
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Arthur.
"Tidak ada yang aku pikirkan, Mas. aku hanya mengingat bayangan masa laluku." jawab Farah.
"Apakah bayangan Masa lalu itu sangat menyakitimu?" tanya Arthur.
"Tidak, Mas. bayangan Masa lalu itu tidak terlalu menyakitkan, aku teringat ketika aku berada di desaku. aku hanyalah seorang gadis bodoh yang selalu menjadi bahan olok-olokan, wajahku tidak cantik. wajahku terlihat begitu buruk di antara orang yang ada di desa itu. aku selalu dikucilkan, ketika sekolah pun aku selalu dipandang rendah. bahkan guru-guruku tidak pernah mau memberikan aku pelajaran, aku memang tamat sekolah dasar tapi aku tidak terlalu hafal dengan huruf ataupun pendidikan. setiap kali aku pergi ke sekolah para orang tua murid selalu memintaku pulang. Mereka bilang aku menakuti anak-anak mereka." Farah menceritakan masa lalunya.
Arthur yang mendengar cerita itu hatinya benar-benar teriris, begitu sakit. hanya mendengar cerita istrinya Arthur merasakan kesakitan yang dialami oleh Farah dahulu.
"Apakah sampai sekarang kamu tidak bisa melupakan masa lalu itu?" tanya Arthur.
"Mungkin aku tidak bisa sepenuhnya melupakan masa lalu itu, mas. begitu sakit, aku kehilangan segalanya. Rumah yang begitu penuh arti itu hilang diambil oleh pamanku, Aku ingin membalas orang yang sudah menyakitiku. Biarkan saja dunia mengatakan aku kejam, biarkan orang-orang mengatakan aku seperti iblis. Lalu seperti apa mereka? mereka selalu menyakitiku menyiksaku, bahkan tidak pernah menganggapku sebagai manusia yang pantas untuk dikasih Hani." ucap Farah.
Arthur tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia nampak terdiam 1000 bahasa. begitu menyakitkan cerita istrinya itu, sesaat kemudian Arthur memegang tangan Farah, memberikan semangat serta kekuatan untuk istrinya itu.
"Dirimu yang sekarang bukanlah dirimu yang dahulu, Farah yang sekarang adalah seorang gadis yang sangat tangguh, sekarang Kamu adalah istriku. akan kulakukan apapun untukmu, aku akan selalu menggenggam erat tanganmu melindungimu dan akan selalu menjagamu." ucap Arthur.
"Bukan kekayaan yang aku minta darimu, tapi aku ingin kamu menghargaiku, menghormatiku dan menganggap aku sebagai wanita yang pantas untuk kau jadikan istri." jawab Farah.
Arthur menganggukkan kepalanya, pria itu tersenyum kepada sang istri.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kamu beristirahat. ini sudah malam besok atau lusa aku akan membawamu ke rumah kita, lagi pula Ami untuk beberapa hari ini akan ke rumah mertuanya." ucap Arthur.
Farah berdiri kemudian menatap sang suami.
"Ayo kita tidur, ayo kita beristirahat. Hari ini aku benar-benar capek, Aku ingin mengistirahatkan tubuhku yang sudah kelelahan ini." ucap Farah.
Di salah satu ruangan yang biasa digunakan oleh Farah... nampak Farah akan berganti pakaian, Arthur yang melihat hal itu seketika dia memutar tubuhnya hendak keluar dari kamar.
"Kamu mau ke mana, Mas?" tanya Farah.
"Aku akan keluar sebentar, kamu ganti saja pakaian dahulu, aku-aku akan keluar sebentar." ucap Arthur.
"Kenapa harus keluar dahulu, Memangnya salah kalau aku berganti pakaian di depanmu?" tanya Farah.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kamu tersinggung saat aku ada di sini." ucap Arthur.
"Kenapa harus seperti itu? sekarang kamu itu suamiku. lalu apa yang membuatmu harus keluar saat aku berganti pakaian?" tanya Farah.
"Aku akan memberikanmu waktu, aku tidak ingin memaksamu untuk menerimaku." jawab Arthur.
Farah nampak tersenyum, sesaat kemudian dia berjalan mendekati suaminya. "Jika kamu ingin membuatku jatuh cinta maka kamu harus berusaha. Jika kamu berniat untuk menghindariku lalu Kapan aku akan jatuh cinta padamu?" tanya Farah.
Arthur menatap Farah dengan tatapan mata yang begitu terkesan.
"Aku tidak apa-apa di sini?" tanya Arthur.
"Tentu, aku adalah istrimu dan kamu adalah suamiku. aku tidak akan berdosa jika melihat tubuhmu kan? jadi sebaliknya jika aku tidak memakai apapun tidak akan membuatmu berdosa kan?" tanya Farah.
Arthur kembali tersenyum, sesaat kemudian pria itu membantu istrinya untuk membuka resleting pakaian yang masih dipakai oleh Farah. tubuh yang terlihat begitu bersih, sedikit demi sedikit tangan Arthur nampak menyentuh kulit Farah. terasa begitu lembut, hembusan nafas Arthur mengenai kulit Farah. terasa hembusan nafas itu begitu hangat.
DEG..
DEG..
jantung Farah dan Arthur mulai berdebar begitu kencang, jantung itu berpacu dengan kecepatan yang tidak bisa dikatakan.
Mendengar pertanyaan itu seketika Arthur menarik tangannya, Farah memutar tubuhnya. menatap Arthur yang wajahnya sudah memerah.
"Maaf aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Arthur.
Farah tersenyum, sesaat kemudian salah satu tangan Farah menarik tangan Arthur. pakaian yang sudah terbuka itu sedikit demi sedikit terlepas dari tubuh Farah.
"Aku adalah milikmu, Mas. seutuhnya aku adalah milikmu, tubuh ini milikmu. semuanya ini milikmu. Apakah kamu tidak ingin memilikinya?" tanya Farah.
Kata-kata yang diucapkan oleh Farah bagaikan godaannya begitu luar biasa, wajah yang mulai memanas. jantung yang berdebar begitu kencang. terasa perasaan Arthur bercampur aduk ketika Farah menanyakan hal itu.
"Apakah kamu tidak menginginkan tubuh ini, mas?" tanya Farah kembali.
Arthur terdiam, pria itu nampak menatap tubuh Farah yang hanya memakai pakaian dalam saja. Tak ada kata, Arthur terdiam membeku ketika melihat tubuh istri nya itu.
__ADS_1
"Apakah boleh aku memilikinya?" tanya Arthur.
"Tentu saja kamu boleh memilikinya, semua yang ada di tubuhku adalah milikmu. hari ini jadikan Aku milikmu seutuhnya." jawab Farah.
Mendapatkan jawaban seperti itu seketika jantung Arthur semakin berdebar, tubuhnya mulai merasakan panas yang sangat luar biasa. gejolak jiwanya mulai membara. kata-kata yang diucapkan oleh Farah bagaikan sihir yang benar-benar sangat luar biasa.
Sebuah sihir yang membuat Arthur seperti kehilangan kendali atas dirinya, perlahan-lahan Arthur mendekati tubuh Farah, menyentuh wajah istrinya kemudian turun ke bibir Farah. sentuhan yang diberikan oleh Arthur membuat Farah memejamkan matanya, terasa angin berhembus dengan begitu santai hingga membuat mereka terbuai dalam hembusan angin malam itu.
Ciuman hangat mulai diberikan oleh Arthur, bibir yang telah bersentuhan itu terasa begitu hangat. terasa begitu bergejolak hingga membuat gairah itu seketika menjadi liar.
"Bolehkah aku melakukannya?" bisik Arthur di telinga Farah.
Tak ada jawaban, hanya anggukan yang diberikan oleh Farah.
Jari jemari Arthur menyentuh tubuh istrinya, begitu lembut begitu penuh dengan sensasi yang begitu luar biasa. nafas yang saling berhembus mengenai kulit mereka itu membuat sepasang suami istri itu mulai terlena terlena pada api Gairah Malam itu. ciuman yang begitu romantis, begitu lembut bahkan cuman yang menuntun mereka pada kesan pertama yang begitu bergelora. gairah yang begitu istimewa, cinta yang tiba-tiba hadir di malam pertama mereka.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta