
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
*RUMAH MODE*
"Selamat pagi, Farah." Arthur sudah berada di ruang pemotretan.
"Selamat pagi, tuan Arthur." jawab Farah.
"Bagaimana, Apakah pemotretannya sudah selesai?" tanya Arthur.
"Belum, tuan. mungkin masih ada beberapa pemotretan lagi." jawab Farah.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan meminta untuk Mia untuk membuat schedule kembali beberapa pekerjaanku." ucap Arthur.
"Memangnya ada apa, Tuan?" tanya Farah.
"Aku akan menunggumu di sini, setelah itu aku ingin kamu melihat beberapa brand terkenal yang mau aku luncurkan." jawab Arthur.
Memang Arthur selalu bersikap begitu santun, begitu baik bahkan pria itu selalu bersikap lembut kepada Farah. sekitar 2 jam kemudian akhirnya pemotretan sudah selesai, Arthur menatap Farah yang dari tadi terus berpose untuk memperagakan beberapa busana dan beberapa barang keluaran dari perusahaan milik Arthur.
"Tuan Arthur masih ada di sini?" tanya Farah yang duduk di salah satu kursi.
"Aku sudah bilang Kan kalau aku menunggumu, jadi tidak apa-apa kan?" tanya Arthur.
"Tentu saja, Tuan." jawab Farah.
Mia sekretaris Arthur memberikan sebotol air mineral kepada Farah. "Bagaimana? Apa kamu menyukai salah satu barang yang tadi kamu pakai?" tanya Ami.
"Barang-barang yang saya pakai tadi sangat bagus, Mbak." jawab Farah.
"Bagaimana kalau kamu pakai beberapa barang yang tadi kamu pakai untuk pemotretan? Anggap saja Ini semua adalah hadiah dari kami." ucap Ami.
"Apa kamu sudah selesai sama pemotretan Hari ini, Farah?" tanya Hendrik yang sudah berada di tempat pemotretan.
"Mas Hendrik, tumben kamu ke sini Mas?" tanya Farah.
"Iya, tadi aku diminta oleh Tuan Wicaksono untuk menjemputmu. kamu akan menghadiri sidang mengenai para pria itu." jawab Hendrik .
"Hari ini ya, Mas?" tanya Farah.
"Tentu saja, memangnya kamu mau hari apa." jawab Hendrik.
Tatapan mata Hendrik menatap Arthur yang terlihat tersenyum begitu ceria kepada Farah.
Akhir-akhir ini Hendrik selalu kesal jika melihat Farah, pria mendekati Farah entah apa yang terjadi. namun perasaan itu membuat Hendrik yakin kalau dirinya memiliki perasaan kepada Farah.
"Selalu saja seperti ini, selalu saja aku kesal jika ada pria yang mendekati Farah seperti ini." ucap Hendrik dalam hati sembari menatap Arthur yang berada di samping Farah.
"Apa kita berangkat sekarang Mas?" tanya Farah.
"Kalau kamu sudah selesai pemotretan kita berangkat." jawab Hendrik.
"Memangnya ada apa?" tanya Arthur.
"Itu loh, Tuan. ada sedikit masalah mengenai para pria yang berusaha untuk mengganggu saya." jawab Farah.
__ADS_1
"Para pria yang mengganggumu?" tanya Hendrik.
"Iya, Tuan. beberapa minggu yang lalu ada beberapa pria yang mengganggu saya. lebih tepatnya Dia mahasiswa di tempat saya mengajar, karena saya tidak terima saya mengajukan tuntutan kepada mereka agar kelima pria itu tidak mengganggu para mahasiswa yang lain. Saya mendengar banyak rumor kalau mereka adalah orang-orang yang selalu mengganggu para mahasiswa dan melakukan pelecehan." jawab Farah.
"Apa aku boleh ikut?" tanya Arthur.
"Memangnya kenapa Tuan mau ikut?" tanya Hendrik.
"Tentu saja karena aku ingin melihat seperti apa orang-orang yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Farah." jawab Arthur.
"Heh.., pria ini benar-benar sangat menyebalkan. Kenapa dia harus ikut." guman Hendrik dalam hati.
"Bisa kan mas?" tanya Farah.
"Bisa." jawab Hendrik dengan pasrah.
"Baiklah, aku mau meminta pengacaraku untuk membantu." ucap Arthur.
"Tidak usah, aku adalah pengacara dari Farah." jawab Hendrik.
"Oh begitu ya." ucap Hendrik.
SATU JAM KEMUDIAN
*RUANG PENGADILAN*
"Nona Selena." panggil salah satu orang tua pemuda.
"iya, tuan." jawab Farah.
"Anda siapa?"' tanya Farah.
"Aku orang tua Roy." jawab si pria.
"Jadi kalian orang tua Roy?" tanya Farah.
"Iya, aku minta kamu cabut laporan mu." pinta orang tua Roy.
"Buat apa aku mencabut laporan itu?" tanya Farah.
"Aku akan memberimu imbalan besar." jawab orang tua Roy.
"Jadi seperti inikah orang tua Roy? kalian orang tua yang benar-benar tidak pantas dipanggil orang tua. kalian ini benar-benar orang tua yang seharusnya tidak mempunyai anak, kalian memintaku untuk mencabut laporan yang sudah aku buat. Apakah kalian tidak mempunyai seorang putri, cucu, atau keponakan Putri!" tanya Farah.
"Tentu saja Kami mempunyai seorang anak putri, aku mohon padamu Jangan teruskan laporan ini. aku akan memberimu uang yang sangat banyak." jawab orang tua.
"Aku akan memberikanmu uang yang sangat banyak, Aku akan memberimu uang dua kali lipat asal kalian juga ikut membusuk di penjara." jawab Farah.
"Apa yang kamu lakukan? berani kamu mengatakan hal itu!" seru ayah Roy.
"Beraninya, kamu membentak cucuku!!" seru kakek Wicaksono.
Pria itu terlihat berjalan mendekati Farah, amarah terlihat begitu jelas di wajah kakek Wicaksono ketika dia mendengar orang tua Roy membentak Farah.
"Tuan Wicaksono." ucap Ayah Roy.
__ADS_1
"Beraninya kamu membentak cucuku, Siapa kamu?!" seru kakek Wicaksono.
"Maafkan saya, tuan." ucap Ayah Roy.
"Jadi dia adalah putramu? pria yang berani mengganggu cucuku itu adalah putramu?!" seru kakek Wicaksono.
Seketika raut wajah Ayah Roy berubah begitu gelap, ketika dia tahu wanita yang diganggu oleh putranya adalah cucu pengusaha bernama Wicaksono.
"Jadi gadis ini adalah cucumu, tuan?" tanya ayah Roy.
"Benar, dia adalah cucuku. berani sekali anakmu itu berbuat asusila, dia berusaha untuk mengganggu cucuku!!" seru kakek Wicaksono dengan suara yang begitu keras.
"Tuan, Saya mohon Tuan mencabut laporan terhadap Putra saya." pinta Ayah Roy.
"Jangan berharap aku akan mencabut laporan itu, aku akan membuatmu masuk penjara. bukan hanya putramu, kalau perlu kalian semuanya akan aku penjarakan kalian semua. berani sekali kalian melecehkan cucuku?!" seru kakek Wicaksono.
Seketika raut wajah Ayah Roy dan yang lain berubah pucat. ketika pria tua itu mulai mengancam 5 orang pengusaha sekaligus orang kaya tersebut.
"Aku mohon Tuan Jangan melakukan hal itu." pinta ayah Roy.
"Entahlah, tapi aku pasti akan memberi kalian pelajaran." jawab kakek Wicaksono.
"Maaf-maafkan aku." ayah Roy berusaha meminta maaf.
"Semuanya sudah terlambat." jawab kakek Wicaksono.
"Tuan..," ayah Roy berusaha untuk meminta maaf.
"Pergilah!" seru kakek Wicaksono.
"Ayo kek." ajak Farah.
Senyum meledek di tunjukkan oleh Farah, kedua orang itu harus merasakan sesuatu yang menakutkan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta