
"Farah!!" seru Hendrik.
"Pergilah dari sini, Hendrik." minta Rodrigo.
"Aku tidak mau pergi dari sini, aku harus berbicara dengan Farah."
"Hendrik, lebih baik kamu pergi dari sini. Jika kamu tetap ngotot para polisi akan menangkapmu."
"Aku tidak peduli mereka menangkapku atau bagaimana. Aku ingin berbicara dengan Farah, Rodrigo." ucap Hendrik.
"Sudahlah, Hendrik. semuanya sudah tidak bisa kamu perbaiki, lebih baik kamu pergi dari sini."
"Aku tidak mau, Rodrigo. Aku ingin berbicara dengan Farah. dia harus mendengarkan semua yang harus aku katakan."
"Semuanya sudah terlambat, kamu sudah lihat Kan Farah sekarang sudah menjadi istri orang. dia sudah menjadi istri dari Arthur."
"Aku tidak peduli, aku tidak akan membiarkan dia dimiliki oleh orang lain." Hendrik tetap bersikukuh.
"Kamu benar-benar gila, Kamu pria tidak waras. Kamu pria tidak tahu diri." Rodrigo yang kemudian meminta para penjaga untuk menjaga Hendrik.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Hendrik.
Sekitar 10 menit kemudian beberapa polisi sudah berada di tempat itu.
"Ada apa Mbak?" tanya Farah.
"Lebih baik kita membawa pria itu pergi dari, sini dia akan mengganggu acara ini." jawab Rindu.
"Baiklah kalau begitu, mbak. itu semuanya terserah sama Mbak." jawab Farah.
Arthur menatap sang istri dengan tatapan mata yang begitu yakin. "Apa kamu yakin akan memenjarakan pria itu?" tanya Arthur.
"Biarkan dia masuk penjara, Mas. dia adalah pria tidak tahu diri, buat apa kita memberi dia maaf." jawab Farah.
Kebencian yang begitu besar dapat dilihat oleh Arthur, cinta itu sudah lenyap terbawa angin.
"Farah! Farah!!" teriak Hendrik.
karena membuat keributan terus-menerus akhirnya para polisi menangkap Hendrik karena dia mengganggu acara orang lain. Keisha dan Pak Rahmadi yang mendengar mengenai Hendrik yang ditangkap polisi.. dengan segera Mereka pergi ke kantor polisi.
*KANTOR POLISI*
"Mas." panggil Keisha.
Hendrik tidak menjawab panggilan Keisha, pria itu benar-benar syok, dia begitu hancur. sekarang Farah sudah menjadi isteri Arthur.
"Hendrik." panggil pak Rahmadi.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Hendrik.
"Mas." panggil Keisha kembali.
Tetap saja tidak ada jawaban dari Hendrik, pria itu.
"Pergilah dari sini, aku tidak ingin bertemu kalian." Hendrik yang kemudian menghadap tembok tanpa mau menatap istri ataupun mertuanya.
"Hendrik, kamu tidak boleh seperti ini." ucap Pak Rahmadi.
Hendrik ingin menenangkan diri, pria itu lebih memilih untuk berada di penjara selama beberapa hari.
"Pak polisi, bawa mereka berdua keluar dari tempat ini. aku tidak ingin bertemu dengan mereka." Hendrik meminta salah satu polisi untuk mengusir istri dan mertuanya.
"Mas kamu tidak boleh melakukan hal ini, padaku." Keisha yang terlihat tidak terima karena diminta pergi oleh suaminya.
"Lebih baik kita bicara." minta Pak Rahmadi.
"Aku tidak ingin berbicara atau bertemu dengan kalian untuk saat ini, Paman. lebih baik Paman pergi dari sini, tolong Paman ajak Keisha pergi dari sini." pinta Hendrik.
Hati yang begitu hancur itu benar-benar membuat Hendrik tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia merasa benar-benar sangat hancur, pernikahan dadakan itu sudah membuatnya menjauh dari Farah. sekarang pernikahan yang sudah dilakukan oleh Farah membuat dia benar-benar hancur total.
"Kenapa takdirku harus seperti ini, kenapa aku harus menderita seperti ini." Hendrik meratapi nasibnya.
Kebingungan, putus asa bahkan dia benar-benar merasakan jiwanya sudah tidak bisa bersatu dengan raganya.
Di rumah kakek Wicaksono terlihat Farah berbicara dengan Rindu dan para tamu. Arthur yang melihat itu nampak dia sedikit dilanda kebingungan.
"Entahlah, aku benar-benar bingung dengan perasaanku." jawab Arthur.
"Maksudmu? Apakah kamu menyesal telah menikahi Farah?" tanya Mia.
"Bukan, bukan itu masalahnya. yang akan aku katakan itu aku bingung dengan istriku. Lihatlah dia seperti tidak mempunyai perasaan sama sekali, dia terlihat tidak kebingungan setelah kedatangan Hendrik.' jawab Arthur.
"Seharusnya kamu bersyukur kalau istrimu tidak memiliki perasaan itu. Dengarkan Aku baik-baik, Farah mungkin sakit hati dengan semua yang sudah terjadi. dia berusaha untuk menutup hatinya, sekarang tugasmu adalah membantu dia membuat dia jatuh cinta padamu, membuat dia hanya menatapmu sebagai seorang pria." ucap Mia.
"Aku takut jika dia tiba-tiba meninggalkanku." ucap Hendrik.
"Kenapa kamu harus berbicara seperti itu, sekarang dia adalah istrimu, Arthur. jadi kamu harus berusaha untuk membantunya.
"Aku akan membantunya melupakan pria itu, aku akan menjadikannya istriku seutuhnya. dengarkan aku, Arthur. kamu harus melakukan semuanya itu perlahan-lahan, jangan terburu-buru buat dia menerimamu dengan tulus. Jangan membuat dia berpikir kalau kalian ini terhubung hanya karena keterpaksaan." ucap Mia.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan apa yang pernah dilakukan oleh para pria itu. aku akan menggenggam tangan istriku, melindunginya dan melakukan apapun agar dia tetap aman." jawab Arthur.
"Lakukan dengan perlahan, buat istrimu aman dan membutuhkanmu. jadilah pria sejati, Jangan pernah menyakiti Farah. dia sudah terluka sebanyak dua kali jangan sampai dia terluka untuk yang ketiga kalinya. jika itu terjadi dia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan, dia tidak akan pernah memiliki perasaan sama sekali." Mia terus berusaha untuk memberikan penjelasan kepada saudaranya itu.
"Terima kasih kamu selalu bersamaku, Terima kasih kamu selalu membantuku." ucap Arthur.
__ADS_1
"Sekarang temui istrimu, aku akan menemui suamiku dan Tuan Rodrigo." ucap Arthur.
Akhirnya Arthur mendekati Farah yang sedang berbicara dengan para tamu,
"Apa yang sedang kamu bicarakan, sayang?" tanya Arthur.
Farah nampak tersenyum dengan panggilan yang diucapkan oleh Arthur.
"Sedang berbicara dengan para tamu, Mas." jawab Farah dengan lembut.
"Kamu benar-benar sangat beruntung, Arthur. istrimu ini adalah wanita yang dilirik oleh begitu banyak pria, kamu sudah mendapatkannya kamu harus melindunginya." ucap salah satu tamu.
"Tentu saja, Tuan. Saya akan melindungi istri saya, dia adalah permata berharga saya dia adalah harta yang harus saya lindungi." jawab Arthur.
Kata-kata sederhana namun membuat Farah merasa begitu diinginkan.
"Oh ya, kita foto-foto yuk. Aku ingin kita foto sama anak dan suamiku, beberapa hari lagi kan aku akan pindah ke Belanda untuk menetap di sana sama beberapa tahun." ucap Rindu.
"Loh.. kok bisa gitu mbak?" tanya Farah yang terkejut.
"Sebenarnya sih aku mau bilang sama kamu, tapi gimana ya.. Nanti kamu malah sedih karena itu Mbak nggak bilang dulu." jawab Rindu malam itu akan menjadi Malam yang begitu berharga. malam spesial berkumpulnya keluarga besar kecuali Rudi dan Hendrik beberapa tamu.
Beberapa jam kemudian akhirnya pesta itu telah selesai, Farah nampak duduk di salah satu ruangan sembari menatap langit.
"Apa sedang kamu lihat, sayang?" tanya Arthur.
"Aku sedang melihat malam yang sudah mulai datang, Mas. bintang hari ini terlihat begitu banyak." jawab Farah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta