MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
PERMINTAAN WARGA


__ADS_3

"Kalian istirahat saja." ucap Farah.


"Ya, nyonya." jawab Farah dan Hanum.


BEBERAPA MENIT KEMUDIAN


BRETTTT...


ponsel milik Farida berdering.


"Siapa sih yang telfon."


Farida yang baru keluar dari kamar mandi kemudian berjalan menuju ponselnya yang ada di laci di samping ranjangnya. Farida menatap ponsel itu, di sana terlihat nama Pak Bambang.


"Ada apa ayah telepon?" Farida yang kemudian menjawab panggilan telepon dari Pak Bambang.


TUT..


"Ada apa, ayah?" tanya Farida.


"Bagaimana kabarmu, Indah?" tanya Pak Bambang.


"Kabarku baik-baik saja, Ayah. Memangnya kenapa Ayah telepon?" tanya Farida.


"Tentu saja, ayah sama ibu sangat merindukanmu." jawab Pak Bambang.


"Ayah jangan sering-sering menelpon, aku di sini itu aku sedang melakukan sesuatu yang harus segera Aku selesaikan." jawab Farida.


Di tempat Pak Bambang terlihat istrinya langsung mengambil ponsel di tangan Pak Bambang.


"Indah, Dengarkan ibu nak. kamu Jangan melakukan sesuatu yang salah." ucap Ibu Indah.


"Dengarkan aku, Bu. aku akan membalas dendam kepada wanita itu, dia sudah membuat suamiku masuk penjara. sekarang dia harus berada di rumah sakit jiwa." jawab Farida.


"Tidak semua yang kita lihat dan tidak semua yang kita pikirkan itu benar, nak. kamu harus menyelidikannya terlebih dahulu, Jika kamu salah langkah kamu akan menyesal di kemudian hari." jawab isteri Pak Bambang.


"Ayah tenang saja, aku tidak akan pernah melepaskan wanita itu. akan kubuat Dia menderita." ucap Farida.


"Lebih baik kamu mencari kebenaran itu, daripada kamu menyesal aku ataupun. ayahmu sudah mendengar mengenai kabar Kalau Rudi memang adalah pria brengsek, pria itu selalu membuat membuat kesalahan yang dia sengaja atau tidak.. ayah tidak tahu, Ayah sudah mengetahui mengenai suamimu yang benar-benar tidak bermoral itu, bahkan Ayah juga mendengar kalau suamimu adalah pria brengsek yang selalu menghina orang lain tanpa berpikir." ucap Pak Bambang.


"Indah, kamu jangan sampai melakukan kesalahan ya nak.. cobalah berpikir, jika wanita itu jahat kamu harus mencari penyebab Dia berbuat jahat. kamu jangan membuat dirimu melakukan kesalahan yang tidak akan bisa kamu perbaiki." istri Pak Bambang terus berusaha untuk memberi penjelasan kepada putrinya.


"Ibu tenang saja, aku pasti akan mencari kebenaran mengenai hal itu. jika sampai wanita itu memang adalah wanita jahat, maka akan kubuat dia menyesal." jawab indah.


"Ibu mohon kamu jangan berbuat kesalahan," istri Pak Bambang terus berusaha meyakinkan putrinya.

__ADS_1


"Biarkan aku berada di sini, Bu. biarkan aku berusaha untuk menata pikiranku, Jika aku memang benar-benar ingin melakukan sesuatu maka aku akan berusaha untuk mencari kebenaran. tapi jika memang wanita itu adalah wanita yang sangat jahat Maka jangan salahkan aku jika aku membalasnya." Farida yang kemudian mematikan ponselnya sekitar beberapa menit kemudian.


DUA JAM KEMUDIAN


TOK!!


TOK!!


pintu kamar Farida diketok oleh seseorang, sesaat kemudian Farida membuka pintu kamarnya.


CEKLEK..


Farida melihat Hanum ada di luar kamarnya.


"Ada apa?" tanya ketus Farida.


"Kamu mau ikut nggak? kalau kamu nggak mau ikut aku sama Nyonya Farah mau keluar." jawab Hanum.


"Memangnya di rumah ada siapa aja?" tanya Farida kembali.


"Nggak ada orang, kakek Sobirin sama nenek Fatimah lagi keluar." jawab Hanum.


"Mau kemana?" tanya Farida.


"Aku diajak sama kakek Sobirin mau ke kebun yang ada di sekitar rumah, katanya dia mau ambil durian." jawab Hanum.


sore itu Arthur sudah kembali bersama dengan kakek Sobirin, karena kakek tadi melihat kebun belakang rumah buah duriannya sudah banyak yang tua akhirnya kakek Sobirin ke kebun belakang rumah.


"Ada apa mas?" tanya Arthur.


"Tadi katanya kamu dipanggil sama Pak RT ya?" tanya Arthur.


"Iya, Mas. tadi aku dipanggil sama Pak RT Ke balai desa." jawab Farah.


"Memangnya ada apa?" tanya Arthur.


"Bisa bicara sebentar nggak Mas?" tanya Farah.


"Tentu." jawab Arthur.


Farah dan Arthur duduk di ruang keluarga.


"Ada apa?" tanya Arthur dengan lembut.


"Tadi Pak RT sama beberapa warga mau minta tolong sama kita." jawab Farah.

__ADS_1


"Minta tolong apa?" tanya Arthur kembali.


"Mas tahu sendiri kan pendidikan di desa ini sedikit tertinggal, para warga minta tolong kepada kita untuk membuka sekolah untuk mengajari anak-anak." jawab Farah.


"Lalu, siapa yang akan mengajar?" tanya Arthur.


Farah sedikit terdiam kemudian tersenyum kepada suaminya. "Mungkin aku mau mengajar sama Mbak Hanum juga Farida. mereka kan tidak terlalu bekerja di sini apalagi Si mbok nggak mau dapurnya itu diberangkatkan sama mereka. jadi aku mau mengajak mereka berdua untuk membantu para warga." jawab Farah.


"Terserah kamu saja, kalau kamu mau tapi di mana tempatnya?" tanya Arthur.


"Para warga mau minta tolong sama mas untuk meminjamkan gudang yang tidak terpakai itu." jawab Farah.


"Gudang itu kan tidak ada apa-apanya cuma gudang sederhana seperti itu." jawab Arthur.


"Tapi di sana aman kan Mas?" tanya Farah.


"Ya tentu saja aman, gudang itu pernah direnovasi oleh almarhum Papa. jadi gudang itu adalah gudang yang sangat baik." jawab Arthur.


"Boleh kan mas, jika gudang itu aku pakai buat mengajari anak-anak membaca?" tanya Farah.


"Tentu saja boleh." jawab Arthur tanpa memberikan penolakan sama sekali.


"Ya sudah kalau begitu, Mas mau mandi dulu ya. Mas gerah banget dari tadi keliling ke kebun cengkeh sama perkebunan." ucap Arthur.


"Ya nanti akan aku siapkan makanan buat Mas ya." jawab Farah.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace

__ADS_1


- Crazy love 18+


- Mahar cinta


__ADS_2