
"Memangnya kita mau ngapain sih ke balai desa?" tanya Farida.
"Siapa yang mengajak kamu Ke balai desa? yang mau ke balai desa itu Nyonya Farah sama Pak RT. kamu tinggal aja di sini, diam di tempat jangan kemana-mana." ucap Hanum.
"Kamu kira aku ini patung? Kamu kira aku ini pajangan." kesal Farida.
"Ya kalau kamu bukan pajangan ataupun patung lebih baik kamu ikut, tutup mulutnya jangan banyak bicara. kamu ini benar-benar menjengkelkan banget ya." gerutu Hanum.
Selalu saja Hanum dan Farida itu berbeda pendapat, Farida adalah anak orang kaya yang selalu dimanja oleh orang tuanya. sedangkan Hanum adalah wanita mandiri dengan semua keinginannya untuk bertahan hidup.
Ketika mereka berada di balai desa terlihat Farah menatap beberapa orang yang ada di tempat itu.
"Pak RT, Memangnya ada apa sih?" tanya Farah.
"Lebih baik duduk dulu nanti saya akan menjelaskan mengenai semua yang akan kita bahas." jawab Pak RT.
Farah, Farida, Hanum akhirnya duduk. Sedangkan Farah duduk di kursi yang berada di tempat itu.
"Kenapa kita duduk di atas, ibu-ibu duduk di bawah, Pak?" tanya Farah.
"Tentu saja harus seperti itu loh Nyonya, soalnya kami ada sedikit keperluan sama Nyonya Farah." jawab Pak RT.
"Jangan seperti itu dong Pak, kita itu semuanya manusia sama derajatnya sama kedudukannya hanya berbeda keberuntungan saja." ucap suara yang kemudian duduk di bawah bersama beberapa warga.
"Kangan seperti itu Mbak Farah, Mbak Farah duduk di atas. kami ini cuma ibu-ibu desa yang harus menghormati Mbak Farah, Mbak Farah kan juragan di tempat ini." ucap salah satu warga.
"Jangan seperti itu, Bu. juragan ataupun anak buah itu sama saja, yang beda kan cuma namanya.. kita hidup sama derajatnya, makan juga nasi minum juga air, membeli juga sama uang. lalu apa bedanya?" tanya Farah yang membuat beberapa warga itu nampak tersenyum.
"Ternyata Mbak Farah baik banget ya." ucap beberapa warga.
"Iya, biasanya kan kalau ada orang kaya yang pergi ke desa mereka akan menunjukkan kekayaannya beda banget sama Mbak Farah, dia orangnya sederhana banget Walaupun dia artis." ibu-ibu yang nampak mulai bergosip.
"Baiklah, Pak RT. Tolong dijelaskan mengenai perkataan Pak RT tadi?" tanya Farah.
__ADS_1
Pak RT nampak tersenyum malu kemudian menatap ibu-ibu.
"Bilang aja Pak RT, kita ini dusun yang tertinggal loh. masa Mbak Farah nggak mau nolong kita." ucap para ibu-ibu yang membuat Pak RT akhirnya mau tidak mau mengatakan apa yang harus dia katakan.
"Ada apa Pak RT?" tanya Farah kembali.
"Sebenarnya begini Nyonya Farah." ucap pak RT.
"Panggil nama saya saja Pak, kok kayaknya saya ini nggak sopan banget ya yang lebih tua kok manggil saya Nyonya ataupun manggil saya Mbak." ucap Farah.
"Ini semuanya adalah saling menghormati, Nyonya. kalau tidak saya panggil Mbak Farah aja ya." ucap pak RT.
"Ya terserah Pak RT aja lah..," jawab Farah.
Akhirnya pak RT menjelaskan mengenai permintaan warga dan pak RT.
"Ada apa Pak?" tanya Farah kembali.
"Sebenarnya kami mau minta tolong sama Mbak Farah, Mbak Farah tahu kan desa ini bisa dibilang desa yang masih tertinggal. desa ini masih jauh dari jangkauan pemerintah, anak-anak kami banyak yang tidak sekolah karena kami kekurangan biaya untuk masuk sekolah. kami mau minta sama Mbak Farah untuk mengajari anak-anak yang ada di desa ini membaca ataupun menulis." ucap pak RT.
"Iya, Mbak. Mbak Farah tahu sendiri kan ekonomi di tempat ini itu sulit, apalagi Kami hanyalah buruh sawah terkadang hasil panen juga buruk. untuk biaya sekolah saja kami kurang mampu, anak-anak kami itu standar sekolahnya sangat buruk, bisa dibilang pendidikan di sini tidak bisa terjangkau, Mbak. kalau mbak Farah ada kebaikan tolong bantu kami Mbak." ucap ibu-ibu.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Farah.
"Mbak Farah kan punya tempat gudang yang terbengkalai itu lho.. Mbak, gudang bekas yang ada di perkebunan itu." ucap beberapa warga.
"Iya, mau dibuat apa tempat itu?" tanya Farah.
"Kami ingin minta tolong sama Mbak Farah untuk membukanya buat sekolah anak-anak kami. kami ingin anak-anak kami mengenyang pendidikan yah.. minimal bisa baca tulislah. Kami ini sudah bodoh masa anak-anak kami juga ikut bodoh." salah satu wanita yang ada di tempat itu nampak berbicara dengan raut wajah yang begitu melas.
"Memangnya kalian sebodoh itu ya? masak kalian tidak bisa membaca dan menulis?" tanya Farida dengan kata-kata yang benar-benar menjengkelkan.
"Tutup mulutmu, Kamu ini benar-benar menjengkelkan banget ya." Farida yang mulai kesal.
__ADS_1
"Ya enggak seperti itu juga, masak mereka enggak bisa baca tulis. kok mereka itu ketinggalan banget? walaupun tidak baca bisa baca tulis minimal mereka itu mengenyang pendidikan SD kek..," cerocos Farida.
"Kami itu susah untuk sekolah, Mbak. apalagi tempatnya itu lumayan jauh." jawab ibu-ibu.
"Nanti akan ku usahakan untuk berbicara dengan suamiku dulu ya Bu, ini kan tempat keluarga suamiku. kalian doakan nanti semuanya berjalan lancar ya, kalau ada apa-apa nanti saya akan bicara sama Pak RT. biar kita ngumpul bareng untuk menyelesaikan permasalahan ini, bagaimana?" tanya Farah.
"Tolong diusahakan ya, mbak. kami tahu kalau Mbak Farah itu artis terkenal, Kami ingin Mbak Farah memberikan kami bantuan, Kami ingin ada sekolah darurat di sini atau sekolah apa lah agar anak-anak kami bisa mengenyang pendidikan." ucap bapak tua yang terlihat menggendong entah cucu atau anaknya.
"Iya, semoga saja saya minta bapak-bapak atau ibu-ibu bersabar. Saya akan berbicara kepada suami saya." ucap Farah.
"Kalian ini kok bodoh banget sih, Masa sih baca tulis aja nggak bisa." Farida terus mencibir orang-orang yang ada di sana.
"Kita itu cuma babu jangan belagu, standar kita itu standar biasa. Masak kamu terus mencibir orang-orang sih, Memangnya kamu tuh lulusan apa? aku aja cuma lulusan SMA." kesel Hanum yang dari tadi mendengar perkataan Farida yang benar-benar membuat telinganya panas.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta