MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
BUNGA UNTUK FARAH


__ADS_3

"Seneng dong." sindir Hendrik.


"Ogah banget aku, kalau harus tiap hari menerima bunga seperti ini." ucap Farah.


"Memangnya kau mau bunga apa selain bunga itu?" tanya Hendrik.


"Tentu saja aku mau bunga deposito Mas, lebih berguna daripada bunga ini." jawab Farah Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kau itu gadis kecil yang matre banget sama bunga deposito." jawab Hendrik.


"Ya tentu saja lah Mas hidup itu butuh uang, kalau nggak butuh uang mana bisa hidup. kalau nggak percaya tanya aja sama teman-teman masih itu." ucap Farah yang kemudian meletakkan bunga dari seseorang itu.


"Sudah-sudah cepat kamu bereskan pekerjaanmu." minta Hendrik.


Memang untuk saat ini Hendrik masih belum mempunyai perasaan sama sekali terhadap Farah, karena pria itu hanya menganggap gadis kecil itu sebagai adik kecilnya.


"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Hendrik kepada Farah.


"Hari ini aku mau ke perusahaan Mbak Rindu, Mas. karena Mbak Rindu ingin berbicara sesuatu padaku." jawab Farah.


"Mau ku antarkan?" tanya Hendrik kepada Farah.


"Tentu saja Mas harus mengantarkan aku, karena aku kan tidak membawa mobil." jawab Farah.


"Bu Farah mau ke mana?" tanya salah satu dosen wanita.


"Aku mau kembali ke perusahaan, Bu. aku mau ke agensi untuk pemotretan terlebih dahulu." jawab Farah.


"Enak dong kalau kita menjadi model terkenal, kan banyak uang ya Bu Farah?" tanya salah satu model.


"Tentu saja kita akan banyak uang, apalagi beberapa model papan atas itu bayarannya sangat fantastis loh bu." jawab para sambil tersenyum.


Akhirnya setelah jam mengajar selesai Hendrik mengantar Farah ke agensi milik Rindu, pria itu benar-benar ingin tertawa saat bersama dengan Farah. kata-katanya yang begitu lugu namun gadis itu mempunyai watak yang benar-benar sangat keras.


"Memangnya ada perlu apa Rindu sama kamu?" tanya Hendrik kepada Farah.


"Aku tidak tahu Mas, yang jelas mungkin itu masalah perusahaan." jawab Farah.


"Ya udah kalau begitu, kau tidak boleh terlalu capek Apalagi bulan depan kakek Wicaksono ingin menyerahkan seluruh perusahaannya padamu." ucap Hendrik yang membuat Farah menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja aku ingat Mas, bahkan setiap hari kakek selalu mengatakan hal itu padaku. bagaimana mungkin aku tidak ingat dengan semua itu." jawab Farah.

__ADS_1


Hendrik tersenyum, pria itu menatap gadis muda yang seumuran dengan almarhum adiknya.


"Kalau Setelah dari rumah Rindu, sebaiknya kau istirahat. tidak baik bagi gadis usiamu terus keluyuran di luar." Hendrik yang memperingatkan Farah.


"Mas kira aku ini wanita apaan suka keluyuran malam-malam." jawab Farah yang kemudian membuka ponselnya.


Sekitar 10 menit kemudian akhirnya mereka berdua sudah sampai di rumah Rindu.


"Kau harus hati-hati ya, karena kau tidak membawa mobil." pinta Hendrik.


"Iya Mas, nanti aku minta tolong sama supir pribadi Mbak Rindu Untuk mengantarkanku pulang." jawab Farah yang kemudian menyuruh Hendrik untuk segera pergi. karena pria itu bukanlah pria yang tidak punya pekerjaan yang hanya disuruh untuk menemani Farah saja.


Hari itu Rindu sengaja menyuruh Farah untuk ke rumahnya, Rindu akan menjelaskan semua permasalahan mengenai Rudi.


"Lalu, Bagaimana menurut Mbak Rindu?" tanya Farah.


"Aku tidak ingin kamu bekerja sama dengan pria itu." jawab Rindu.


"Sebenarnya aku juga tidak ingin bekerja sama dengannya, Mbak. tapi kalau untuk suatu hal yang lain mungkin aku bisa melakukannya." jawab Farah.


"Maksudmu?" tanya Rindu.


"Mbak bilang aja kalau aku tidak mau bekerja sama dengannya, biarkan pria itu semakin penasaran denganku. aku ingin membalas semua kelakuan kejamnya padaku dulu." ucap Farah.


"Oh ya, bagaimana dengan kontrak kerjasama yang Mbak minta padamu waktu itu, kita akan semakin berkembang jika bekerjasama dengan Tuan Arthur?" tanya Rindu.


"Terserah mbak saja, Mbak atur aja nanti aku yang akan tandatangani kontrak kerjasamanya." jawab Farah.


"Kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat besar jika kita bekerja sama dengan tuan Arthur, yang aku tahu pria itu sangat baik, royal dan dia selalu menghargai dan menghormati wanita." ucap Rindu.


"Terserah Mbak Rindu aja, Mbak Rindu atur semuanya Jika menurut Mbak Rindu baik aku akan menyetujuinya." jawab Farah.


Rindu benar-benar sangat bahagia saat Farah menyetujui bekerja sama dengan Arthur, seorang pengusaha sukses yang mempunyai begitu banyak perusahaan bahkan perusahaan yang ada di luar negeri.


"Baiklah kalau begitu mbak akan menelpon sekretaris Tuan Arthur, Mbak akan bilang kalau kamu sudah setuju dengan kerjasama ini." jawab Rindu.


Setelah mendapat persetujuan dari Farah akhirnya Rindu mengatakan kepada Arthur kalau Farah menyetujui kerjasama itu. tentu saja hal itu membuat Arthur begitu bahagia, karena gadis yang selalu memenuhi pikirannya itu akan bersama dengannya. bersama di perusahaannya sebagai model seluruh produk yang dia miliki.


"Kau tahu Mia, Ternyata Gadis itu sudah menyetujui untuk bekerja sama denganku!" seru Arthur kepada sekretarisnya.


"Saya sangat senang Tuan, karena Gadis itu mau menandatangani kontrak kerjasama kita." jawab Mia sekretaris pribadi Arthur.

__ADS_1


Mia adalah seorang wanita yang seusia dengannya, Wanita itu sudah memiliki suami bahkan 3 anak yang selalu bersama dengannya.


"Tolong kau segera siapkan ruangan khusus untuk kekasihku itu, karena aku tidak akan membiarkan Gadis itu dekat dengan para pria lain!" seru Arthur.


Mia menganggukkan kepalanya, wanita itu dengan segera mempersiapkan ruangan yang diminta oleh majikannya.


"Aku senang Kalau kau seperti itu Tuan Arthur, ada sekilas cahaya yang menyelimuti wajahmu." guman Mia dalam hati sembari menatap wajah Arthur.


Wanita itu benar-benar merasa bahagia karena sekarang Arthur bisa merasakan perasaan cinta, 28 tahun lamanya Arthur tidak pernah merasakan perasaan cinta sama sekali. tentu saja hal itu karena masa lalu Arthur yang begitu kelam.


Arthur Hidup di lingkungan prostitusi karena ibunya adalah seorang pekerja malam yang bekerja di salah satu club malam yang ada di luar negeri. Arthur harus menjadi pemuda yang begitu terkucil karena selalu dihina oleh teman-temannya.


"Aku tidak pernah mengira kalau Gadis itu mau bekerja sama dengan kita, Tuan Arthur." ucap Mia.


"Aku juga tidak akan pernah mengira dia mau bekerja sama denganku, namun aku sudah meyakinkan Rindu Untuk semua fasilitas yang akan aku berikan kepada Gadis itu. aku yakin Rindu tahu siapa aku dan wanita itu meyakinkan Gadis itu untuk bekerja sama denganku." jawab Arthur.


"Semoga Tuan Arthur mendapatkan apa yang tuan inginkan, saya ingin anda bahagia." ucap Mia.


"Terima kasih Mia, Terima kasih karena kamu selalu mendukungku, kamu dan suamimu adalah orang di balik kesuksesanku." jawab Arthur.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2