
Akhirnya Farah memutuskan untuk bekerja sama dengan Arthur, gadis itu tidak akan tinggal diam saja karena dia tidak ingin bekerja sama dengan Rudi.
*SATU MINGGU KEMUDIAN*
"Bagus." seru fotografer.
"Terima kasih." jawab Farah.
"Minumlah." Rindu memberi sebotol air mineral.
"Hufff..., produk kecantikan ini sangat bagus, mbak." ucap Farah.
Sebuah kosmetik kecantikan telah diluncurkan, wajah Farah terpampang di Salah satu majalah fashion. tatapan matanya yang begitu misterius membuat Farah benar-benar dipuja oleh para Pria.
"Bisa kita lanjutkan lagi?" tanya fotografer.
"Iya." jawab Farah.
"Kau benar-benar sangat cantik." ucap Arthur dalam hati saat melihat Farah yang sedang melakukan pemotretan di perusahaannya.
"Suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkanmu, aku akan mendapatkanmu secara perlahan-lahan. Aku tidak akan memaksakan hatimu dan membuatmu lari dariku." guman Arthur.
"Gadis itu benar-benar sangat cantik kan, tuan?" tanya Mia kepada Arthur.
Tentu saja pria itu tersenyum sembari menatap sekretaris pribadinya tersebut.
"Kau benar, aku benar-benar sangat menyukai Gadis itu." jawab Arthur.
"Kelihatannya Gadis itu pernah memiliki trauma, Tuan?" tanya Mia.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Arthur kembali.
"Terlihat dari tatapan matanya dan cara bicaranya kepada orang yang tidak dia kenal, kata-katanya begitu tajam dan penuh makna." jawab Mia.
"Aku sangat percaya kepadamu, Mia. karena kau adalah satu-satunya saudaraku." ucap Arthur.
Mia adalah saudara tiri Arthur, Dia adalah anak dari istri pertama ayah Arthur. namun yang terjadi Mia dan Arthur hanya saling menganggap mereka berdua dibatas pekerjaan saja, karena Arthur dan Mia tidak ingin kehidupan mereka dijadikan mesin ancaman oleh orang lain.
"Apakah kau tahu, kita harus terus menyembunyikan identitas kita karena aku tidak ingin kau dijadikan sampah karena kehidupan orang tua kita." ucap Arthur.
"Kau Tenang saja, aku tidak akan bersuara sedikitpun karena ini adalah rahasia kita." jawab Mia.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menemui gadis itu." ucap Arthur yang kemudian berjalan mendekati Farah. di pria itu benar-benar ingin sekali menjadi salah satu pria yang bisa mendekati Farah.
Sore itu April benar-benar memukau seluruh orang-orang yang ada di perusahaan Arthur, gadis itu adalah gadis yang benar-benar sangat hebat. tatapan mata Farah membuat orang-orang yang ada di sana benar-benar terbuka, begitu misterius dan begitu mempesona.
"Good job!!" seru Arthur.
"Terima kasih atas kepercayaannya, tuan." ucap Farah sambil tersenyum kepada pria yang ada di depannya.
"Wow..semuanya sangat fantastis!!" seru fotografer.
__ADS_1
PROKK...
PROKK..
"Terimakasih atas bantuannya." ucap Farah kepada para kru pemotretan.
Arthur benar-benar sangat terpukau dengan sikap yang ditunjukkan oleh Farah. pria itu bertekat akan mendapatkan Farah.
"Hari ini aku menjadi seorang model yang telah menandatangani kontrak perjanjian." ucap April kepada Rindu.
"Tentu saja, kau sudah menandatangani kontrak perjanjian itu, apalagi tuar Arthur adalah pria yang sangat baik." jawab Rindu.
Terlihat Arthur tersenyum saat dirinya dipuji oleh Rindu dihadapan Farah.
"Benarkah? apakah Tuan Arthur sebaik itu? kalau dia adalah Bos yang baik tentu saja aku sangat senang bekerja sama dengannya." jawab Farah sembari tersenyum kepada Arthur.
"Aku adalah seorang pemimpin yang akan baik kepada para karyawanku yang mau baik kepadaku." jawab Arthur balik.
"Tentu saja seorang bawahan dan atasan harus saling bekerjasama, begitu pula denganku." ucap Farah.
Hari ini dengan sengaja Arthur berbincang-bincang dengan Farah bersama Rindu, pengusaha muda tersebut begitu terpukau dengan cara Farah berbicara.
"Oh ya nona Farah, Besok aku akan mengadakan acara makan di salah satu restoran. aku minta kau bersedia untuk datang ke sana." pinta Arthur.
"Tentu saja Tuan Arthur, Saya akan datang ke sana karena anda adalah Bos saya." jawab Farah.
Arthur tersenyum, sesaat kemudian pria itu berpamitan kepada Farah karena dia tidak ingin terlihat menjadi seorang pria yang begitu kekeh ingin mendekati Farah.
Sedangkan di tempat lain. Rudi sudah mendengar kabar mengenai Farah yang sudah bekerjasama dengan Arthur.
"Apa yang akan Anda lakukan, Tuan?" tanya Pak Lukman kepada Rudi.
"Tentu saja aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat karir model gadis itu hancur." jawab Rudi.
Pak Lukman menghela nafasnya begitu kasar. Dia sangat penasaran dengan seorang wanita yang bernama Farah Riana, pria itu selalu teringat dengan wanita yang dinikahi oleh Rudi beberapa tahun yang lalu.
"Besok aku akan ke tempat Rindu, berani sekali dia telah membohongiku!" seru Rudi.
"Memangnya Apa yang akan Anda lakukan kepada Nona Rindu, Tuan?" tanya Pak Lukman
"Tentu saja aku akan membuat Rindu merasakan bagaimana rasanya kehancuran." jawab Rudi.
"Apakah anda tidak takut, Tuan? karena yang saya tahu suami dari nona Rindu adalah orang yang yang sangat berkuasa. Bahkan dia adalah pembisnis luar negeri yang sangat berkuasa di negaranya." jawab Pak Lukman.
"Tentu saja aku akan melakukan dengan caraku, Aku tidak akan pernah mau dikhianati seperti ini. aku sudah bilang baik-baik kepada Rindu untuk menyerahkan Gadis itu padaku. namun dia tetap memberikan kontrak kerjasama itu kepada Arthur." jawab Rudi.
"Tapi Tuan, Saya mohon Anda untuk berpikir kembali." pinta Pak Lukman.
"Aku tidak peduli, aku tidak akan membiarkan dia sombong." jawab Rudi.
Di tempat lain Rindu sudah mencari tahu mengenai Rudi, dia yakin Rudi tidak akan pernah tinggal diam. Rudi adalah tipe pria brengsek, dia pasti akan mencari cara untuk membalas sakit hatinya karena Rindu tidak memberikan Farah kepadanya.
__ADS_1
"Ada apa, sayang?" Rindu yang sedang menelpon suaminya.
"Bagaimana kondisimu? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Rodrigo.
"Iya, saya baik-baik saja." jawab Rindu.
"Apakah pria itu tidak mengganggumu? Jika dia sampai berani melakukan sesuatu kepadamu, maka akan aku buat dia hancur." jawab Rodrigo.
"Tenang saja, Sayang. aku tidak akan membiarkan dia melakukan hal itu padaku. jika sampai dia melakukannya aku pasti akan membalas dia." jawab Rindu.
"Salam dariku buatmu, Mas!!" seru Farah yang sedang meminum segelas jus apel.
"Tentu." jawab Rodrigo dari seberang tempat yang jauh.
Rindu memberikan beberapa berkas yang tiba-tiba datang ke tempatnya. "Apa ini?" tanya Rindu.
"Aku barusan mendapatkan surat panggilan dari polisi." jawab Farah.
"Memangnya apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Rindu.
"Beberapa waktu yang lalu aku menghajar beberapa anak orang kaya ." jawab Selena.
"Maksudmu?" tanya Rindu.
"Beberapa pemuda mencoba melakukan perbuatan tercela kepadaku, Ya... karena aku tidak mau dilecehkan tentu saja aku menghajar mereka sampai babak belur." jawab Farah yang kemudian duduk di sofa.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku carikan pengacara yang hebat." ucap Rindu.
"Buat apa mencari pengacara kalau ada Mas Hendrik." jawab Farah sambil tersenyum.
"Kamu benar juga." Rindu ikut tersenyum.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta