MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
SEMUA BARU


__ADS_3

BEBERAPA HARI KEMUDIAN


BRAKK!!


"AAAA!!!"


tiba-tiba saja ada barang yang jatuh dari atas almari. sontak saja Farah, Hanum dan Farida yang sedang berada di ruang tengah mereka langsung berteriak dengan sangat keras.


"Apa tadi yang jatuh?" tanya Farah.


"Kok kayak ada yang membanting barang ya." jawab Hanum.


"Kalian ini jangan takut-takutin deh.. udah rumahnya serem kalian tambah bicaranya nggak karuan banget." Farida yang terlihat sedikit ketakutan.


"Mungkin barangnya di senggol kucing kali." Farah mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Masa kucing bisa naik lemari kuno seperti itu? mana lemarinya tinggi lagi, hampir menyentuh langit-langit rumah."


Hanum menatap almari kayu jati yang begitu tinggi. sebuah almari kuno yang memiliki barang-barang kuno yang ada di dalamnya.


"Mbak Hanum, Mbak Hanum kalau bicara jangan nakut-nakutin aku ya. aku ini gampang takut sama hantu loh.. manusia bisa dihajar kalau hantu bagaimana memukulnya." Farah malah ikut menatap Hanum dengan kesal.


"Iya, ini wanita ngapain sih bicara yang aneh-aneh. kalau hantunya muncul beneran kita itu mau lari ke mana? mana rumahnya panjang banget lagi. memang nggak terlalu besar banget, tapi kan takut juga kalau tiba-tiba siang bolong seperti ini muncul hantu menyeramkan." Farida yang terlihat sedikit menggerakkan tubuhnya mendekati Hanum.


"Nggak usah dekat-dekat, aku nggak mau didekatin sama wanita. Aku Masih normal aku masih suka sama laki-laki." Hanum yang terlihat mendorong tubuh Farida.


"Aku ini juga masih normal, cuma takut aja." jawab Farida.


"Udah-udah jangan bilang seperti itu, lebih baik kita baca ayat kursi aja kalau beneran ada hantu Kan serem juga." ucap Farah.


"Lagian Kenapa sih Tuan Arthur pakai ke kebun teh, kita ditinggal sendirian lagi..," ucap Hanum.


"Kita tidak sendirian kita bertiga." jawab Farida.


"Iya bertiga tapi licik semuanya, takut sama hantu semua kan?" kesal Farah.


"No...,"


suara panggil dari arah belakang.

__ADS_1


"AAAAA!!!" teriak masal tiga wanita.


"Aduh, mbok! ngapain sih mbok menakut nakuti kami!!" seru Farida.


"Memangnya siapa yang nakut-nakutin kalian? lagian kalian itu ngapain sih saling berpelukan di bawah, kalian itu lagi ngapain?" tanya si mbok.


"Kami itu bukan saling pelukan, mbok. tadi ada barang yang tiba-tiba jatuh dari sana tentu saja kamu terkejut." jawab Farida.


"Lagian kalian itu kenapa sih takut, ini tuh masih siang kenapa kalian ketakutan seperti itu?" tanya si mbok.


"Mbok, kira-kira lemari itu ada hantunya nggak? kalau di tv-tv sama film-film horor itu lemari yang berusia tua itu ada makhluk penghuninya?" tanya Hanum.


"Kalian itu terlalu banyak lihat film horor ya? memang tuan besar dulu itu agamanya bukan muslim tapi seluruh pekerja yang ada di rumah ini itu muslim semuanya. Kami sering membaca surat-surat pendek, ayat kursi dan kami tidak pernah didatangi hantu. kalian itu sangat parno terlalu mengkhayal." Si mbok yang kemudian pergi.


"Tua-tua gitu bicaranya gaul juga ya." ucap Farida.


"Sudah-sudah, lebih baik kita keluar dari sini. kita jalan-jalan aja." Farah yang kemudian mengajak Hanum ataupun Farida keluar dari rumah.


Hanum adalah wanita yang berusia hampir 35 tahun, dia janda tanpa memiliki anak. wanita itu begitu tekun bekerja, Setelah dia bercerai dari suaminya Farida Hanum bertekad untuk memperbaiki segalanya. apalagi suaminya menjebloskan Hanum ke penjara dengan tuduhan pencurian dan penganiayaan.


Di sekitar tempat itu para tetangga terkadang menatap Farah dengan tatapan yang begitu kagum, walaupun tempat itu sedikit desa tapi mereka sangat mengenal wajah Farah yang sering muncul di televisi bahkan di beberapa media sosial.


"Ini loh bu, mau jalan-jalan." jawab Farah.


"Mbak Farah, Mbak Farah apa tidak kembali ke kota?" tanya seorang wanita tua.


"Tidak Bu, saya tidak kembali ke kota. saya ingin tinggal di desa saja." jawab Farah.


"Mbak Farah, Mbak Farah cantik..," ucap salah satu pemuda desa sembari memberi kode love Korea.


"Terima kasih." jawab Farah.


Hanum dan Farida yang mendengar itu nampak mereka berdua mencibir pemuda yang mungkin usianya sekitar 15-16 tahun.


"Dasar abg-abg genit, masih kecil berani-beraninya mengganggu seorang wanita bersuami." cibir Farida.


"Bilang aja kalau kamu iri." jawab Hanum.


"Lagian siapa yang iri, aku kalau mau cari pria aku bakal cari pria yang levelnya sedikit tinggi. Aku mau cari pria kaya..," ucap Farida sembari memainkan bibirnya.

__ADS_1


"Khayalanmu terlalu tinggi." ledek Hanum.


Sudah beberapa hari ini Farah dan yang lain tinggal di desa itu. terlihat sangat menyukai tempat itu apalagi orang-orang yang ada di sana begitu ramah dan sangat menyenangkan. apalagi Arthur kan memiliki kebun cengkeh sama kebun teh di tempat itu, Ya... bisa dibilang Farah itu juragan di sana.


"Farah..," Panggil Seorang pria tua yang tidak lain adalah pak RT yang ada di desa itu.


"Iya Pak RT." jawab Farah.


"Bisa tidak bapak bicara sama kamu?" tanya Pak RT.


"Iya Pak RT, memang ada apa?" tanya Farah kembali.


"Kita ngobrol di balai desa sebentar yuk, di sana sudah ditunggu beberapa warga." jawab Pak RT.


"Mau ngapain Pak RT? Mau demo massal ya?" tanya Hanum.


Pak RT nampak tersenyum dengan pertanyaan yang diajukan oleh Hanum.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2