
SATU TAHUN KEMUDIAN
"Apakah semuanya sudah kalian lakukan?" tanya Hendrik kepada beberapa orang suruhannya.
"Kami sudah melakukan apa yang Anda perintahkan Tuan Hendrik, kami sudah merusak beberapa fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan Tuan Arthur." jawab anak buah Hendrik.
"Baguslah kalau begitu, aku ingin kalian menghancurkan beberapa barang penting itu. aku ingin pria itu hancur bahkan pria itu menjadi miskin." jawab Hendrik.
"Tapi, Tuan. Memangnya Apa yang dilakukan oleh Tuan Arthur hingga membuat Tuan begitu membencinya?" tanya anak buah Hendrik.
"Kamu tidak akan paham dengan apa yang dilakukan oleh pria itu, namun yang jelas aku tidak akan membiarkan pria itu hidup dengan tenang. akan kubuat Dia merasakan penderitaanku." jawab Hendrik.
Dua pria suruhan Hendrik sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh pria itu, Sedangkan Keisha yang Mendengar hal itu nampak dia sangat terkejut. jika sampai terjadi sesuatu kepada Arthur maka Farah akan menjadi terluka, di saat itu Hendrik akan menjadi penyelamat untuk mengambil hati Farah.
"Ternyata kamu mempunyai rencana jahat, Mas. kamu ingin mengambil wanita itu dari suaminya, ternyata sampai sekarang kamu masih belum bisa melupakan wanita itu." guman Keisha dalam hati setelah dia Mendengar pembicaraan antara Hendrik dan dua orang suruhannya.
Sudah 1 tahun Hendrik menikah dengan Keisha, begitu pula Arthur dan Farah. 1 tahun pernikahan mereka Arthur sudah memantapkan hatinya untuk menjadi istri yang sempurna bagi Arthur. apalagi Arthur tidak pernah menuntut Farah untuk segera memiliki keturunan, karena Farah sendiri memiliki cedera perut akibat dulu dia dilempar oleh Rudi ke kolam renang.
Keisha nampak terpukul, dia benar-benar tidak pernah bisa mendapatkan perhatian ataupun Cinta dari Hendrik. setiap hari Hendrik hanya bisa memikirkan mengenai Farah Farah dan Farah, hingga saat ini pria itu Masih memikirkan wanita itu bahkan sekarang Hendrik sudah berubah. Dia memiliki sifat yang begitu keras, keinginannya harus dia dapatkan bagaimanapun caranya.
Di kediaman Arthur Arthur sedang memasak makanan kesukaan suaminya, wanita itu nampak begitu terampil dengan beberapa bahan makanan yang ada di dapur.
"Kamu sedang masak apa, Farah?" tanya kakek Wicaksono.
Hari ini kakek Wicaksono menginap di tempat Arthur dan Farah, pria tua itu sudah berada di dapur saat Farah mulai memasak..
"Kamu lagi masak apa, Farah?" tanya kakek Wicaksono.
"Hari ini aku lagi membuat ayam bakar, ikan bakar sama beberapa olahan seafood kek." jawab Farah.
"Kenapa makanannya seperti itu semuanya? Memangnya kamu tidak ingat kalau Kakek ini menginap di sini?" tanya kakek Wicaksono.
"Tentu saja aku ingat, maka dari itu aku membuat salad sayur sama salad buah-buahan kemudian aku juga membuat beberapa pepes gurame." jawab Farah.
"Sebenarnya kakek sih ingin makan makanan seafood itu, tapi nanti kolesterol kakek malah naik." ucap kakek Wicaksono yang malah sudah memakan buah-buahan yang sudah dicuci oleh Farah.
"Apa kakek mau aku buatkan kopi atau susu hangat?" tanya Farah.
"No-no-no.. jangan kopi, buatkan aku susu coklat hangat setelah itu kue kering buatanmu yang kemarin. lalu... nasi goreng." kakek Wicaksono yang kemudian berjalan kembali ke ruang keluarga.
__ADS_1
Di lantai 2 Arthur menatap kakek Wicaksono yang sudah makan sesuatu, pria itu turun menghampiri kakek Wicaksono.
"Kakek makan apa?" tanya Arthur.
"Ini kakek lagi makan apel sama leci." jawab kakek Wicaksono.
"Lalu di dapur ada makanan apa yang sudah matang kek?" tanya Arthur.
"Kamu lihat aja." jawab kakek yang membuat Arthur berjalan ke dapur.
Di dapur Farah sedang membuat beberapa makanan bersama beberapa pelayan.
"Pagi, sayang." Arthur yang mendekati sang istri sembari memberikan kecupan di pipinya.
"Pagi Mas." jawab Farah.
"Masak apa?" tanya Arthur.
"Mau buat ayam bakar, ikan bakar, pepes gurame sama nasi goreng seafood." jawab Farah.
"Nasi gorengnya buat biasa aja nggak usah dikasih seafood. kasihan kakek kalau makan sesuatu yang ada seafoodnya, nanti kolesterolnya naik malah kasihan." ucap Arthur.
"Tuan, apa Tuan mau dibuatkan kopi?" tanya salah satu pembantu.
"Tidak usah, nanti biar Istriku yang membuatkan." jawab Arthur.
Seorang pembantu muda nampak tersenyum menatap Arthur, salah satu pembantu yang baru beberapa bulan bekerja di rumah Arthur.
"Tuan, apa Tuan ingin dibuatkan sesuatu?" tanya si pembantu lagi.
"Tidak usah, kalau aku ingin mengambil sesuatu akan aku ambil sendiri. kamu bantu istriku untuk mengupas atau membersihkan bahan-bahan itu." jawab Arthur.
"Kamu ingin dibuatkan apa, Mas?" tanya Farah.
"Tolong kamu buatkan kopi saja, Sayang." jawab Arthur.
Pembantu muda itu menatap Arthur dengan tatapan mata yang sedikit kesal, tadi dia berusaha untuk menawarkan sesuatu namun dia tidak mau. saat istrinya yang menawarkan dia langsung membuka mulut.
"Nyonya, Apa makanannya ini akan dibawa ke ruang keluarga atau di ruang makan?" tanya salah satu pembantu yang berusia sekitar 35 tahun.
__ADS_1
"Kamu bawa aja ke ruang makan ya Mbak, nanti setelah ini tolong bersihkan dapurnya. aku sama suami serta kakekku akan makan dahulu. kalian kalau makan makan saja nggak usah nunggu kami selesai makan." ucap Farah.
"Iya Nyonya." jawab si pembantu.
Pembantu muda yang bernama Farida terus menatap Arthur dengan tatapan mata yang benar-benar begitu mengharapkan. sedangkan satu pembantu yang bernama Hanum dia hanya menatap Farida dengan tatapan mata yang tidak menyukai wanita muda itu. kalau bukan pembantu tua yang sudah bekerja di rumah itu dia mungkin tidak akan mau membawa masuk Farida ke tempat Arthur.
"Kamu jangan bengong saja, cepat bersihkan dapurnya." pinta Hanum.
"Iya-iya kenapa cerewet banget sih." ucap Farida yang kemudian membersihkan dapur.
"Oh ya, Farida. memangnya Tuan Arthur sama Nyonya Farah itu sudah menikah berapa tahun sih? Kenapa mereka belum mempunyai anak?" tanya Farida.
"Memangnya kenapa kamu tanya-tanya seperti itu?" tanya Hanum.
"Ya... aku mau tanya saja kenapa nyonya Farah masih belum mempunyai anak? apa Dia mandul atau bagaimana?" tanya Farida dengan mulut yang tidak bisa dijaga sama sekali.
"Jaga mulutmu itu ya, Nyonya Farah sama Tuan Arthur itu baru menikah satu tahun. lagi pula Kenapa sih kamu tanya-tanya seperti itu, itu bukan urusanmu. kamu di sini digaji untuk bekerja bukan untuk bergosip, kalau kamu bergosip lebih baik kamu pulang nggak usah bekerja lagi." jawab kesal Hanum.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta