
"Kau tahu Pak Lukman Gadis ini benar-benar sangat luar biasa, bahkan gadis ini tidak bisa disandingkan dengan para wanita yang ada di dunia ini." ucap Rudi.
"Lalu apa yang anda lakukan jika Gadis itu bukanlah wanita yang anda nikahi waktu itu?" tanya Pak Lukman kepada Rudi.
"Tentu saja aku akan mengejar Gadis itu. Gadis itu benar-benar sangat luar biasa, berbeda dengan para wanita anak dari pengusaha yang selalu mendekatiku. mereka semuanya seperti wanita genit bahkan dandanan mereka seperti ondel-ondel Jakarta." jawab Rudi yang membuat Pak Lukman menghela nafasnya sedikit kasar.
"Kelihatannya dia menjadi seorang dosen di salah satu universitas, tuan. dia salah satu model yang bekerja dibawah naungan perusahaan Rindu sepupu Anda." ucap Pak Lukman.
"Itu akan sangat bagus sekali, dengan begitu aku akan dengan mudah mendekati seorang wanita yang bernama April." jawab Rudi.
"Kalau begitu lebih baik anda segera bergegas untuk membuat perjanjian dengan mbak Rindu." ucap pak Lukman.
"Aku pasti akan mendapatkan wanita itu." ucap Rudi.
Rudi tidak akan pernah tahu, kalau wanita yang sekarang membuat dia tergila-gila adalah wanita yang sama dengan wanita yang dulu dia nikahi.
"Heh..., gadis itu memang sangat berbeda dengan wanita yang ada di semua tempat." ucap Rudi.
Dalam gemerlap dunia bisnis, terlihat Farah sudah menapaki dunia yang sangat kejam itu.
SATU MINGGU KEMUDIAN.
Rindu tersenyum saat melihat seorang pria yang ada di masa lalu Farah, sepupunya yang bodoh itu menyuruh orang kepercayaannya, Pak Lukman. pria tua itu datang ke tempat Rindu Untuk membuat perjanjian dengan wanita itu, Rudi ingin bekerjasama dengan Farah yang berada di bawah naungan Rindu. tentu saja Rindu tertawa saat mengetahui pria yang telah menyia-nyiakan gadis muda tersebut datang untuk memohon agar wanita itu mau bekerja sama dengannya.
*RUMAH AGENSI RINDU *
"Pak Lukman." Rindu melihat pak Lukman berada di tempat Rindu.
"Aku di utus oleh tuan Rudi untuk bekerja sama dengan anda." jawab pak Lukman.
"Bekerja sama? kenapa bosmu ingin bekerjasama denganku?" tanya Rindu kepada Pak Lukman.
"Tuan Rudi ingin memakai salah satu model untuk pemotretan apartemen kami." jawab pak Lukman.
"Apa yang akan terjadi padamu, Jika kau tahu kalau Farah adalah wanita yang pernah di nikahi oleh majikanmu itu." guman Rindu dalam hati saat melihat wajah Pak Lukman yang datang bersama Rudi.
"Bagaimana Rindu? Apakah kau mau bekerja sama denganku? Aku ingin wanita yang bernama April itu menjadi salah satu model perusahaanku." pinta Rudi kepada Rindu.
Tentu saja Rindu ingin tertawa terbahak-bahak saat Roy meminta agar dirinya mau bekerja sama dengan pria itu.
"Mengapa aku harus bekerja sama dengan mu? sedangkan yang aku tahu kau mempunyai model yang sangat berbakat di tempatmu." ucap Rindu kepada Rudi.
"Memangnya kamu ingin bekerja sama dengan siapa?" tanya Rindu.
"Aku ingin memakai jasa model Farah, yang aku lihat dia sangat berbakat dan bersinar terang." jawab Rudi.
"Kenapa harus dia?" tanya Rindu.
__ADS_1
"Aku ingin dia menjadi model di perusahaanku, itu saja." jawab Rudi.
"Kamu kan sudah mempunyai begitu banyak model, Lalu kenapa harus ke agensiku?" tanya Rindu dengan kata-kata yang terus menyelidik.
"Aku tidak perlu memberitahu mengenai alasanku, tapi yang jelas aku ingin kamu memberikanku kontrak kerjasama dengan Farah." jawab Rudi.
"Bagaimana jika aku tidak mau memberikan kontrak kerjasama antara kamu dan Farah?" tanya Rindu.
"Kau ini pelit sekali, mengapa kau tidak memperbolehkan wanita yang bernama Farah itu bekerja sama denganku?!" seru Rudi.
"Mengapa juga aku harus bekerja sama denganmu, yang aku tahu kamu adalah pria yang sangat pemilih soal model yang akan bekerjasama dengan mu. Lihatlah sekarang malah kau datang kepadaku dan meminta salah satu wanita yang bernaung dibawah agensi ku untuk bekerjasama denganmu." sindir Rindu kepada sepupunya tersebut.
"Aku tanya sekali lagi, apakah kau memperbolehkan wanita itu bekerja sama denganku atau tidak?" tanya Rudi dengan nada suara yang sedikit memaksa.
"Mengapa juga aku harus melepaskan gadis itu untuk bekerja sama dengan mu?" tanya Rindu.
"Jika wanita itu bekerja sama denganku, maka kau akan mendapatkan hasil yang sangat luar biasa." jawab Rudi.
"Wow..., menurutmu begitu?" tanya Rindu.
"Tentu saja akan seperti itu." jawab Rudi.
Ternyata mata hati Rudi benar-benar buta, pria itu tidak mengenali istrinya sendiri yang dia sudah Dia campakkan, dia sakiti dan selalu dihina.
"Yang jelas aku harus memikirkan Apakah aku harus menerima kerjasama denganmu atau tidak, tapi untuk saat ini Kamu tidak usah memaksaku. Aku tidak suka dipaksa, kamu sudah paham betul kan bagaimana sikapku?" Rindu yang kemudian meminta Rudi untuk meninggalkan agensinya.
"Apa yang sedang kau lakukan, Farah?" tanya Hendrik kepada Farah.
"Mas Hendrik, ini aku sedang membereskan berkas-berkas yang kemarin kamu minta." jawab Farah.
"Bagaimana? Apakah kau betah mengajar di kampus?" tanya Hendrik.
"Memangnya kenapa mas tanya seperti itu?" tanya Farah.
"Mas takut saja kalau kau tidak betah berada di kampus ini." jawab Hendrik.
"Tentu saja aku betah Mas, apalagi para mahasiswa yang ada di sana baik-baik sama aku." jawab Farah sambil tersenyum.
"Tentu saja mereka sangat baik kepadamu, karena mereka ingin dekat denganmu." jawab Hendrik yang membuat Farah tersenyum.
"Apakah seperti itu mas?" tanya Farah.
"Tentu saja seperti itu." jawab Hendrik.
*RUANG DOSEN*
Sebuah buket bunga masuk ke dalam ruangan tempat Hendrik dan Farah, buket bunga itu berasal dari salah satu mahasiswa yang ada di universitas itu.
__ADS_1
"Bunga siapa ini?" tanya Hendrik.
"Mana aku tahu Mas." jawab Farah.
"Kan di sana ada nama pengirim dan untuk siapa." ucap Hendrik.
Sesaat kemudian Farah mengambil buket bunga itu, ternyata beberapa buket bunga itu untuk dirinya.
"Ternyata ini untukku mas." jawab Farah.
"Dasar kau itu tidak peka sama sekali." sindir Hendrik yang membuat Farah tersenyum.
Memang untuk saat ini Hendrik masih belum mempunyai perasaan sama sekali terhadap Farah, karena pria itu hanya menganggap gadis itu sebagai adik kecilnya.
"Dari siapa?" tanya Hendrik.
"Aku tidak tahu Mas, aku nggak kenal." jawab Farah.
"Kok bisa gitu?" tanya Hendrik.
"Ya bisa lah, Mas buktinya Aku nggak kenal kok." jawab Farah.
Sebuah buket bunga yang datang di ruang dosen membuat beberapa dosen yang lain begitu cemburu, bahkan salah satu dosen terlihat menatap Farah dengan tatapan mata yang kesal karena Gadis itu harus mendapatkan buket bunga.
"Kalau tahu gitu aku akan memberi Bu Farah hadiah terlebih dahulu." ucap salah satu dosen.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cinta