
PESTA
Malam ini di rumah Rudi sedang ada sebuah pesta yang diadakan oleh Rudi untuk rekan bisnisnya. Semua persiapan untuk pesta itu benar-benar telah disiapkan oleh para pekerja yang ada di rumah Rudi.
"Dengar, kalian jangan sampai mempermalukan aku. semua makanan dan tata ruangan yang ada di rumah ini harus benar-benar sempurna, karena para rekan bisnis ku itu akan berada di rumah ini!!" seru Rudi kepada para pekerja.
"Baik, Tuan." jawab para pekerja Rudi.
Desi, seorang wanita yang mempunyai pemikiran licik itu tiba-tiba dia tersenyum. Dia pasti sudah memikirkan cara untuk membuat Farah merasakan bagaimana rasanya dipermainkan.
Hari ini Farah tidak membantu di dalam kediaman Rudi sama sekali, gadis itu sekarang berada di kebun belakang, membersihkan seluruh rumah yang ada di bagian luar. Farah terlihat membersihkan kebun belakang, taman dan lain sebagainya. Gadis itu benar-benar seolah disiksa oleh orang-orang yang ada di rumah Rudi.
"Farah, bersihkan semuanya dengan cepat, kamu jangan lelet dikasih makan tapi tidak mau bekerja!!" seru para pelayan yang lain.
"Iya Mbak." jawab Farah.
"jangan lupa bersihkan yang lain!!" seru salah seorang pelayan kembali.
"Iya Mbak." jawab Farah.
"Lihat aja, aku pasti akan memberikan kamu pelajaran. aku akan mengerjai mu, kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya." guman Desi yang benar-benar mempunyai hati iblis.
Para pelayan yang ada di rumah Rudi seolah membuat Farah seperti pembantu tanpa digaji sama sekali. Bagaimana tidak, belum selesai satu pekerjaan mereka selalu berteriak memanggil nama Farah, hingga membuat Rindu yang berada di sana Gadis itu benar-benar merasa geram dengan semua tindakan yang dilakukan oleh pembantu yang lain.
"Farah, apakah kamu sudah membersihkan kebun belakang?" tanya Rindu yang sudah mendatangi Farah.
"Sudah, Mbak. Memangnya ada apa?" tanya Farah kepada Rindu.
"Ya udah kalau gitu, nanti kamu bantu mbak untuk membersihkan kamar Mbak ya." pinta Rindu.
"Baik mbak," jawab Farah.
Akhirnya Farah menyelesaikan semua pekerjaannya yang ada di luar kediaman Rudi,
gadis muda itu sebenarnya sangat cekatan saat bekerja, namun terkadang selalu saja ada orang yang akan membuat Farah menjadi bahan olok-olokan dan selalu disalahkan jika para pembantu yang lain melakukan kesalahan.
"Farah, bawa bunga-bunga itu masuk ke dalam!" seru Desi.
"Iya Mbak." Jawab Farah.
"Farah, bersihkan kamar mandi para tamu!" seru para pembantu yang lain.
__ADS_1
"Ya mbak sebentar saya bahwa bunga ini dulu." jawab Farah.
"Kau itu lelet sekali sih, tidak bisa bekerja dengan cepat!!" seru Desi.
"Kalian ini kenapa sih, aku kan sudah bilang aku mau mengajak Farah ke tempatku. kalian ini main suruh-suruh saja, memangnya kalian kira kalian ini majikannya!" bentak Rindu.
"Ini semuanya atas perintah Tuan Rudu, Mbak Rindu. kami kan cuma menyuruhnya saja." jawab Desi.
"Kamu lakukan pekerjaanmu, jangan suka menyuruh orang lain. kamu ini juga pembantu pekerjaanmu itu menjadi pelayan di sini bukannya menyuruh orang lain. kamu ini mau makan gaji buta Ya, kamu kira wajahmu cantik? kamu kira kamu menarik? sama saja wajahmu itu tidak cantik tapi sukanya menghina orang lain!" Rindu mengeluarkan kata-kata yang begitu tajam. Baru kali ini Rindu menghina orang lain padahal dia jarang sekali melakukan hal itu.
Tak berselang lama Pak Lukman mendatangi Farah, pria tua itu membawa begitu banyak barang dan diberikan kepada Farah.
"Farah, Bawa barang-barang ini ke gudang. Jangan sampai salah menaruhnya karena jika itu terjadi tuan Rudi akan marah kepadamu!" seru Pak Lukman.
"Iya Pak." jawab Farah yang kemudian membawa tiga dus barang yang tidak tahu apa rupanya.
Malam itu acara yang diadakan oleh Rudi benar-benar meriah, para tamu berdatangan satu demi satu. nampak sekali para tamu yang datang adalah orang-orang kaya dan pembisnis yang menjadi teman Rudi.
"Pesta ini benar-benar sangat meriah!!" seru para pembisnis kepada Rudi.
"Tentu saja aku telah membuat pesta ini sangat meriah, karena kalian adalah rekan-rekan bisnis ku." jawab Rudi.
Kemeriahan pesta itu benar-benar membuat para tamu yang berada di pesta begitu dimanjakan oleh Rudu, sebuah lagu yang telah diperuntukkan untuk para tamu. seorang penyanyi menyanyikan musik jazz yang mengalun hal itu membuat para tamu melakukan dansa begitu romantis.
Seorang pria tampan yang berusia 30 tahun itu benar-benar sangat menikmati pesta yang diadakan oleh Rudi. apa lagi semua pelayan dan para pekerja yang ada di rumah Rudi begitu menghormati para tamunya.
"Bagaimana Rudi? Apakah kamu mau menerima tawaran ku mengenai pernikahanmu dan putriku?" tanya seorang pembisnis yang bernama Pak Bambang.
"Tentu saja Pak Bambang, apalagi yang aku dengar putrimu itu sangat cantik." jawab Rudu.
"Lalu, kenapa kau tidak mulai mendekatinya dan menikahinya?" tanya Pak Bambang.
"Tentu saja aku mau menikahinya Pak Bambang, setelah seluruh perusahaan yang dimiliki oleh ayahku berganti tangan padaku." jawab Rudi.
"Bahkan ayahmu tidak memiliki Putra lagi selain dirimu, lalu mengapa Ayahmu tidak mewariskan seluruh kekayaannya pada mu?" tanya Pak Bambang.
"Kau tahu sendiri kan Pak Bambang, kalau ayahku sekarang mengalami sakit yang tidak bisa mendapatkan pengobatan. jadi aku harus bersabar untuk mendapatkan seluruh aset yang dimiliki oleh ayahku." jawab Rudi.
"Kau benar sekali, Rudu. kalau kau sudah memiliki seluruh kekayaan ayahmu Maka segeralah kau menikahi putriku. dengan begitu dua Perusahaan kita akan bersatu dan saling menguntungkan!!" seru Pak Bambang.
Tentu saja putri dari Pak Bambang yang bernama Indah wajahnya benar-benar sangat cantik. Gadis itu nampak tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya, senyum ditunjukkan oleh indah ketika Rudi meliriknya dengan tatapan yang begitu nakal. pria yang selalu menggoda para wanita itu menunjukkan kalau dirinya adalah pria yang paling luar biasa.
__ADS_1
"Tuan." panggil Indah.
"Kamu adalah wanita yang paling cantik." ucap Rudi.
"Terima kasih." Indah tersenyum.
"Kamu seperti bidadari." puji Rudi.
"Terima kasih." Indah tersenyum bahagia dengan rayuan Rudi.
"Dasar Playboy." ucap Rindu yang berada tidak jauh dari tempat Rudi.
"Nona Rindu." panggil seorang wanita.
"Ya." jawab Rindu.
"Anda sangat cantik." puji si wanita.
"Terima kasih." jawab Rindu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta