MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
HENDRIK MULAI POSESIF


__ADS_3

"Lepaskan! lepaskan aku!!" teriak Roy bersama teman-temannya.


Para polisi tidak menghiraukan teriakan para pria itu, mereka langsung menarik paksa lima pria itu masuk ke dalam mobil polisi.


"Apa yang akan terjadi kepada mereka?" tanya Rangga kepada Farah.


"Biarkan saja mereka membusuk di penjara, Memangnya Apa yang harus kita pikirkan." jawab Farah.


"Yang Saya dengar mereka itu adalah anak-anak dari orang kaya raya, aku yakin mereka tidak akan melepaskan Bu Farah begitu saja." ucap Rangga.


"Jika mereka berani melakukan hal itu aku mempunyai sedikit saran, mereka harus menjaga nama baik mereka sendiri-sendiri jika tidak aku mempunyai senjata yang sangat berguna." jawab Farah yang kemudian kembali ke ruangannya.


*RUANG DOSEN*


"Bu Farah." Panggil salah satu dosen.


"Iya." jawab Farah.


"Bu Farah, Bagaimana bisa mereka ditangkap oleh polisi?" tanya salah satu dosen wanita.


"Ya mana aku tahu Bu, mungkin ada seseorang yang sudah melaporkan mereka. yang aku dengar sih mereka kan selalu berbuat asusila kepada para siswa yang ada di sini." jawab Farah.


"Tapi mereka tidak akan berani loh, bu Farah. jika mereka berani melakukan hal itu mereka bakalan mendapatkan hadiah yang sangat menakutkan." jawab dosen wanita.


"Bu Lily takut sama mereka?" tanya Farah.


"Ya bukannya takut, tapi aku masih ingin mengajar di sini." jawab dosen Lily.


"Dengarkan aku baik-baik, Bu. aku tidak peduli Seperti apa mereka dan mereka mempunyai kekuasaan sehebat apa, mereka itu hanyalah pria-pria brengsek yang selalu mempermainkan para wanita. melakukan pelecehan di tempat umum hukumannya lumayan berat loh Bu. tinggal aku memberikan kesaksian aku yakin mereka berlima akan membusuk di penjara dalam kurun waktu 5 tahun lebih." jawab Farah.


"Lalu, bagaimana orang tua mereka Bu Farah?" tanya Bu Lily.


"Ya Mana aku tahu, Bu. kalau orang tua mereka berani mempertahankan anak-anaknya maka mereka juga harus masuk penjara. karena sebagai seorang ayah mereka adalah Ayah yang sangat bobrok, Ayah yang sangat tidak berguna karena membiarkan anaknya melakukan pelecehan kepada setiap wanita. lalu Bagaimana jika anak mereka dilecehkan di depan umum? aku yakin mereka akan menangis." jawab Farah.


"Bu Farah benar-benar sangat hebat, berani melakukan hal ini kepada mereka." ucap dosen Lily.


"Sudahlah Bu, lagi pula aku tidak suka dengan perlakuan seperti itu. biar mereka membusuk di penjara dalam waktu yang lama." jawab Lily yang kemudian makan makanan yang sudah dia bawa dari rumah.


Salah satu dosen pria tentu saja tahu siapa sebenarnya cucu dari pria tua bernama Wicaksono. pemilik dari kampus tempat Farah mengajar. "Tentu saja Wanita itu sangat berani dia adalah cucu pemilik dari kampus ini. siapa yang berani melakukan hal itu? bahkan kelima pemuda itu tidak tahu kalau wanita yang sedang mereka ganggu adalah wanita yang berbahaya." ucap dosen pria yang kemudian membuka laptopnya.


"Oh ya Bu Farah." Panggil dosen Lily.


"Ada apa Bu Lily?" tanya Farah kembali.


"Oh ya, Bu Farah. siapa sih Bu Farah ini? kenapa Bu Farah berani sekali melawan mereka?" tanya Bu Lily.


"Aku? Tentu saja aku ini seorang wanita. wanita yang diganggu Mereka, seorang wanita yang akan mencari keadilan." jawab Farah yang kemudian tersenyum


Seorang dosen wanita yang tidak menyukai keberadaan Farah, Tentu saja dia sangat kesal. Farah terus dipuji oleh para dosen yang ada di kampus sedangkan dia nampak dia sangat kesal karena dia masih belum mendapatkan perhatian dari Hendrik.


"Farah." Panggil Hendrik.


"Iya Pak Hendrik." jawab Farah yang kemudian menutup bekalnya.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Hendrik.


"Lagi makan." jawab Farah.


"Bawa bekal makanmu ke ruanganku." pinta Hendrik.

__ADS_1


"Iya." jawab Farah.


"Ada apa Bu Farah?" tanya Bu Lily.


"Nggak tahu, Bu. mungkin mau membahas masalah ini." jawab Farah yang kemudian berpamitan kepada Bu Lily.


CEKLEK..


Farah membuka pintu ruangan Hendrik.


"Ada apa mas?" tanya Farah.


"Masuklah sebentar." jawab Hendrik.


Farah masuk kemudian duduk di sofa. "Ada apa sih, Mas?" tanya Farah kembali.


"Makananmu sudah habis?" tanya Hendrik.


"Ya belum lah Mas, masih beberapa suap kamu langsung Panggil." jawa Farah.


"Sini makan sama aku." Farah yang kemudian ditarik berdekatan dengan hantrik.


"Mas belum makan?" tanya Farah.


"Belum." jawab Hendrik.


Kotak bekal itu dibuka, sedangkan Hendrik membuka laptopnya.


"Makan Mas." ajak Farah.


"Suapin." jawab Hendrik.


"Lagi sibuk, ini mau melihat beberapa pekerjaanku." jawab Hendrik.


Farah mulai makan kemudian menyuapi Hendrik.


"Ada masalah apa sih, Mas?" tanya Farah.


"Sebenarnya aku cuma lapar aja." jawab Hendrik.


"Aku kira ada masalah apa." jawab Farah yang kemudian lanjutkan makannya.


"A..," Hendrik membuka mulutnya kembali.


"Ada kasus lagi ya, Mas?" tanya Farah.


"Iya, kasus besar." jawab Hendrik.


Farah terus menyuapi Hendrik. terlihat Gadis itu menatap apa yang dilakukan oleh Hendrik.


"Besok kamu libur tidak mengajarkan?" tanya Hendrik.


"Iya, Mas. Memangnya ada apa?" tanya Farah kembali.


"Besok ada pemotretan nggak?" tanya Hendrik yang masih melihat laptopnya.


"Kayaknya nggak sih, besok aku lagi kosong nggak ada pekerjaan sama sekali." jawab Farah.


"Ya sudah kalau begitu besok kamu ikut aku." jawab Hendrik.

__ADS_1


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Farah.


"Pokoknya ikut aja nggak usah banyak tanya." jawab Hendrik yang terus membuka mulutnya. tak berselang lama makanan itu sudah selesai, Farah mengambil air mineral kemudian meminumnya.


"Mas mau aku ambilkan minuman apa?" tanya Farah.


"Minuman yang kamu pegang aja." jawab Hendrik yang langsung meminum air yang habis diminum oleh Farah.


"Rakus amat sih.." sindir Farah.


Hendrik mengerjakan beberapa pekerjaan yang tidak sempat dia kerjakan di kantornya, pria itu tidak membiarkan Farah kembali ke ruang dosen.


"Sebentar lagi aku mau pulang lho Mas." ucap Farah.


"Tunggu aku 10 menit setelah itu aku mau mengantarmu pulang." jawab Hendrik.


"Kalau Mas masih sibuk nggak usah nganterin, aku mau naik taksi aja." ucap Farah.


"Nggak usah, aku akan mengantarmu." jawab Hendrik.


Entah mengapa hari ini Hendrik benar-benar bersikap begitu berbeda dari biasanya, pria itu tidak membiarkan Farah lolos dari pandangannya. ponsel Farah terlihat bergetar Gadis itu menatap ponsel yang ada di tangannya.


"Telepon dari siapa?" tanya Hendrik.


"Dari Rangga." jawab Farah.


"Enggak usah dijawab." Hendrik yang kemudian mematikan ponsel Farah.


"Kok langsung dimatiin sih, Mas." tanya Farah.


"Nggak usah dijawab." jawab Hendrik.


Farah mulai sedikit kesel karena dari tadi Hendrik terus bersikap begitu aneh.


"Sudah Ayo kita pulang." Hendrik yang kemudian memasukkan laptop ke tas kemudian langsung menarik tangan Farah.


"Jangan macam-macam ya, kamu. aku tidak akan membiarkan satu pria pun berusaha untuk mendekatimu. bahkan para dosen atau murid pun tidak akan ku biarkan mendekatimu." guman Hendrik dalam hati. ye... mulai ada rasa nih.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2