
"Apa kamu yakin pria itu akan menemuimu?" tanya Rindu.
"Tentu saja Mbak, aku yakin pria itu akan menemuiku. dia akan memohon kepadaku." jawab Farah.
"Ya sudah kalau begitu kalau kamu yakin kita buat pria ini mendekam untuk beberapa hari, setelah itu kita mulai bermain-main kembali." jawab Rindu.
Tiga orang itu tersenyum, tersenyum penuh dengan rencana yang begitu licik.
*KANTOR POLISI*
PLAKK!!
Indah menampar pipi Rudi.
"Apa yang kamu lakukan?!"
Rudi marah karena indah menamparnya.
"Kenapa kamu menamparku?" tanya Rudi.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, mas. Kenapa kamu melakukan hal ini padaku? seharusnya aku tidak terlalu mencintaimu seperti ini."
Indah benar-benar begitu terpukul setelah melihat rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh pak polisi.
"Tenanglah, Indah. tenang."
Pak Bambang berusaha untuk menenangkan putrinya.
"Bagaimana aku bisa tenang ayah, Bagaimana aku bisa tenang. Ayah lihat sendiri kan dia sudah menghianatiku, Dia sudah mengkhianati kepercayaan yang aku berikan padanya."
Indah menangis sembari memegang dadanya, terasa kenyataan yang dia lihat begitu menyakitinya ini.
"Semuanya hanyalah tipuan, mereka berusaha untuk membodohimu."
Rudi terus membela dirinya, dia juga tidak mau kehilangan saham yang ditanam oleh Pak Bambang di perusahaannya.
"Kenapa kamu melakukan hal itu padaku, Mas?" tanya Indah.
"Kamu harus percaya padaku, Aku mencintaimu Aku tidak mungkin melakukan hal itu." Rudi terus berusaha untuk meyakinkan istrinya.
Indah tetap menangis, dia begitu terluka. dia begitu kecewa dengan suaminya.
"Indah, Tenanglah." Pinta Pak Bambang kembali.
Indah hanya bisa terdiam melihat semua yang ada di depan matanya, seperti kenyataan yang benar-benar begitu menghancurkannya.
"Papa, tolong aku. Papa harus mengeluarkan aku dari sini, aku tidak mau hancur di tempat ini."
Rudi terus memohon kepada mertuanya. Pak Bambang harus bisa menolong menantunya itu, dia tidak mungkin membiarkan Rudi masuk penjara jika sampai hal itu terjadi, pasti rumor mengenai Pak Bambang akan menghancurkan usaha pria itu.
"Tenanglah, aku pasti akan membantumu. kau jangan melakukan sesuatu yang membuat permasalahan ini semakin rumit." minta Pak Bambang yang kemudian menepuk tangan Rudi.
Pengacara Rudi hanya bisa terdiam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
"Bukti-bukti Sudah diserahkan kepada polisi, kita hanya bisa meminta kepada mereka untuk mencabut laporan ini tuan." ucap pengacara.
"Tentu saja aku akan meminta kepada mereka berdua untuk mencabut laporan ini, mereka dalam satu lingkup keluarga. jadi aku akan meminta Rindu ataupun Farah untuk mencabut laporan ini."
Pak Bambang yang kemudian keluar dari kantor polisi. Rudi harus pasrah saat dirinya diborgol oleh polisi dan dimasukkan ke sel tahanan, semuanya sudah diperkirakan oleh Farah. semuanya akan berjalan sesuai yang dipikirkan oleh wanita itu.
KEESOKAN HARI
Hari ini Arthur baru kembali dari perjalanan bisnisnya, pria itu mendapatkan kabar mengenai kejadian yang ada di tempat Rindu. pagi yang sudah berjalan beberapa jam itu membuat sinar mentari sudah menunjukkan panas aktivitasnya.
"Selamat pagi, Rindu." Arthur yang sudah berada di tempat Rindu.
"Selamat pagi, tuan Arthur. Tuan sudah kembali dari perjalanan bisnis?" tanya Rindu.
"Iya aku baru kembali dari perjalanan bisnis, Oh ya di mana Farah?" tanya Arthur.
"Dia sedang melakukan pemotretan, kelihatannya sebentar lagi dia sudah selesai dengan pekerjaannya." jawab Rindu.
"Oh ya, Rindu. ada apa? apa yang terjadi?" tanya Arthur.
Rindu langsung tersenyum dengan pertanyaan itu, wanita itu tahu ke mana arah pembicaraan pria kaya itu.
"Itu semuanya hanyalah kejadian yang tidak menyenangkan, Tuan." jawab Rindu.
"Apakah pria itu sudah dipenjara?" tanya Arthur.
Tatapan mata Arthur menunjukkan emosi yang sudah mencapai batas levelnya.
"Pria itu sudah dipenjara, Tuan Arthur. kami sudah membuat surat pernyataan dan para sudah menandatanganinya, karena ini adalah tempat saya saya yang menjadi penanggung jawabnya." jawab Rindu.
Farah membuka pintu kantor Rindu, gadis itu belum tahu kalau Arthur sudah ada di kantor Rindu.
"Mbak." panggil Farah.
Ketika membuka pintu di sana sudah ada Arthur yang menunjukkan senyum padanya.
"Tuan Arthur." Rindu yang kemudian menutup pintu kantor Farah tanpa mengatakan apapun. Arthur langsung berdiri, dia langsung memberikan pelukan yang begitu hangat kepada Farah.
"Aku benar-benar merindukanmu." ucap Arthur.
Farah ataupun Rindu langsung terkejut dengan pelukan yang diberikan oleh Arthur, mereka tidak akan pernah mengira Kalau pria itu langsung memberikan pelukan dadakan seperti itu.
"Tu-tuan.. kapan kembali?" tanya Farah.
Mendapatkan sedikit ketidaknyamanan dari Farah seketika Arthur menunjukkan senyumnya.
"Ma-maaf.. aku tidak bermaksud lancang seperti ini." ucap Arthur.
Rindu tersenyum menatap Arthur yang sedikit kebingungan.
"Kapan Tuan Arthur kembali?" tanya Farah.
"Tadi malam aku kembali, Sebenarnya aku mau memberikanmu kabar. tapi karena ponselmu tidak bisa dihubungi jadi aku langsung kemari pagi ini." jawab Arthur.
__ADS_1
Farah menganggukkan kepalanya berulang kali.
"Ada insiden apa? Kenapa kamu tidak memberitahu aku?" tanya Arthur.
"Sudahlah, Tuan jangan dibahas mengenai hal itu. saya masih sedikit tidak menyukai apa yang terjadi." jawab Farah.
"Apakah kamu ingin aku memberikan hukuman kepada pria itu, akan kubuat dia langsung masuk penjara dan tidak akan bisa keluar lagi."
kedua bola mata Arthur menatap Farah dengan begitu lekat, dia akan menunjukkan kepada Farah kalau dia benar-benar berharga bagi pria itu.
"Jangan dulu, Tuan. Sebenarnya saya dan Mbak Rindu ingin melakukan sesuatu." jawab Farah.
"Iya, Tuan Arthur. Sebenarnya ada sesuatu yang harus tuan ketahui."
Rindu meminta Arthur untuk duduk Farah dan Rindu mulai menceritakan mengenai siapa sebenarnya Farah agar Arthur tidak salah paham di kemudian hari. cerita yang begitu panjang lebar dengan begitu banyak kesedihan.
"Jadi, Sebenarnya kamu ini mantan istri dari Rudi?"
Arthur sedikit syok saat mengetahui kebenaran itu.
"Saya juga tidak tahu, Tuan. karena saya juga mendapatkan kabar Ini dari Mbak Rindu dan kakek Wicaksono. Saya hanyalah gadis buta huruf yang tidak terlalu mengenal pendidikan. saya hanyalah lulusan SD yang jarang sekali masuk sekolah, namun saya tidak terlalu hafal dengan baik mengenai huruf." jawab Farah.
"Jadi kamu ditipu habis-habisan oleh pria itu?"
"Benar sekali, tuan. saya ditipu habis-habisan oleh pria itu, dia dan pelayannya selalu menyakiti saya. membuat saya seperti bahan lelucon, bahan hinaan bahkan saya adalah binatang yang tidak pernah diberi belas kasihan sama sekali." jawab Farah.
Telinga Arthur benar-benar terasa sakit ketika mendengar perkataan Farah seperti itu, entah bagaimana ada orang yang menganggap manusia sebagai binatang.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Arthur.
"Saya akan membuat pria itu menderita sedikit demi sedikit sama seperti dia, membuat saya menderita saya akan membalas Dia sedikit demi sedikit seperti apa yang dia lakukan. sakit ini begitu membekas sampai sekarang, dia menipu saya dia bahkan dengan terang-terangan mencoba untuk menghabisi saya." jawab Farah.
"Pria itu bukanlah manusia, dia adalah hewan." Arthur tidak bisa menerima kalau Farah diperlakukan seperti itu. walaupun dulu Farah memiliki penampilan buruk tapi dia tetaplah seorang manusia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta