MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
RUDI MENDEKAM DI PENJARA


__ADS_3

KANTOR POLISI


*SEL PENJARA*


"Papa..,"


Rudi langsung berdiri saat melihat mertuanya sudah berada di tempat itu.


"Bagaimana Papa, Apakah Papa sudah berbicara dengan mereka?" tanya Rudi kepada Pak Bambang.


Pak Bambang nampak terdiam tanpa menjawab pertanyaan Rudi sama sekali, dia menatap menantunya itu dengan tatapan mata yang begitu penuh Pertanyaan.


"Kenapa Papa diam saja? Apakah Papa sudah berbicara dengan Rindu atau Farah?" tanya Rudi.


Pak Bambang terus menatap menantunya itu, sesaat kemudian dia mulai membuka sedikit mulutnya.


"Apakah benar jika kamu sudah pernah menikah, Rudi?" tanya Pak Bambang.


Mendengar pertanyaan seperti itu dari mertuanya seketika jantung Rudi berdebar begitu kencang.


"Apa maksud Papa? kenapa Papa bertanya seperti itu, itu semuanya bohong mereka memfitnahku." jawab Rudi.


Pak Bambang nampak menatap menantunya, memang ada sedikit gurat kebohongan di wajah Rudi.


"Aku tanya sekali lagi, jangan sampai aku ke tempat Tuan Wicaksono. jawab pertanyaanku dengan benar, Apakah benar jika kamu sudah pernah menikah menikah dengan gadis yang terjatuh ke dalam kolam beberapa tahun yang lalu?" tanya Pak Bambang kembali.


Raut wajah pria tua itu sudah menunjukkan kemarahan.


"Kenapa Papa percaya dengan kata-kata mereka? mereka itu pembohong." Rudi masih tetap bersikukuh.


"Jika kamu tidak mau berkata jujur, maka aku tidak akan membantumu. sekarang katakan dengan benar apa yang aku tanya tadi, Apakah benar jika kamu sudah pernah menikah?" tanya Pak Bambang kembali.


Melihat raut wajah mertuanya yang sudah sangat kesal dan marah, akhirnya Rudi Hanya bisa pasrah.


"Itu semuanya benar, papa. aku terpaksa melakukan itu hanya untuk mendapatkan warisan dari papaku. jika aku tidak segera menikah aku tidak akan mendapatkan apapun. Aku adalah anak satu-satunya dari orang tuaku, tapi mereka tidak mau memberikan aku sepeser uang. jadi aku terpaksa melakukan pernikahan dengan gadis buruk itu." jawab Rudi.


"Mulutmu itu benar-benar sangat kotor, Rudi. mulutmu itu benar-benar busuk, Pak Bambang yang kemudian langsung meninggalkan kantor polisi.


"Papa! Papa!!" teriak Rudi.


Pak Bambang tidak menghiraukan teriakan menantunya itu, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia harus mencari tahu mengenai kebenaran dari menantunya itu.


"Aku harus ke tempat Tuan Wicaksono, jika memang Rudi pernah menikah berarti selama ini dia sudah berbohong. Walaupun dia tidak pernah menyentuh wanita itu namun di depan mataku dia menyiksa istrinya. melemparnya ke kolam hingga wanita itu tewas." ucap Pak Bambang yang kemudian pergi dari kantor polisi.


Mobil berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan sedang.


"Kita akan kemana, tuan?" tanya sopir Pak Bambang.

__ADS_1


"Tolong antar aku ke rumah tuan Wicaksono. Aku ingin berbicara sedikit dengan pria itu." jawab Pak Bambang.


"Tadi Nyonya Indah telepon, tuan." ucap sopir.


"Memangnya apa yang dia tanyakan?" tanya Pak Bambang.


"Nyonya Indah tanya apakah Tuan ada di kantor polisi." jawab sopir.


"Lalu, apa yang kamu katakan kepada putriku?" tanya Pak Bambang.


"Saya bilang Tuan ada di kantor polisi.* jawab sopir.


"Ya sudah kalau begitu kamu lajukan mobilnya, Aku ingin beristirahat sebentar. jika sudah sampai di tempat Pak Tuan Wicaksono segera kamu bangunkan aku." pinta Pak Bambang.


"Baik, Tuan." jawab sopir.


Pak Bambang ingin memastikan kebenaran mengenai menantunya, Rudi yang berada di sel penjara. Dia benar-benar sangat kebingungan, mau tidak mau Akhirnya dia mengakui mengenai dirinya yang sudah pernah menikah. beberapa menit kemudian indah juga berada di kantor polisi, wanita itu menatap suaminya yang meringkuk di dalam sel penjara.


"Mas." Panggil Indah.


Rudi mendongakkan kepalanya dan menatap sang istri.


"Sayang,"


Rudi langsung berdiri.


"Mas benar-benar tidak baik, Mas seperti kehilangan pikiran Mas." jawab Rudi.


"Tadi papa kemari ya?" tanya Indah.


"Iya, tadi papa kemari." jawab Rudi.


"Lalu, apakah papa sudah bilang kalau dia sudah bertemu dengan dua wanita itu!" tanya Indah.


"Kata Papa wanita itu tidak ada di tempat, dia sedang ada perjalanan kerja ke luar negeri." jawab Rudi.


"Kalau begitu kita hanya bisa menunggu wanita itu datang, Mas."


Raut wajah Indah terlihat begitu sedih, dia melihat suaminya meringkuk di sel penjara.


"Aku benar-benar tidak pernah berpikir kalau kamu akan membohongiku, Mas. ternyata wanita itu adalah istrimu?" tanya Indah.


"Semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan, sayang. semuanya tidak seperti itu, sebenarnya aku tidak menikah karena cinta, aku hanya membutuhkan pernikahan itu sebagai syarat untuk mendapatkan warisan dari papaku." ucap Rudi.


"Apakah kamu pernah menyentuh wanita itu, mas?" tanya Indah.


"Kamu gila ya? Mana mungkin aku mau menyentuh wanita menjijikkan itu, dia hanyalah wanita menjijikkan yang tidak pantas untuk disentuh." jawab Rudi.

__ADS_1


Mendengar jawabannya dikatakan oleh suaminya, Indah sedikit tersenyum.


"Aku yakin kamu tidak akan menyentuh wanita itu. Dari segi apapun wanita itu tidak pantas untuk dijadikan istri." Indah malah ikut menghina Farah.


"Lalu, kenapa mas mencoba untuk melakukan sesuatu kepada model itu?" tanya indah.


"Dia adalah wanita yang pernah aku nikahi, Dia adalah wanita jelek itu." jawab Rudi.


"Itu tidak mungkin Mas, Mungkin karena namanya sama Mas berpikir kalau wanita itu adalah mantan istrimu yang sudah meninggal. lagi pula tidak mungkin kan dia sudah meninggal namun kembali hidup?" tanya Indah.


Rudi tidak ingin membuat masalah dengan membicarakan orang yang sudah meninggal, Rudi memilih untuk diam agar dia tidak kehilangan investasi yang luar biasa itu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Mas?" tanya Indah.


"Kamu dan Papa harus meyakinkan model itu untuk mencabut laporannya, kalau perlu beri dia uang yang banyak. Aku tidak mau membusuk dipenjara, ini sudah beberapa hari." ucap Rudi.


"Kamu harus tenang, kita harus menunggu model itu untuk datang terlebih dahulu. Jika dia sudah pulang dari perjalanan bisnisnya maka aku akan segera menemuinya. tidak peduli berapa uang yang dia minta, aku akan mengeluarkanmu dari penjara."


Indah benar-benar sudah buta akan cinta yang selalu dikatakan oleh Rudi, Indah masih belum mengetahui kalau suaminya menikahi dia hanya sebatas investasi besar yang dilakukan oleh Pak Bambang. penyatuan dua perusahaan agar semakin besar itu melibatkan begitu banyak tragedi.


"Kamu jaga diri baik-baik ya, sekarang kamu pulang lah Cari tahu mengenai Farah. Jika dia sudah kembali segeralah untuk menemuinya, Aku tidak ingin membusuk terlalu lama di tempat ini."


Rudi yang selalu bersikap angkuh dan menjengkelkan itu tiba-tiba langsung kehilangan semua harga dirinya. Dia meminta istrinya untuk memohon kepada Farah agar dia dibebaskan dari penjara.


"Kamu tenang saja, Mas. akan kulakukan apapun untuk membebaskanmu dari sini." jawab Indah yang kemudian pergi dari kantor polisi.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2