
*RUMAH WICAKSONO MAHENDRA*
"Tiga hari lagi kalian akan menikah." ucap kakek Wicaksono.
"Apakah kakek akan menyebar undangan?" tanya Farah.
"Undangan tertutup, kakek tidak ingin pernikahan mu di ganggu oleh mereka."
jawab kakek Wicaksono.
TIGA HARI KEMUDIAN
Hendrik belum mengetahui mengenai pernikahan yang akan dilakukan oleh Farah dan Arthur, dia menenggelamkan dirinya pada rutinitas perusahaan. Hendrik ingin melupakan kesedihannya melupakan rasa sakit yang harus dia rasakan karena dia tiba-tiba harus menikahi Keisha.
Di rumah kakek Wicaksono acara pernikahan telah dimulai, kakek Wicaksono terlihat begitu bahagia. dia menatap para tamu yang sudah berada di tempat itu.
Selamat, tuan. selamat atas pernikahan cucu Tuan." ucap beberapa tamu.
"Terima kasih atas kedatangannya." jawab kakek Wicaksono yang mempersilahkan para tamu.
Beberapa menit kemudian Pak penghulu meminta kakek Wicaksono untuk segera memanggil Farah.
"Baiklah, acara pernikahan akan kita mulai. mempelai pria dan wanita sudah ada di sini, maka acara ijab kabul akan kita lakukan." ucap pak penghulu.
Di tempat lain salah satu teman Hendrik nampak mendatangi pria itu.
"Loh, kamu masih ada di sini ya?" tanya teman Hendrik.
"Iya, Memangnya ada apa?" tanya Hendrik kembali.
"Kamu tidak ke tempat Tuan Wicaksono?" tanya teman Hendrik.
"Kamu tahu kan sudah beberapa minggu ini aku tidak bekerja dengan tuan Wicaksono lagi. Memangnya ada apa?" tanya Hendrik.
"Kamu tidak diundang sama Tuan Wicaksono?" tanya teman Hendrik yang sedikit kebingungan. karena dulu pria itu adalah orang kepercayaan dari kakek Wicaksono.
"Diundang? Memangnya ada acara apa di rumah tuan Wicaksono?" tanya Hendrik.
"Loh.. Kamu tidak tahu ya, ayahku saja diundang oleh Tuan Wicaksono untuk menghadiri acara pernikahan cucunya." jawab teman Hendrik.
"Pernikahan cucunya? maksudmu?" Hendrik bingung.
"Loh, Kamu benar-benar tidak tahu ya. Tuhan Wicaksono hari ini akan mengadakan acara pernikahan cucu angkatnya itu. Kalau tidak salah wanita itu akan menikah dengan pengusaha yang bernama Arthur itu." jawab teman Hendrik.
DEG..
Mendengar berita yang dikatakan oleh temannya seketika Hendrik langsung berdiri, tanpa mengatakan apapun pria itu langsung berlari. berlari dengan begitu kencang untuk mengetahui mengenai kebenaran dari berita yang dikatakan oleh temannya.
"Menikah? Farah akan menikah?"
Hendrik yang benar-benar sangat terkejut. dengan cepat pria itu berlari untuk mencari kebenaran mengenai pernikahan Farah. Hendrik melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sebisa mungkin dia ingin menghentikan pernikahan yang dilakukan oleh Farah.
"Ini tidak boleh terjadi, Farah tidak boleh menikah dengan pria itu." ucap Hendrik.
__ADS_1
TIN!!
TIN!!
TIN!!
berulang kali Hendrik membunyikan klakson mobilnya, di tengah kemacetan yang cukup padat Hendrik benar-benar merasa kesal.
"Farah tidak boleh menikah dengan pria itu, Farah tidak boleh melakukannya." ucap Hendrik berulang kali. pria itu mencoba untuk menelpon kakek Wicaksono, Rindu atau siapa saja yang ada di rumah itu.
TUTT..
berulang kali panggilan telepon itu tidak dijawab oleh satu orang pun.
"Tidak, aku tidak boleh kehilangan Farah. aku tidak boleh kehilangan gadis itu." Hendrik mencoba untuk mencari jalan.
Sekitar 10 menit akhirnya kemacetan itu sudah agak longgar, Hendrik bergegas melajukan mobilnya, dia ingin menghentikan pernikahan yang akan dilakukan oleh Farah.
"Aku mohon, aku mohon kamu jangan melakukan hal ini. aku berusaha untuk mengakhiri pernikahanku, aku mohon tunggu aku." ucap Hendrik.
Lima belas menit kemudian akhirnya Hendrik sudah sampai di rumah kakek Wicaksono, terlihat di rumah itu sudah dipadati oleh mobil mewah. Hendrik memarkirkan mobilnya secara sembarangan, dia keluar dari mobil itu dan berlari dengan kencang.
Sedangkan di dalam ruangan itu Pak penghulu menjabat tangan Arthur.
"Apakah sah?!" tanya pak penghulu.
"Sah!!" seru para saksi.
"Sah?!" tanya Pak penghulu lagi.
suara tepukan dan suara tawa di ruang itu.
"Hentikan!" teriak Hendrik.
pernikahan sudah terlaksana Hendrik datang di saat yang sangat tidak tepat, dia sudah terlambat karena sekarang Farah dan Arthur sudah sah menjadi sepasang suami istri.
"Apa yang kamu lakukan di sini?!!" seru kakek Wicaksono.
"Hentikan pernikahan ini, kakek. hentikan." minta Hendrik.
"Apa yang kamu katakan ini." kakek Wicaksono mendorong tubuh Hendrik.
Sesaat kemudian pria itu mendekat, Dian mencoba untuk mendekati Farah namun Arthur langsung menarik tubuh istrinya.
"Kamu mau apa mendekati istriku." ucap Arthur.
"Kalian tidak boleh menikah, pernikahan Ini tidak sah. ini tidak boleh dilakukan." ucap Hendrik.
"Apa-apaan kamu, pergi dari sini!" Arthur mendorong tubuh Hendrik.
Para tamu yang ada di tempat itu benar-benar sangat kebingungan.
"Itu kan pengacara Tuan Wicaksono, Kenapa dia menghentikan pernikahan. pernikahan ini kan sudah selesai." ucap beberapa tamu.
__ADS_1
"Entahlah." jawab tamu yang lain.
"Keluar dari rumahku, jika tidak aku akan menyuruh para penjaga rumah untuk mengusirmu!!" seru kakek Wicaksono.
"Farah tidak boleh menikah dengan pria itu, kek. Farah tidak boleh menikah." jawab Hendrik.
PLAKK..
satu tamparan langsung mendarat di pipi Hendrik dari Rindu.
"Kalau kamu ke sini hanya untuk merusak acara pernikahan ini lebih baik kamu pergi! pergi dari tempat ini, jika tidak aku akan memanggil polisi." ancam Rindu.
"Farah, kamu tidak boleh menikah dengan pria itu. kamu tidak boleh menikah dengan pria itu, aku sudah berjanji padamu untuk mengakhiri pernikahanku kan? aku minta padamu untuk menungguku kan?!" Hendri berusaha berbicara dengan Farah. namun sayangnya Arthur langsung memunggungi sang istri.
"Dia sudah sah sebagai istriku secara agama dan negara. Jadi aku minta kamu pergilah dari sini jangan pernah berusaha untuk mengganggu kami." Arthur mencoba untuk berbicara dengan baik-baik.
"Tidak, kamu tidak boleh menikah dengan dia, Farah. kamu ini adalah kekasihku. aku tidak ingin kamu pergi dariku, Aku tidak ingin kehilangan kamu." ucap Hendrik.
"Lebih baik kamu pergi dari sini, Mas. aku sudah menjadi istri orang begitupun dirimu, kamu sudah menjadi suami orang lain. aku minta kamu pergi dari sini dan jangan membuat keributan. Jika kamu punya malu segeralah pergi, jika kamu tidak punya malu memang kamu adalah pria tidak tahu diri." ucap Farah.
"Farah, Dengarkan Aku..," Hendrik berusaha untuk berbicara dengan Farah.
"Pergilah dari sini, Mas. kamu sudah lihat sendiri kan ini adalah surat nikah kami, jadi jangan pernah kamu menggangguku lagi." Farah memperlihatkan surat nikah yang ada di tangannya.
"Aku tidak peduli, aku tidak peduli. Yang penting kamu tidak boleh menikah dengan pria ini." Hendrik benar-benar seperti seorang pria gila.
"Lebih baik kamu pergi dari sini, Hendrik. jika tidak aku akan menarikmu dengan kasar." Rodrigo yang kemudian mendorong tubuh Hendrik dengan kasar.
seketika Rodrigo menarik Hendrik untuk keluar dari rumah kakek Wicaksono.
"Kamu tidak boleh melakukan hal ini, Rodrigo. aku harus berbicara dengan Farah." ucap Hendrik.
"Kamu sudah lihat kan sekarang Farah sudah saya menjadi istri dari Arthur, pergilah jangan mengganggu dia." Rodrigo yang kemudian meminta para penjaga rumah kakek Wicaksono untuk mengusir Hendrik.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta