
"Kita tidak bisa membiarkan gadis ini seperti ini, kita harus membawa gadis ini ke rumah sakit. kelihatannya gadis ini kondisinya dalam bahaya!!" seru Hendrik yang kemudian meminta sopir pribadinya untuk membawa mereka ke rumah sakit.
Tatapan mata Rindu menatap gadis yang ada didepannya, tatapan mata itu benar-benar begitu sayu, dia benar-benar merasa kasihan wanita yang ada di depannya ini. sekitar 50 menit kemudian akhirnya Rindu dan Hendrik telah tiba di salah satu rumah sakit, kedua orang itu dengan terburu-buru mencari Dokter untuk menyelamatkan Farah.
*RUMAH SAKIT*
"Dokter, dokter!!" teriak Rindu.
Seorang dokter keluar dari salah satu ruangan. "Ada apa, nona?" tanya dokter.
"Dokter, tolong saudara saya." Rindu yang benar-benar sangat ketakutan.
"Dokter, cepat tolong gadis ini." pinta Hendrik.
"Kalian bawa saja dia ke ruangan ini." dokter yang kemudian ikut masuk ke salah satu ruangan. terlihat dokter itu menatap wajah Farah yang begitu pucat, wajahnya benar-benar sudah menunjukkan kalau dia tidak ada nyawa.
SATU JAM KEMUDIAN
"Bagaimana Dokter!" seru Rindu yang bertanya kepada Dokter yang memeriksa Farah.
"Kelihatannya gadis ini mengalami kritis, Nona. dia dalam bahaya, nyawanya mungkin akan terancam." jawab si dokter.
DEG..
DEG..
Rindu yang mendengar jawaban dari Dokter tersebut, kakinya tiba-tiba langsung lemas. wanita itu tidak akan pernah mengira kalau orang-orang kaya yang ada di pesta itu adalah orang-orang brengsek, orang-orang yang selalu mempermainkan nyawa orang lain.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan dokter?" tanya Rindu.
"Kita harus merawatnya di rumah sakit ini, dia sekarang mengalami kritis. Saya tidak tahu kapan dia akan bangun. kelihatannya dia pernah mengalami trauma yang sangat berat." jawab si dokter.
Rindu menghela nafas begitu kasar, tiba-tiba Gadis itu memegang jantungnya. niat hati dia harus mencari tahu mengenai istri kontrak dari sepupunya itu atas perintah kakeknya, namun sekarang yang terjadi Rudi seolah berniat membunuh gadis lugu itu. seketika Rindu terduduk di lantai rumah sakit, dia tidak pernah mengalami hal seperti ini.
"Ada apa denganmu, Rindu?" tanya Hendrik kepada Rindu.
"Kelihatannya sakitku kambuh lagi." jawab Rindu.
Ternyata Hendrik dan Rindu saling mengenal satu sama lain. seorang pria kaya yang memang berteman dengan Rindu semenjak dahulu.
"Apakah suamimu tahu kalau kau kau berada di rumah Rudi?" tanya Hendrik.
"Tentu saja tidak, Hendrik. Dia sedang berada di London, aku takut kalau dia tahu aku berada dirumah Hendrik. kamu tahu sendiri kan dia pasti akan sangat marah." jawab Rindu.
"Sebaiknya kamu diperiksa dahulu, aku yakin kondisi mu juga dalam bahaya." ucap Hendrik.
Tatapan mata Rindu menatap Hendrik.
__ADS_1
"Hendrik aku minta tolong padamu." pinta Rindu.
"Memangnya ada apa tanya?" Henry Hendrik.
"Tolong kamu jagalah gadis itu baik-baik saat aku dalam kondisi seperti ini." pinta Rindu.
"Memangnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Hendrik.
"Kau lihat sendiri kan bagaimana orang-orang itu mempermainkan Gadis itu." jawab Rindu.
"Tenang saja, kau tidak usah khawatir seperti itu." ucap Hendrik.
BRUKK..
Tiba-tiba tubuh Rindu langsung tidak sadarkan diri karena dia mengalami serangan jantung. salah seorang dokter langsung membawa Rindu untuk diperiksa. tubuh yang tidak berdaya itu akhirnya dibawa ke salah satu ruangan.
Sedangkan Hendrik, terlihat pria itu menatap gadis muda yang tadi dia tolong, tatapan matanya terus menatap Farah. dia teringat dengan saudarinya yang memiliki wajah seperti Farah, selalu dibully bahkan dia selalu di olok-olok.
DEG..
seketika jantung Hendrik terasa diremas. Dia benar-benar merasakan kesakitan yang dulu selalu dirasakan oleh saudaranya tersebut, hanya menangis dan menangis itulah yang dilakukan oleh saudari Hendrik. Tak Ada Yang Bisa menolongnya selain dia.
"Lihatlah Citra, Gadis ini sangat mirip denganmu. dia selalu dihina bahkan dia selalu dipandang sebelah mata." ucap Hendrik saat melihat Farah sudah berada di satu ruangan.
Berbeda dengan Farah, ternyata Rindu mengalami serangan jantung dan diharuskan untuk melakukan semua pemeriksaan. 3 hari kemudian keadaan Rindu sudah baik-baik saja sedangkan Farah terlihat Gadis itu masih koma.
KEESOKAN HARI
Seorang pria tampan, dia adalah suami dari Rindu, pria itu bernama Rodrigo seorang pria asing yang sudah menikahi Rindu. memang pernikahan Rindu dan Rodrigo disembunyikan dari para awak media, karena Rindu adalah tipe wanita yang tidak suka kehidupannya selalu dicampuri oleh para wartawan.
"Bagaimana kondisi Rindu, Hendrik?" tanya Rodrigo.
"Dia sudah sadar, kondisinya sudah baik-baik saja. kemungkinan dia sangat terkejut dan ketakutan saat kami menyelamatkan seseorang." jawab Hendrik.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Rodrigo.
"Duduklah, Aku akan menceritakannya padamu." jawab Hendrik.
Beberapa menit kemudian salah satu perawat masuk ke ruangan Farah.
"Kelihatannya gadis itu mengalami trauma yang sangat hebat, Lihatlah bahkan dia masih belum sadarkan diri." ucap Rodrigo kepada Hendrik.
Rindu keluar dari kamar rawatnya.
"Kau tidak tahu saja, Sayang. bagaimana kehidupannya, dia benar-benar dipermainkan dia benar-benar menjadi bahan olok-olokan, bahan untuk dijadikan bully. dia adalah gadis yang sangat kesepian aku bisa melihat dari tatapan matanya." jawab Rindu.
"Kalau begitu dia adalah gadis yang sangat menderita?" tanya Rodrigo.
__ADS_1
"Tentu saja, sayang. dia benar-benar sangat menderita, pertama kali melihatnya aku benar-benar merasa kasihan." jawab Rindu.
"Sudah berapa lama gadis ini bekerja di tempat Rudi, Rindu?" tanya Hendrik.
"Sekitar satu atau dua bulan, aku juga kurang paham." jawab Rindu.
"Dia seperti adikku dulu sebelum dia bunuh diri, dia selalu diperlakukan seperti ini. mereka selalu membuatnya nampak seperti sampah yang harus segera mereka singkirkan." ucap Hendrik.
"Apakah tidak lebih baik kita membawa gadis ini pergi dari tempat para manusia laknat itu?" tanya Rindu kepada suaminya.
"Tentu saja kau boleh membawanya, karena jika Gadis itu berada di tempat mereka aku yakin mereka terus akan menyiksanya." jawab Rodrigo.
"Aku benar-benar merasa kasihan kepada gadis ini, Suamiku. kau tidak pernah melihat bagaimana cara mereka menyiksanya hanya karena wajahnya seperti itu." ucap Rindu.
"Bagaimana caranya kita membawa dia keluar dari tempat itu, Rindu?" tanya Hendrik.
"Aku akan mencari cara untuk membawanya pergi." jawab Rodrigo.
"Hendrik adalah pria keparat yang selalu menginginkan sesuatu yang tidak harusnya dia miliki. dia selalu mempunyai ambisi yang sangat besar, dia menggunakan gadis ini untuk mengeruk semua harta kekayaan paman." ucap Rindu.
"Apa kamu yakin?" tanya Hendrik yang terkejut.
"Aku juga tidak tahu bagaimana jalan pikiran Rudi, namun aku tidak ingin gadis ini terus menjadi bahan cemoohan di tempat itu." jawab Rindu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
- Mahar cinta
__ADS_1