MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
RUDI MEMBUAT ULAH


__ADS_3

"Kamu tidak bisa menyingkirkan aku!" seru Rudi.


"Memangnya kenapa aku tidak bisa menyingkirkanmu? Kamu adalah pria bedebah tidak tahu diri, bahkan Kamu adalah pria tidak bermoral!!" seru Arthur.


"Beraninya kamu mengatakan hal itu padaku, Kamu hanyalah pria yang dipermainkan oleh wanita itu. lihat saja Dia sebentar lagi tidak akan membutuhkanmu!!" seru Rudi.


"Memangnya siapa kamu berani sekali kamu mengatakan hal itu padaku, kamu sakit hati ya karena aku tidak menerima kontrak kerjasama darimu? maaf tuan Rudi, Kamu hanyalah seorang pria pengecut. kamu tidak gentlemen Kamu hanyalah pria yang bisa menghina seorang wanita di tempat umum. sedangkan aku, Aku tidak akan pernah membiarkan kamu berusaha untuk menghinaku." ucap Farah.


"Kamu tidak mau bekerja sama denganku karena pria ini, kan? tentu pria ini lebih kaya dariku, Bahkan dia mempunyai begitu banyak perusahaan. tentu saja kamu lebih memilih dia untuk menjadi piaraannya!" Rudi yang terus menghina Farah. kata-kata yang penuh penghinaan itu seketika membuat Farah mengingat masa lalunya.


PLAKK!!!


satu tamparan melekat di pipi Rudi dari Farah. "Jangan pernah menghina seorang wanita, Apa kamu tidak pernah dilahirkan oleh seorang wanita hingga mulutmu sebusuk itu? wanita manapun yang melahirkanmu pasti akan malu dengan kebusukan mu itu!!" seru Farah.


Para tamu yang ada di restoran itu menatap Farah dengan tatapan mata yang begitu takjub. seorang gadis muda yang berusia 20 tahun berani membela dirinya.


"Beraninya kamu menamparku!!" seru Rudi


"Kenapa aku tidak boleh menamparmu? dari tadi Kamu menghinaku, bukan? aku mempunyai hati Tentu saja aku bisa sakit hati dan marah dengan kata-katamu itu!!" seru Farah.


"Sudahlah biar para petugas keamanan restoran ini menyeret pria ini. buang dia keluar jika Sampai dia berani masuk, hajar dia Sampai mati!!" perintah Arthur.


Seketika Rudi ditarik paksa oleh tiga pria bertubuh kekar. "Dasar wanita tidak tahu diri, beraninya kamu menghina aku!!" teriak Rudi.


Farah menghembuskan nafasnya berulang kali, Gadis itu menatap Rudi yang benar-benar sangat brengsekdari dulu sampai sekarang.


"Kamu tidak usah memikirkan perkataan pria itu." ucap Arthur.


"Untuk apa saya harus memikirkan perkataan pria itu, Tuan Arthur. dia hanyalah pria brengsek, Jadi tidak mungkin aku memikirkan kata-kata orang brengsek." jawab Farah.


Setelah kejadian itu akhirnya mereka berdua melanjutkan makan di restoran tersebut.


"Oh ya, Farah. Bisakah aku bertanya sesuatu?" tanya Arthur.


"Iya, Tuan." jawab Farah.


"Oh ya, aku setiap kali melihatmu diantar oleh seorang pria, siapa dia?" tanya Arthur.


"Seorang pria?" tanya Fara kembali.


"iya, siapa pria itu?' tanya Arthur.


"Oh... dia Mas Hendrik, dia adalah penolong saya, kakak saya sahabat saya dan segalanya bagi saya." jawab Farah.


"Apakah kamu memiliki hubungan darah dengannya?" tanya Arthur.


"Tidak, tuan. dia adalah pengacara pribadi kakek saya." jawab Farah.


"Oh begitu ya?" tanya Arthur.


"Iya, Tuan. Memangnya ada ap" tanya Farah kembali.


"Tidak apa-apa, aku kira dia kekasihmu." jawab Arthur.

__ADS_1


Farah nampak tersenyum, gadis itu sedikit menggelengkan kepalanya.


"Memangnya kenapa?" tanya Arthur.


"Tidak apa-apa, Tuan Arthur. hanya saja apa yang Anda pikirkan itu salah, saya dan Mas Hendrik adalah rekan kerja di kampus, apalagi dia yang selalu mengajari saya untuk menjadi wanita kuat." jawab Farah.


"Lalu, Apakah pria itu sudah mempunyai kekasih?" tanya Arthur.


"Kalau tidak salah sih mungkin iya jawab para Benarkah tanya Arthur Farah kembali menganggukkan kepalanya Arthur nampak menghela nafasnya begitu lega. Dia kira para sudah mempunyai seorang kekasih namun kenyataannya ternyata pria itu hanyalah pengacara pribadi kakeknya saja.


*RUMAH KAKEK WICAKSONO*


"Terima kasih, Farah." ucap Arthur.


"Saya yang seharusnya berterima kasih kepada Tuan Arthur." jawab Farah.


Tak berselang lama terlihat Farah melambaikan tangannya menatap Arthur yang sudah pergi.


Hendrik yang waktu itu berada di rumah kakek Wicaksono, nampak pria itu menatap Farah yang baru kembali dengan memakai gaun cantik. Bahkan dia benar-benar terlihat sangat cantik.


"Farah." Panggil Arthur.


"Mas Hendrik? Mas Hendrik lagi ngapain di sini?" tanya Farah.


"Tadi aku bertemu dengan kakek Wicaksono, kami membahas mengenai masalah yang ada di kampus." jawa Hendrik.


"Lalu?" tanya Farah.


"Ya seperti biasanya, besok aku dan kakek akan langsung melakukan perlawanan." jawab Hendrik.


"Kamu dari mana? Kenapa hari ini kamu cantik sekali?" tanya Hendrik.


"Tadi aku habis keluar sama tuan Arthur, Kami mau membahas beberapa permasalahan kerjasama." jawab Farah.


Hendrik menatap Farah dari ujung kepala sampai ujung kaki. terlihat sekali tatapan mata yang ditunjukkan Hendrik itu begitu terpukau melihat Farah.


"Ya sudah ganti pakaian sana." pinta Hendrik.


"Ngapain sih, Mas? memang aku jelek ya memakai pakaian ini?" tanya Farah.


"Memangnya kamu mau pakai pakaian itu sambil tiduran gitu?" tanya Hendrik.


"Ya enggak juga sih." Farah yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


DEG..


DEG..


tiba-tiba jantung Hendrik berdebar ketika melihat senyum yang ditunjukkan oleh Farah. gadis kecil yang sudah dianggap sebagai adiknya itu entah mengapa hari ini membuat jantungnya begitu berdebar.


"Kenapa tiba-tiba seperti ini." ucap Hendrik yang kemudian berjalan menuju dapur rumah kakek Wicaksono untuk mengambil segelas air. senyum yang begitu mempesona itu membuat Hendrik merasakan perasaan yang begitu berbeda.


*KEESOKAN HARI.

__ADS_1


KAMPUS


"Selamat pagi." sapa Selena yang baru masuk ke dalam ruangan.


"Bu Farah masih mengajar?" tanya salah satu mahasiswi.


"Tentu saja, memangnya kenapa?" tanya Farah kembali.


"Ada masalah dengan orang tua dari Roy dan yang lain ya?" tanya beberapa mahasiswa.


"Oh itu ya." ucap Farah.


"Apa Bu Farah baik-baik saja?" tanya seorang gadis.


"Tentu saja aku baik-baik saja, memangnya kenapa?" tanya Farah sambil menatap beberapa mahasiswi dan mahasiswa yang ada di ruangan tersebut.


Tak berselang lama beberapa mahasiswa masuk ke dalam ruangan Mereka, terlihat mereka sangat panik, syok Bahkan mereka membawa berita yang sangat luar biasa.


"Dengar-dengar!!" seru dua mahasiswa.


"Ada apa?" tanya seorang gadis.


"Tadi ada beberapa polisi yang datang untuk menangkap Roy dan teman-temannya." jawab seorang mahasiswa.


"Benarkah?" tanya Rangga.


"Iya, beberapa polisi membawa mereka dengan sangat kasar. mereka tidak mau tapi para polisi langsung memborgol mereka semuanya." jawab seorang pemuda.


kabar mengenai ditangkapnya Roy dan teman-teman membuat beberapa mahasiswi dan mahasiswa langsung lari keluar dari kelas. Farah yang Mendengar hal itu nampak dia tersenyum.


"Pasti ini semua karena kakek." ucap Farah yang kemudian ikut berjalan keluar dari ruangannya.


Farah juga ingin melihat apa yang akan terjadi kepada kelima orang itu, para pemuda yang selalu membuat onar di kampus.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace

__ADS_1


- Crazy love 18+


- Mahar cinta


__ADS_2