MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
FARAH DOSEN CANTIK


__ADS_3

BEBERAPA HARI KEMUDIAN


UNIVERSITAS


Di sebuah universitas swasta yang ada di Jakarta, Farah datang bersama Hendrik. gadis muda itu membawa mobil hitam elegan yang di berikan oleh Kakek Wicaksono.


"Ayolah Farah, apakah kau tidak terlalu cantik memakai pakaian itu. bisa-bisa kau nanti dikira sebagai mahasiswa baru." ucap Hendrik yang protes dengan penampilan kece badai milik Farah.


"Apaan sih mas, masa Aku dikira mahasiswa. aku ke sini kan sebagai dosen pembantu Mas Hendrik." jawab Farah.


penampilan Farah yang sangat sederhana namun riasannya begitu mempesona, wajah Farah sekarang sudah berbeda dengan yang dahulu. perawatan yang sering dilakukan oleh Farah di salah satu rumah sakit membuat wajah Gadis itu benar-benar berubah seratus persen. walaupun Farah hanya melakukan operasi pada bagian hidung dan mulut saja, hal itu sudah membuat Farah benar-benar berubah total.


"Ayolah mas..," goda Farah.


"Entahlah." jawab Hendrik.


Jika Rudi sekarang bertemu dengan Farah, pria itu tidak akan pernah mengenali istrinya tersebut. hingga kini Farah tidak tahu kalau dirinya adalah istri dari Rudianto cucu dari kakek Wicaksono.


"Tapi, bisa tidak kau memakai riasan standar. pakaian standar dan bergaya standar?" tanya Hendrik yang melihat penampilan Farah dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Mas ini apaan sih, pakaian standar wajah standar gaya standar. bahkan aku hanya memakai lipstik dan bedak saja. Mas kira aku ini memakai make up seluruh tokoh hingga begitu tebal?" tanya Farah yang sedikit kesel karena Hendri mengatakan kalau seolah gadis itu memakai riasan yang sangat tebal.


"Tapi, kalau ada dosen seperti ini lebih dari satu. aku yakin seluruh mahasiswa yang ada di kampus ini setiap hari akan masuk." guman Hendrik dalam hati yang kemudian mengajak Farah masuk ke dalam kampus.


"Ayo." ajak Farah.


"HEHH..," Hendrik menghela nafasnya.


"Kita jadi masuk atau Mas Hendrik menyuruhku berdiri di sini mematung sampai jam pelajaran selesai?" tanya Farah.


"Kamu hari ini menjengkelkan banget ya, Farah." ucap Hendrik yang membuat Farah tersenyum.


"Ih..., kok gitu sih mas." jawab Farah.


Akhirnya mau tidak mau Hendrik membawa Farah ke salah satu kampus tempat dia mengajar. para mahasiswa yang ada di sana begitu terkagum saat melihat seorang wanita cantik memasuki kampus tempat mereka.


"Hei hei, lihat-lihat Pak Hendrik membawa salah satu mahasiswi baru. Mungkin dia adalah keponakan Pak Hendrik." ucap salah satu para mahasiswa Hendrik yang mengatakan hal itu.


Hendrik tidak mampu menahan senyumnya saat Farah dikira sebagai mahasiswa baru, mungkin Jika mereka tahu umur Farah masih dua puluh tahun mereka benar-benar akan menganggap Farah adalah mahasiswa pindahan dari kampus lain.


RUANG DOSEN


"Masuklah." ajak Hendrik.


"Ini ruangan siapa?" tanya Farah.

__ADS_1


"Ruang dosen." jawab Hendrik.


Di salah satu ruangan Hendrik sudah masuk bersama dengan Farah. terlihat pria itu akan memperkenalkan salah satu dosen baru, sebenarnya kemarin Farah sudah berkenalan dengan beberapa dosen senior yang ada di kampus tersebut. mereka benar-benar tidak percaya gadis muda itu akan menjadi dosen pembantu Hendrik.


RUANG KELAS


"Apakah anda membawa mahasiswa baru, pak!!" seru beberapa mahasiswa saat melihat Farah.


Hendrik tersenyum saat mereka mempertanyakan hal itu, gadis cantik itu menatap satu persatu para mahasiswa yang ada di sana. semua yang ada di pikiran Hendrik memang benar adanya, Farah benar-benar dikira sebagai mahasiswa baru yang ada di kampusnya.


"Pak Hendrik, Siapa gadis cantik itu?" tanya beberapa mahasiswa.


"Dia?" tunjuk Hendrik.


"Iya pak." jawab seorang mahasiswa.


"Bukan, dia bukanlah mahasiswa baru. namun dia adalah salah satu dosen pengajar yang akan membantu ku." jawab Hendrik.


"Halo, selamat siang." sapa Farah dengan senyum yang begitu cerah. bagaikan sinar mentari yang baru terbit di pagi hari.


"Anda yakin pak? Apa bapak tidak salah mencari bosen? bahkan gadis itu seperti seorang mahasiswa baru!!" seru para mahasiswa.


Sebuah senyum yang ditunjukkan oleh Farah, gadis itu begitu santai bahkan dia tersenyum kepada para mahasiswa yang ada di sana.


"Maaf mbak, Apakah Mbak Salah satu itu model yang ada di majalah fashion?" tanya salah satu mahasiswi.


"Benarkah?" tanya Farah.


"Iya, kamu pernah lihat aku ya?" tanya Farah.


"Tentu!" seru seorang mahasiswa.


"Kalau begitu aku tidak harus memperkenalkan diri lagi kan?" tanya Farah.


"Hehh...," Hendrik menghela nafasnya.


CUIT!!


CUIT!!


Suara siulan dari para pelajar pria saat mereka mendapatkan pemandangan baru yang benar-benar sangat cantik. tentu saja hal itu membuat para pelajar pria benar-benar disuguhkan pemandangan yang begitu luar biasa, salah satu dosen wanita yang ada di kampus tersebut nampak merasa tidak menyukai kehadiran Farah yang bersama dengan Hendrik. apalagi dosen wanita itu nampak menyukai Hendrik.


"Terima kasih atas salam perkenalannya, mulai sekarang saya akan menjadi pengajar di beberapa kelas yang ada di kampus ini." ucap Farah.


"Wow.., pemandangan baru!" seru para mahasiswa yang membuat Farah hanya tersenyum.

__ADS_1


Hari itu dilalui oleh Farah sebagai pengajar pembantu di salah satu kampus swasta. tentu saja dengan semangat empat lima, Farah mulai menjelaskan pembelajaran-pembelajaran yang ada di sana, padahal seharusnya Farah adalah salah satu mahasiswa semester empat.


"Memangnya Apa hubungan dia dengan Pak Hendrik? Mengapa Pak Hendrik begitu dekat dengan gadis itu." ucap salah satu dosen wanita yang ada di kampus tersebut.


Bu Jayanti, dia adalah salah satu dosen yang benar-benar tergila-gila dengan Hendrik, wanita yang berusia 30 tahun itu selalu mengejar-ngejar Hendrik seperti tidak mempunyai pekerjaan lain. wanita itu selalu Memberikannya kado, membawakannya makan siang bahkan memberikan perhatian yang tidak diperlukan.


"Baiklah, terima kasih atas perhatian kalian dan kerjasama kalian." ucap Farah yang kemudian keluar dari ruangan tempat dia mengajar. beberapa mahasiswa pria langsung berlari untuk mengejar Farah.


"Nona cantik!!" seru salah satu mahasiswa yang bernama Rangga, salah seorang Putra pengusaha yang lumayan kaya.


"Iya, ada apa?" tanya Farah yang memberhentikan langkah kakinya. Gadis itu menatap Rangga sembari membawa beberapa buku yang sangat banyak.


"Apakah anda membawa mobil? kalau tidak saya akan mengantarkan Anda pulang." tanya Rangga sambil menundukkan kepalanya. pria yang sudah berumur 20 tahun itu nampak malu-malu saat menawarkan untuk mengantar Farah pulang.


"Memangnya ada apa?" tanya Farah.


"Saya akan mengantarkan Bu Farah pulang." jawab Rangga.


"Sebenarnya kalau aku tidak bawa mobil aku mau saja di antar, tapi aku bawa mobil." jawab Farah.


"Duh.., dia cantik banget." guman Rangga dalam hati.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+


- Mahar cinta

__ADS_1


__ADS_2