suaminya sendiri karena wajah jeleknya itu. apa Tuan Bambang masih ingat dengan gadis itu?" tanya Rindu.
"Kamu pasti sedang membohongiku, kan?!" Pak Bambang tidak terima.
"Untuk apa aku harus membohongimu, memangnya apa gunanya aku membohongimu, pria itu adalah pria brengsek. pria itu tidak akan pernah mengerti artinya menghargai, dia selalu memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." jawab Rindu.
Pak Bambang mengingat kembali gadis berwajah jelek yang dipermainkan dan dilempar ke kolam renang itu, Pak Bambang sedikit memikirkan mengenai hal itu.
"Aku tidak akan percaya dengan itu semua." Pak Bambang yang kemudian pergi dari kantor Rindu dengan amarah dan kebingungan yang sangat besar.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta