
"Kakek suka sama makanannya?" tanya Farah.
"Tentu saja suka, makanan apa sih yang kamu buat kakek tidak suka?" tanya kakek Wicaksono.
"Mungkin saja kakek tidak suka." jawab Farah.
Tak berselang lama terlihat Farida datang ke ruang makan, Gadis itu terus mencari perhatian kepada Arthur.
"Tuan." Panggil Farida yang sudah berada di ruang makan.
Arthur yang sedang makan itu pun nampak dia tidak menjawab. Dia hanya fokus pada makanan buatan istrinya.
"Ada apa Farida?" tanya Farah.
"Nyonya, apakah nyonya atau tuan tidak membutuhkan sesuatu?" tanya Farida.
"Tidak, kami tidak membutuhkan sesuatu. semuanya sudah tersaji di meja makan lebih baik kamu bantu mbak Hanum untuk membersihkan dapur. setelah itu kalian boleh beristirahat ini sudah malam." jawab Farah.
Tatapan mata Farida terus menetap Arthur, kakek Wicaksono tidak sengaja melihat Farida yang tersenyum melihat Arthur.
"Apakah ada sesuatu lagi?" tanya kakek Wicaksono yang langsung berseru kepada Farida. pria tua itu dapat melihat kalau wanita muda itu dari tadi menetap Arthur dengan tersenyum. dari sorot mata kakek Wicaksono pria tua itu bisa melihat kalau wanita muda itu terus berusaha untuk mencari perhatian Arthur.
"Tidak ada, Tuan. Saya hanya takut jika nyonya atau Tuan Arthur membutuhkan saya." jawab Farida Kalau.
"Kalau kami membutuhkan sesuatu kami akan memanggilmu, jadi kamu tidak usah berdiri di sana atau kamu ingin kami mempersilahkanmu duduk di sini?" tanya kakek Wicaksono yang sudah menunjukkan ketidaksukaannya.
"Tidak, Tuan. Saya tidak berani melakukan hal itu, saya tidak selancang itu..," ucap Farida.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu kembalilah ke tempatmu, kami tidak membutuhkanmu, jika kami membutuhkan kalian kami akan memanggil." jawab tegas kakek Wicaksono.
"Sudah kakek, nggak usah marah." ucap Farah.
Kakek Wicaksono tidak suka dengan sikap yang ditunjukkan oleh Farida, pria itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggu pernikahan Farah.
Sekitar satu jam kemudian Farah, Arthur dan kakek Wicaksono berada di ruang kerja.
"Oh ya, Farah. Bisakah kakek berbicara sebentar." ucap kakek Wicaksono.
"Memangnya ada apa, kek?" tanya Farah.
"Lebih baik kamu pecat wanita itu daripada dia akan membuat masalah di kemudian hari." ucap kakek Wicaksono.
"Memangnya ada apa kek?" tanya Farah kembali.
"Aku sudah bilang berulang kali, kek. Istriku bilang itu tidak perlu, kalau dia berani macam-macam dia sendiri yang akan menghukum wanita itu." jawab Arthur.
"Aku tidak suka dia ada di sini aku tidak ingin terjadi sesuatu pada pernikahan kalian. wanita seperti itu pikirannya sangat licik, Dia mempunyai 1000 cara untuk menghancurkan rumah tangga orang lain."
kakek Wicaksono terus-menerus mendesak Farah untuk segera memecat Farida.
"Aku tidak bisa memecatnya begitu saja kek, aku harus mencari cara yang tepat untuk membuatnya keluar dari sini. aku sudah berjanji kepada ibunya untuk memperkerjakan putrinya di sini, apalagi ibunya sudah bekerja di sini sangat lama." ucap Farah.
"Beri saja wanita itu pesan banyak, jangan pertaruhkan rumah tanggamu hanya untuk membantu seseorang. dengarkan aku baik-baik, Farah. Sudah berapa kali kamu disakiti, aku tidak ingin kamu disakiti terus-menerus. kakek tidak mau mereka membuatmu terluka karena itu kakek minta kamu untuk memikirkan apa yang harus kamu lakukan. kakek tidak mau tiba-tiba kamu diserang oleh wanita tidak tahu diri itu." ucap kakek Wicaksono kembali.
"Tenang saja kek, insya Allah itu tidak akan terjadi, Farah akan menjaga pernikahan Farah. Farah akan menjaga rumah tangga Farah, kalau suami Farah mencintai Farah dengan benar maka dia akan selalu mendukung Farah. memang aku masih belum bisa memberikan kebahagiaan untuk suamiku, tapi aku yakin tidak lama lagi kami akan mendapatkan kebahagiaan itu." Farah menatap Arthur.
__ADS_1
"Aku tidak memaksamu untuk segera memiliki keturunan, sayang. Aku ingin kamu selalu bersamaku untuk selamanya, jika memang Tuhan tidak memberikan kita keturunan masih banyak anak-anak yang ada di luar sana yang membutuhkan kasih sayang kita. buat apa kita menyesali sesuatu yang terjadi. Aku mencintaimu dengan tulus, Aku mencintaimu tanpa syarat. aku sudah bilang kan mahar pernikahan kita adalah Mahar Cinta. Cinta yang aku berikan adalah cinta tulus tanpa syarat, Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan apa yang tidak kamu suka. aku mencintaimu dengan kelebihan dan kekuranganmu serta semua masa lalumu." jawab Arthur yang kemudian memberikan kecupan di kening Farah.
"Kakek dengar sendiri kan aku akan selalu bersama suamiku, begitu pula dengan suamiku. jika suamiku mempercayaiku maka aku akan mempercayainya, jika suatu saat suamiku lebih memilih untuk mencari seorang wanita agar mendapat keturunan.. Apa yang bisa aku lakukan, mungkin hanya satu kata yang bisa aku ucapkan, kek. ikhlas, mungkin aku dan suamiku tidak berjodoh mungkin jodoh kami hanya sampai di situ saja. aku tidak ingin dimadu atau dikhianati, Sudah cukup aku merasakan sakit hati. karena itu aku akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangga kami." Farah kemudian memegang tangan kakek Wicaksono.
"Ya sudah kalau begitu, kakek senang kalian mengatakan hal itu. semoga Allah meridhoi semua doa kalian semoga Allah memberikan kalian karunia yang begitu luar biasa. kebahagiaan besar dan cinta yang sangat luar biasa." jawab kakek Wicaksono.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta