
Mendapatkan informasi mengenai Farah, entah mengapa tiba-tiba senyum jahat nampak di bibir Rudi.
"Jika dia isteriku, maka dia adalah milikku." ucap Rudi.
*RUMAH MODE*
"Selamat pagi." sapa Farah.
"Pagi, Farah." jawab Rindu.
"Lagi ngapain, mbak?" tanya Farah.
"Lagi melihat beberapa kontrak kerja." jawab Rindu.
"Oh ya, Mbak. beberapa email yang Mbak berikan itu.. itu siapa yang memberi?" tanya Farah.
"Salah satu rumah mode yang ingin bekerja sama dengan kita katanya dia suka dengan penampilanmu." jawab Rindu.
"Kelihatannya nggak usah diterima deh, Mbak." jawab Farah.
"Memangnya ada apa?" tanya Rindu.
"Yang aku dengar rumah mode itu adalah tempat yang sangat tidak nyaman, Mbak. beberapa model yang ada di sana sering mendapatkan pelecehan dari pemiliknya." jawab Farah.
"Dari mana kamu dapat informasi itu?" tanya Rindu.
"Salah satu model yang aku kenal yang memberitahu aku, Dia memberikan beberapa bukti yang membuat aku sangat terkejut." jawab Farah.
"Ya sudah kalau begitu mbak akan membatalkan kerjasama ini, lagi pula Mbak juga belum tanda tangan kok." jawab Rindu.
"Memangnya siapa saja yang memberikan kontrak kerja kepada Farah, Rindu?" tanya Hendrik.
"Nih lihat sendiri." jawab Rindu.
"Boleh aku foto beberapa berkas ini?" tanya Hendrik.
"Boleh." jawab Farah.
"Memangnya ada apa, Mas?" tanya Farah.
"Aku akan menyelidiki orang-orang yang akan bekerja sama denganmu, Kamu tahu sendiri kan takutnya Rudi ingin berbuat jahat padamu." jawab Hendrik.
Farah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Gadis itu nampak menatap Hendrik yang sedang melihat beberapa bekas.
"Oh ya, Farah. aku kamu harus melakukan pemotretan untuk beberapa produk dari perusahaan Tuan Arthur." ucap Rindu.
"Iya, lagi pula tuan Arthur mau mengajakku menghadiri acara fashion show salah satu temannya." jawab Farah.
"Kemana?" tanya Hendrik.
__ADS_1
"Ke Singapore." jawab Farah.
"Kemana?" tanya Hendrik kembali.
"Ke Singapore, aku akan ke Singapore untuk menghadiri acara pembukaan butik teman tuan arthur." jawab Farah.
"Kenapa harus ke sana?" tanya Hendrik yang benar-benar ingin mendapatkan penjelasan yang begitu detail.
"Ya aku kurang tahu, Mas. aku kan bekerja sama dengan Tuan Arthur, salah satu perusahaannya juga bekerja sama dengan teman. jadi aku akan menjadi salah satu model di fashion show itu." jawab Farah.
"Kalau tidak ikut tidak boleh ya?" tanya Hendrik.
"Ya boleh saja, Mas. tapi kan tidak enak sama Tuan Arthur." jawab Farah.
"Heh... dasar pria pemaksa." gerutu Hendrik.
Mendengar suara Hendrik yang terus menggerutu tidak karuan mau tidak mau Akhirnya Rindu tersenyum. seperti yang dikatakan oleh kakek Wicaksono Ada kemungkinan besar Hendrik sudah memiliki perasaan kepada Farah.
"Kenapa kamu tidak berkencan sama Tuan Arthur saja." Rindu mulai memanas-manasi Hendrik.
"Tidak bisa!" seru Hendrik dengan suara yang begitu keras.
Seketika Farah menoleh bersamaan dengan Rindu. "Kenapa sih, mas." cibir Farah.
"Kenapa sih kamu teriak-teriak, Hendrik. seharusnya bukan kamu yang menjawab seharusnya yang menjawab kan Farah, aku tanya kepada Farah Kenapa dia tidak berkencan saja dengan Tuan Arthur. lagi pula yang aku tahu Tuan Arthur itu kan memiliki perasaan sama kamu, dengan kamu menjadi pacarnya semua karir yang kamu miliki akan semakin cemerlang." ucap Rindu.
"Tidak bisa, kenapa kamu mengatakan hal itu, Rindu." bentak Hendrik dengan nada yang sedikit kesal.
"Kamu ini benar-benar membuat orang kesal saja." kesal Hendrik.
"Ngapain juga aku membuatmu kesal, Bahkan aku tidak melakukan apapun." jawab Rindu.
"Iya, ngapain sih Mas teriak-teriak. kamu ini sedang latihan lomba teriak-teriak ya?" tanya para Hendrik.
Hendrik tidak menjawab, pria itu hanya menunjukkan kebesaran kepada Rindu. "Kelihatannya kamu benar-benar mempunyai perasaan kepada Farah ya? aku akan membuatmu semakin terbakar, lihat saja yang aku tahu kamu kan sudah memiliki kekasih. Jika kamu berani macam-macam ingin mendapatkan Farah, maka kamu harus bersiap-siap." guman Rindu dalam hati yang kemudian memberikan beberapa kontrak kerjasama untuk para.
"Oh ya, mbak. bisa aku minta tolong, tidak?" tanya tanya Farah kepada Rindu.
"Memangnya ada apa?" tanya Rindu kembali.
Di beberapa agensi kakak kan ada beberapa model yang karirnya kurang cemerlang, tolonglah beri mereka kesempatan. mereka juga mempunyai keluarga yang harus dihidup." ucap Farah.
"Aku mengerti, Farah. tapi yang harus kamu tahu itu mereka sering melanggar kontrak kerjasama. Bahkan mereka selalu melanggar perjanjian yang sudah kita sepakati." jawab Rindu.
"Iya, tapi kenapa mereka tidak dikeluarkan saja? daripada Mbak Rindu menahan mereka di sini dan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain?" tanya Farah.
"Aku tidak menahan mereka, mereka tidak mau pergi dari sini karena Kamu tahu kan keuntungan bekerja denganku. walaupun mereka tidak bekerja denganku secara penuh, tapi mereka masih mendapatkan gaji lumayan banyak untuk bisa membiayai kehidupan mereka sehari-hari." jawab Rindu.
"Memangnya apa yang dilakukan oleh mereka, Mbak? Kenapa mereka berani menolak kerjasama dengan kita?" tanya Farah.
__ADS_1
"Mereka melanggar kontrak kerjasama dengan beberapa klien, karena mereka ingin menghancurkan repotasi dari agensiku. Kamu tahu kan agensi model yang aku miliki ini sangat dikenal oleh para pengusaha pakaian. bahkan Beberapa brand terkenal juga memakai mereka, tapi ada beberapa orang yang tidak menyukai keberadaan kita jadi tentu saja mereka akan mendapatkan keuntungan jika tempatku hancur." jawab Rindu.
"Mereka jahat banget ya." ucap Farah.
"Begitulah dunia bisnis." jawab Rindu.
BRETTTT...
ponsel Farah berdering.
"Ada apa?" tanya Rindu.
"Si brengsek telfon." jawab Farah.
"Tidak usah di angkat." Hendrik duduk di samping Farah.
"Memangnya kenapa kita harus mengangkat telepon dari dia, aku tidak akan mau berbicara dengan pria itu." jawab Farah.
"Pria brengsek seperti itu pasti dia akan mencari cara untuk mendekatimu, dia adalah pria brengsek sampai kapanpun dia tetap akan menjadi pria brengsek." ucap Hendrik.
"Kenapa dari tadi kamu marah-marah sih, Mas. nggak jelas banget." ucap Farah.
"Gimana nggak jelas? Tentu saja aku marah-marah, mereka itu kan para pria brengsek yang berusaha untuk mendekatimu. mereka tidak tahu apapun tentangmu Aku sudah mengetahui segalanya tentang dirimu. aku tidak akan membiarkan pria-pria itu berusaha untuk mendekatimu." guman Hendrik dalam hati.
Rindu hanya bisa tersenyum ketika melihat Hendrik menunjukkan kecemburuannya kepada Farah. namun para tidak terlalu merespon karena Hendrik selalu mengatakan Farah adalah adik kecilnya. Hal itu membuat Farah tidak mungkin memiliki perasaan kepada Hendrik, karena pria itu selalu menekankan kalau Farah adalah gadis kecilnya.
"Rasain kamu, cemburu sendiri makan hati sendiri pusing sendiri." guman Rindu dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu kalau kamu mau ke Singapura aku yang harus menemanimu. Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepadamu, aku akan bilang kepada kakek Wicaksono." ucap Hendrik.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta