
SINGAPORE
*MANSION ARTHUR*
"Kamu mau makan apa, Farah?" tanya Arthur.
"Tadi aku sudah memasak masakan kesukaanku." jawab Selena.
"Memangnya kamu memasak apa?" tanya Arthur kembali.
"Ya masakan sederhana yang bisa aku masak." jawab Farah.
"Boleh aku cicipi?" tanya Arthur.
"Boleh." jawab Farah.
Ketika Arthur hendak mengambil sendok untuk mencicipi masakan Farah, seketika Hendrik langsung menarik piring yang sudah tersaji di meja makan.
"Masakanmu selalu enak, Farah." ucap Arthur.
BRAKK!!
"Kamu kenapa tiba-tiba langsung nongol, Kenapa makanannya langsung ditarik?!" Arthur tidak terima.
"Memangnya Kenapa? kamu kan orang kaya tidak terbiasa dengan masakan seperti ini." jawab Hendrik yang langsung memakan masakan Farah.
"Dasar tidak tahu diri!!" seru Arthur.
"Heh...," jawab santai Hendrik sambil makan masakan Farah.
"Dasar tidak tahu diri!!!!"
Arthur yang tidak terima.
"Kan masih ada lagi." Farah menengahi.
"Jangan, jangan kasih makanannya sama dia!" seru Hendrik.
"Kalian ini ngapain sih!" Farah yang marah.
"Ada apa, Farah?" tanya Mia.
"Ada anak kecil yang bertengkar." jawab Farah.
"Dimana?" tanya Mia.
"Tuh di sana." jawab Farah sembari menunjuk Arthur dan Hendrik yang sedang bertengkar.
"Mereka sedang memperebutkan apa?" tanya Mia.
"Mereka memperebutkan makanan yang tadi aku masak." jawab Farah.
"Mereka benar-benar seperti anak kecil ya?mungkin mereka waktu kecil tidak pernah makan makanan seperti itu, Jadi mereka sekarang menunjukkan sifat aslinya."
Mia yang kemudian mengajak Farah pergi.
"Kamu mau ke mana?" tanya Arthur.
"Mau keluar sebentar, besok kan kita sudah kembali ke Indonesia. Mbak Mia mau mengajakku keliling tempat ini." jawab Farah.
"Jangan lama-lama!" seru Hendrik.
"Nggak bakal." jawab Farah.
Hendrik nampak menatap Arthur dengan begitu intens, begitu pula dengan Arthur. dia menatap Hendrik dengan begitu intens seperti diantara mereka berdua ada sengatan listrik permusuhan.
*TAMAN MANSION*
"Farah, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." ucap Mia.
"Memangnya ada apa, mbak Mia?" tanya Farah.
__ADS_1
"Aku ingin menanyakan mengenai Hendrik, Apakah kamu memiliki hubungan dengan Hendrik?" tanya Mia kepada Farah.
"Kenapa Mbak Mia menanyakan hal itu?" tanya Farah.
"Karena ada sesuatu yang aku lihat dari hubungan kalian berdua." jawab Mia.
"Memangnya hubungan kami seperti apa, Mbak?" tanya Farah kembali.
"Aku dapat melihat kalau pria itu memiliki perasaan denganmu." jawab Mia.
Seketika Farah tersenyum menatap Mia.
"Ya tidak mungkin lah Mbak, Karena Mas Hendrik sudah mempunyai kekasih." jawab Farah.
"Apa kamu yakin?" tanya Mia.
"Tentu saja, aku yakin Mbak. karena aku tahu siapa wanita itu." jawab Farah.
"Apa kamu yakin?" tanya Mia.
"Tentu." jawab Farah.
"Baiklah kalau begitu."
Mia kemudian mengajak Farah pergi ke suatu tempat.
*BEBERAPA HARI KEMUDIAN*
*AGENSI RINDU*
"Farah!" panggil Rindu.
"Ya mbak."
Farah sudah selesai pemotretan.
"Farah, ada seseorang yang ingin bertemu." ucap Rindu.
"Seperti yang sudah kita rencanakan beberapa waktu yang lalu." jawab Rindu.
Seketika Farah tersenyum, Dia sudah pergi dari Indonesia selama satu minggu jadi hari ini Pak Bambang Kembali ke tempat agensi Rindu untuk menanyakan mengenai Farah.
"Jadi pria itu ada di sini?" tanya Farah.
"Tentu." jawab Rindu.
Dengan semua keangkuhan dan kearoganan Farah akhirnya gadis itu menemui Pak Bambang.
"Selamat pagi."
Farah yang sudah berada di ruangan Rindu.
Pak Bambang menoleh menatap Farah, pria itu menatap Farah dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Kamu model yang bernama Farah itu kan?" tanya Pak Bambang.
"Iya, Tuan." jawab Farah.
Untuk pertama kali dia bersikap begitu ramah dengan semua kelembutan yang dia miliki.
"Ada apa anda kemari, Tuan?" tanya Farah.
Pak Bambang harus berbicara dengan baik agar kata-katanya tidak menyinggung model itu.
"Begini, Nona Farah. Aku ingin mengatakan sesuatu." jawab Pak Bambang.
"Iya, ada apa?" tanya Farah.
"Aku ingin minta tolong kepada nona Farah untuk mencabut tuntutan mengenai menantu saya."
pak Bambang menatap Farah, dia meyakinkan dirinya untuk segera mencabut laporan itu.
__ADS_1
"Memangnya siapa menantu anda?" tanya Farah yang berpura-pura.
"Rudi." jawab pak Bambang.
Farah langsung tersenyum.
"Untuk apa anda kemari?"
Farah mulai menunjukkan sikap tidak suka.
"Aku tahu ini semua adalah kesalahpahaman.". ucap pak Bambang.
"Ini semua bukan salah faham, ini semua adalah ulah dari pria itu." jawab Farah.
"Aku mohon kamu cabut tuntutan itu." pinta pak Bambang.
"Aku tidak mau, aku tidak akan pernah melakukan hal itu."
Farah mulai kesal.
"Saya meminta kepada Nona Farah untuk mencabut laporan itu, saya yakin menantu saya tidak bermaksud untuk melecehkanmu. apalagi kalian berdua adalah sepupu, bukan?" tanya Pak Bambang.
Farah kembali tersenyum, Gadis itu menatap pria tua yang pikirannya begitu picik. "Kami tidak ada hubungan darah, kami bertemu ketika kami sudah dewasa. dia tidak pernah memandangku sebagai saudara, dia selalu memandangku sebagai orang asing. dia selalu mempunyai pikiran buruk kepada saya, lalu Apakah anda tahu dia juga pernah memiliki perasaan kepada sepupunya yang lain?" tanya Farah.
"Maksudmu?" tanya Pak Bambang kembali.
"Dia pernah mencintai Rindu, pemilik agensi model ini. Apakah Tuan tidak pernah mencari tahu mengenai siapa menantu Tuan Bambang itu. seorang pria yang memiliki tempramen buruk dan watak yang buruk." Farah mulai mencerca Pak Bambang.
"Saya akan membayar berapapun agar kamu mencabut laporan itu." Pak Bambang mulai menunjukkan keangkuhannya.
"Kalau begitu saya juga akan membayar 10 kali lipat agar menantu Tuan itu mendekam di penjara. Bahkan dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat." jawab Farah.
Semua kata-kata yang diucapkan Pak Bambang selalu dibalikkan oleh Farah.
"Aku meminta dengan baik, Jadi aku minta tolong padamu untuk mencabut laporan itu demi kebaikan kita bersama."
Pak Bambang mulai mengancam Farah.
"Aku tidak peduli, Jika anda ingin mengancam saya.. saya bisa melakukan sesuatu yang sama, Jika Anda berani mengancam saya. saya juga bisa melaporkan anda dengan tuduhan yang lebih menyakitkan." jawab Farah.
"Ternyata kamu adalah wanita licik." ucap Pak Bambang.
"Jika saya wanita licik, Lalu siapa menantu anda? dia adalah pria brengsek yang selalu menginginkan wanita-wanita cantik untuk memuaskan dirinya. tuan Bambang harus mencari tahu mengenai menantu tuan Bambang itu. salah satu model di tempat ini pun pernah menjadi sasarannya, bahkan wanita itu mempunyai keturunan dari menantu kesayangan anda itu." ucap Farah.
Pak Bambang tidak bisa menerima kata-kata yang diucapkan oleh Farah.
"Bohong! dasarkan wanita pembohong!!" teriak Pak Bambang.
"Terserah anda mau percaya atau tidak, Tapi akan lebih baik jika anda mencari tahu mengenai wanita itu. setelah anda mendapatkannya Anda bisa mencari kebenarannya. Apakah saya yang berbohong atau menantu kesayangan anda itu yang berbohong." jawab Farah dengan amarah yang semakin besar.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta