MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
SURAT KEMATIAN PALSU


__ADS_3

DUA BULAN KEMUDIAN


Sebuah surat kematian palsu di buat oleh Rodrigo dan diserahkan kepada Rudi, tentu saja Rudi yang mendapatkan surat itu, pria itu benar-benar bahagia. pernikahan yang tidak pernah tercium awak media kini pernikahan itu seolah menjadi pernikahan yang benar-benar hanya semu saja. beberapa aset kekayaan milik ayahnya kini telah menjadi milik Rudi, pria itu sudah memiliki hampir 50% kekayaan ayahnya.


"Ha-ha-ha..., ternyata Tuhan masih berbaik hati padaku, lihat saja wanita itu malah sekarang sudah meninggal. setelah ini tidak akan ada orang yang tahu kalau wanita jelek itu adalah istriku!!" seru Rudi.


"Tuan." panggil pak Lukman.


"Ada apa, Pak Lukman." jawab Rudi.


"Apa Tuan tidak merasa bersalah sama sekali dengan gadis itu? dua bulan Gadis itu berada di rumah sakit dan kita tidak menjenguknya sama sekali." ucap Pak Lukman.


"Niat apa kita menjenguk Gadis itu? dia mau mati Mau sekarat aku tidak peduli, namun sekarang Kabar bahagia Sudah aku dapatkan. akhirnya gadis jelek itu mampus juga." jawab Rudi dengan kata-kata yang tidak bermoral sama sekali.


Pak Lukman hanya bisa terdiam, pria itu benar-benar merasa bersalah dengan gadis yang dia tolong waktu itu.


Di tempat lain Rindu akhirnya membawa Farah ke sebuah tempat yang tidak akan pernah dicari oleh orang lain, seorang wanita yang ingin membuat kehidupan Farah yang seperti bahan caci makian oleh orang lain.


"Ada apa?" tanya Rodrigo.


"Semoga kita menyelamatkan gadis ini." ucap Rodrigo.


"Heh..," Hendrik menghela nafasnya. "Gadis ini benar-benar sangat menyedihkan." ucap Hendrik.


"Kita tunggu hasil pengobatan dari para dokter." ucap Rodrigo.


Farah menjadi sosok wanita yang sangat berbeda, Hendrik yang mengetahui hal itu pria itu bersedia membantu Rindu, karena dia melihat Farah seperti melihat adiknya yang selalu mendapat perundungan dari teman-temannya. hingga suatu ketika membuat adik dari Hendrik mengakhiri nyawanya, gadis mudah itu sudah tidak kuat dengan semua penghinaan yang dilontarkan orang-orang di sekitarnya.


DUA BULAN KEMUDIAN


Di sebuah tempat yang berada di negara Korea, Rindu sengaja membawa Farah ke negara itu untuk memulihkan diri juga memperbaiki wajah Farah.


"Bagaimana, Apakah kau sudah merasa baikan?" tanya Rindu kepada Farah.


Farah menganggukkan kepalanya gadis, berusia delapan belas itu tersenyum sembari menatap wajah Rindu.


"Mbak, hari ini boleh tidak aku aku jalan-jalan di sekitar rumah sakit ini?" tanya Farah.


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Rindu balik.


"Aku mau menghirup udara segar." jawab Farah sambil tersenyum.


"Nanti saja setelah Hendrik datang, kau tahu sendiri kan aku harus bekerja. sekarang kamu tunggu di sini dulu." pinta Rindu.


"Memangnya Mas Hendrik mau ke sini?" tanya Farah.

__ADS_1


"Iya, dia janji Katanya dia mau ke sini. Apalagi nanti malam kan kau harus menjalani operasi pada wajahmu itu." jawab Rindu.


"Memangnya aku harus melakukan operasi itu ya Mbak?" tanya Farah kepala Rindu.


"Tentu saja kau harus melakukannya, karena Mbak ingin membuat wajahmu itu sedikit mendapatkan sentuhan dari Dokter luar negeri itu." jawab Rindu.


"Begitu ya mbak?" tanya Farah.


"Tentu saja." jawab Rindu yang kemudian mengelus rambut Farah.


Hari itu Farah harus melakukan operasi plastik di wajahnya, bukan untuk mempercantik namun hanya untuk membuat wajah Farah sedikit lebih baik.


"Farah." panggil Hendrik.


"Mas." jawab Farah.


"Katanya kamu mau jalan-jalan?" tanya Hendrik.


"Iya, mas. aku pengap di dalam sini." jawab Farah.


Hendrik membawa Farah berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, terlihat gadis itu sedikit lega ketika melihat taman di sekitar tempat itu.


Dari hari ke hari Farah harus mendapatkan perawatan di rumah sakit itu, tentu saja pengobatan yang dilakukan di rumah sakit itu didanai oleh kakek Rudi tanpa sepengetahuan Rudi. pria tua itu mengelontorkan dana begitu banyak, dia ingin membuat cucunya itu merasakan apa yang namanya karma.


*JAKARTA*


Dari hari ke hari akhirnya Farah sudah belajar membaca dan menulis, seorang guru profesional ditunjuk oleh Pak Wicaksono untuk membantu Farah belajar. tentu saja pria tua itu akan membuat cucu menantunya menjadi seorang wanita yang hebat, bukan seorang wanita yang selalu dijajah oleh orang lain.


"Farah, Kenapa kamu tidak memasakkan kakek makanan yang kakek minta kemarin?" tanya kakek Wicaksono.


"Kakek kan baru makan kemarin, kalau Kakek makan masakan itu tiap hari bisa-bisa kolesterol kakek langsung naik." jawab Farah.


"Kakek tidak mau tahu, pokoknya Kakek mau masakan mu yang kemarin." jawab kakek Wicaksono yang terus cemberut dan tidak mau makan.


Hari ini Rindu datang ke rumah kakeknya, gadis wanita muda itu datang bersama suaminya. tatapan mata Rindu menatap Farah yang sedang memasak.


"Apa yang sedang kau lakukan, Farah?" tanya Rindu kepada Farah.


"Ini Mbak Kakek mau mau makan masakan yang kemarin aku buatkan." jawab Farah.


"Kenapa Kakek harus makan itu setiap hari?" tanya Rindu.


"Pokoknya Kakek mau makan itu, kalau kakak tidak dibuatkan kakek tidak mau makan!" seru kakek Wicaksono yang benar-benar marah karena tidak dibuatkan masakan yang kemarin dia makan.


Semua masakan yang dibuatkan Farah benar-benar menggugah selera kakek Wicaksono. hingga membuat koki yang ada di rumah tersebut seperti di gaji buta tanpa melakukan apapun.

__ADS_1


"Farah, mulai besok kau harus keperusahaan kakek bersama Rindu!" seru kakek Wicaksono kepada Farah.


"Memangnya apa yang harus aku lakukan di sana kek?" tanya Farah.


"Apa maksudmu, kamu lakukan apa di sana? tentu saja kau harus bekerja, tahu!!" seru kakek Wicaksono yang membuat Rindu tertawa.


"Memangnya kau mau melakukan apa di perusahaan itu, Farah. tentu saja kalau kau di perusahaan ke harus bekerja di sana." Jawab Rindu yang membuat Farah tersenyum malu.


"Memangnya harus ya Mbak, aku harus datang ke sana?" tanya Farah.


"Memangnya kamu mau apa di rumah?" tanya Rindu.


"Ya nggak ngapa-ngapain sih." Jawab Farah.


"Lebih baik kau ikut Mbak ke perusahaan, hiduplah sebagai wanita yang sama namun dengan prinsip yang berbeda. Mbak ingin kau menjadi wanita yang berbeda, lebih kuat dan tidak mudah di hina oleh orang lain." pinta Rindu.


"Tentu, Mbak. aku tidak mau terus-menerus dihina oleh orang-orang itu, aku ingin bekerja bersama Mbak Rindu dan membalaskan sakit hatiku kepada orang-orang yang telah membuatku kehilangan seluruh kehidupanku." jawab Farah yang kemudian memeluk Rindu.


"Kamu hebat, kamu tidak boleh menangis. mulai sekarang kita berjuang, kita akan membalas orang-orang yang sudah menyakitimu seperti ini, jangan biarkan mereka menindasmu terus-menerus." ucap Rindu.


"Semangat!!" seru Farah dengan sangat keras.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+


- Mahar cinta

__ADS_1


__ADS_2