MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
NIKAHI AKU


__ADS_3

Kabar mengenai pernikahan Hendrik sudah terdengar oleh beberapa rekan dari pria itu, kakek Wicaksono juga mengetahui kabar Itu dia tahu kalau Farah sedang terluka. dia patah hati dengan semua kenyataan yang harus dihadapi.


SATU MINGGU KEMUDIAN


"Farah." Panggil Rindu.


"Ya, mbak." jawab Farah.


"Farah, ada Tuan Arthur yang ingin bertemu denganmu." ucap Rindu.


"Kenapa Tuan Arthur ada di sini, Mbak?" tanya Farah.


"Aku tidak tahu, yang jelas Tuan Arthur ingin berbicara denganmu. dia ingin menemuimu." jawab Rindu.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menemui Tuan Arthur." jawab Farah.


"Farah, jika kamu tidak ingin bertemu Tuan Arthur tidak apa-apa, tidak usah memaksakan diri." ucap Rindu.


"Tidak apa-apa, Mbak. lagi pula Tuan Arthur adalah bosku, bukan?" tanya Farah.


Sudah satu minggu Farah mengunci diri di dalam kamar, hari ini dia akan keluar menemui Arthur. dia tidak ingin terus menerus terpuruk karena pria-pria yang sudah menghianatinya.


Rindu menginap di rumah kakek Wicaksono, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Farah.


Di ruang tengah terlihat Arthur berbicara dengan kakek Wicaksono.


"Kamu sudah turun, Farah?" tanya kakek Wicaksono.


"Sudah, kek." jawab Farah.


Mau ataupun tidak semuanya tidak akan bisa dirubah, Farah tidak ingin hancur karena memikirkan semua yang terjadi.


"Baiklah kalau begitu, Arthur. Aku pergi dulu ya, kamu berbicaralah dengan Farah." kakek Wicaksono dan Rindu yang kemudian pergi meninggalkan Arthur dan Farah.


Farah duduk agak jauh dari Arthur


"Apa kamu baik-baik saja, Farah?" tanya Arthur.


Farah menganggukkan kepalanya, Gadis itu menatap Arthur dengan tatapan mata yang begitu lelah.


"Apa kamu sibuk?" tanya Arthur.


Farah menggelengkan kepalanya,


"Hari ini aku libur kerja, Bolehkah aku mengajakmu jalan-jalan?" tanya Arthur.


Ketulusan yang ditunjukkan Arthur membuat Farah hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Aku akan berpamitan dengan Tuan Wicaksono dan Rindu." ucap Arthur yang kemudian meminta salah satu pembantu untuk memanggil kakek Wicaksono dan Rindu.


"Kok cepat sekali? Memangnya mau ke mana?" tanya Rindu.


"Aku mau mengajak Farah keluar sebentar, Rindu." jawab Arthur.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Tolong dijaga cucuku ya Arthur." minta kakek Wicaksono.


"Baik, Tuan." jawab Arthur.


"Aku harap Farah bisa melupakan sedikit kesedihannya." ucap kakek Wicaksono.


"Tuan Arthur adalah orang yang sangat baik, dia begitu lembut, begitu penyayang. Aku harap Tuan Arthur bisa membuat para sedikit melupakan kesedihannya." ucap Rindu.


"Aku juga berharap seperti itu, Rindu. kakek benar-benar merasa kasihan dengan Farah, 2 orang terdekatku sudah menyakiti gadis itu Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan." jawab kakek Wicaksono.


"Apakah Henry menelpon kakek?" tanya Rindu.


"Hendrik berulang kali menelponku, dia ingin berbicara denganku dan ingin bertemu dengan Farah." jawab kakek Wicaksono.


"Lalu, apa kakek akan membiarkan pria itu menemui Farah?" tanya Rindu.


"Tentu saja kakek tidak akan melakukan hal itu, Rindu. kakek terlanjur kecewa dengan Hendrik."


"Aku juga sangat kecewa, kek. aku sangat kecewa dengan temanku itu, seharusnya ada jalan lain bukan seperti ini. Farah sudah kecewa dua kali aku harap dia tidak akan kecewa lagi."


"Kakek tidak habis pikir gadis baik Farah Kenapa harus selalu disakiti, Sekarang Rudi berada di penjara dia akan membusuk dalam waktu yang lama."


"Tapi, apakah kakek tidak ingin melepaskan cucu kakek itu?"


"Tidak, kakek tidak akan pernah melepaskan dia, Rindu. kakek akan membuat Rudi semakin membusuk di sana."


kekecewaan terlalu luar biasa di hati kakek Wicaksono, pria tua itu berharap Farah akan mendapatkan pria yang sangat baik, di tempat lain Hendrik berada di kantornya, pria itu berulang kali berusaha untuk menelpon Farah, Percuma saja dia melakukannya karena parah sudah memblokir nomor telepon Hendrik.


"Kenapa semuanya harus seperti ini, seharusnya tidak seperti ini."


BRAKK!!


ponsel yang ada di tangan Hendrik dilempar dengan sangat keras. pria itu frustasi dengan keadaannya apa yang harus dia lakukan, Dia begitu terpukul. Lalu bagaimana dengan Farah? Farah lebih terpukul karena melihat dengan dua matanya Hendrik sudah menikahi wanita lain.


DUA JAM KEMUDIAN


Arthur yang berada di sebuah tempat. memang sengaja Arthur membawa para keluar untuk mencari udara sejuk.


"Aku tidak tahu kamu seperti apa dan bagaimana perasaanmu, namun di tempat ini kamu bisa berteriak kamu bisa mengeluarkan seluruh isi hatimu." ucap Arthur.


Farah menatap Arthur, kata-kata yang dikeluarkan oleh pria itu seolah dia sudah mengetahui segalanya.


"Aku tidak akan menangis lagi, Tuan Arthur. Aku tidak akan pernah menangis lagi, aku akan menjalani hidupku. aku akan menjalani semua yang harus aku jalani. Aku tidak akan menjadi wanita lemah lagi aku akan memperjuangkan hidupku." jawab Farah.


Arthur memberanikan diri mendekati Farah.


"Mungkin kata-kata ini tidak pantas aku katakan, namun aku akan selalu bersamamu. aku akan selalu menjadi temanmu." ucap Arthur.


"Terima kasih, Tuan Arthur." jawab Farah.


"Farah, Bolehkah aku mengatakan sesuatu lagi?" tanya Arthur.


"Ada apa, Tuan." jawab Farah.

__ADS_1


"Aku sudah berulang kali mengatakan perasaanku padamu, aku tidak ingin bermain-main dengan perasaanku. hari ini aku ingin menyatakan perasaanku kepadamu lagi, cinta yang selama ini aku rasakan untukmu cinta ini cinta nyata cinta ini ingin membawamu ke pelaminan dan menjadikanmu istriku." ucap Arthur.


Farah menoleh kades itu menatap Arthur yang memang selalu menyatakan perasaannya kepada dia.


"Kenapa Tuan Arthur ingin menikahiku?" tanya Farah.


"Karena aku mencintaimu." jawab Arthur.


"Apa bukan karena kasihan?" tanya Farah.


"Dalam cinta ada begitu banyak perasaan, rasa sayang, ingin memiliki, ingin berbagi ingin bersama dan ingin memberikan segalanya untuk orang yang dia cintai." jawab Arthur.


"Aku capek dengan semua janji manis semua pria, jika Tuan Arthur benar-benar ingin menikahiku.. lamar aku besok." jawab Farah.


DEG.


Arthur tidak akan pernah menyangka Farah mengatakan hal itu.


"Aku tidak peduli kamu menggunakan ku sebagai alat balas dendam atau apapun, aku akan melindungimu aku akan menjagamu Aku tidak akan pernah menyakitimu." ucap Arthur.


Farah tidak menunjukkan ekspresi apapun, kekecewaan itu masih dapat terlihat begitu jelas.


TIGA HARI KEMUDIAN


Arthur memutuskan untuk menjadikan satu acara lamaran serta pernikahan, kabar yang tidak terlalu tersebar itu membuat beberapa tamu undangan sangat terkejut karena pengusaha muda itu akhirnya akan menikahi Farah.


"Kakek ingin kamu yakin kakek tidak ingin kamu menyesal." ucap kakek Wicaksono.


"Aku akan belajar mencintai pria itu, kek." jawab Farah.


"Kakek berharap kamu mendapatkan kebahagiaan," kakek Wicaksono memeluk Farah Terima kasih kek jawab Farah.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2