MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
INDAH/FARIDA YANG MULAI BERUBAH


__ADS_3

BEBERAPA HARI KEMUDIAN


TIN!!


TIN!!


suara klakson mobil yang di tekan.


"Siapa sih yang membunyikan klakson di depan rumah? dia itu punya sopan santun nggak?" Farah yang sedikit kesal.


"Ada apa, nyonya?" tanya Farida.


"Nggak tahu, dari tadi mobil yang ada di luar itu membunyikan klakson dengan sangat keras. Memangnya dia itu sedang mencari siapa sih?" tanya Farah.


"Mungkin dia salah alamat." jawab Farida.


Farah dan Farida keluar dari rumah, terlihat wanita itu menatap mobil truk yang sudah ada di depan rumahnya.


"Nyonya Farah, Tuan Arthur!" Panggil sopir truk.


"Iya, ada apa?" tanya Farah yang keluar dan membuka pagar rumahnya.


"Apa benar ini rumah nyonya Farah atau Tuan Arthur?" tanya sopir.


"Iya, Memangnya ada apa?" tanya Farah kembali.


"Ini lho, nyonya. Ada kiriman dari Jakarta, ada kiriman dari tuan Wicaksono." jawab sopir.


Mendengar nama kakek Wicaksono seketika parah begitu bahagia.


"Apakah itu peralatan sekolah?" tanya Farah.


"Saya kurang tahu, Nyonya. tapi ini ada surat dari tuan Wicaksono, katanya disuruh memberikan kepada nyonya Farah." jawab sopir.


"Peralatan sekolah yang kamu minta sama kakekmu itu ya?" tanya Farida.


"Iya." jawab Farah.


"Iya." jawab Farah.


Sekarang Farah meminta kepada Farida ataupun Hanum untuk memanggilnya dengan panggilan saja. mereka berdua sekarang sudah tidak menjadi pembantu Arthur. karena Wanita itu meminta Farida ataupun Hanum untuk membantu para warga mendidik anak-anak mereka.


Hanum yang sudah berada di tempat itu nampak wanita itu menatap mobil truk yang sudah terparkir di depan rumah.

__ADS_1


"Ini Mobil siapa dek?" tanya Hanum.


"Ini lho Mbak, mobil ini adalah mobil dari Jakarta. mobil ini membawa barang-barang yang kita perlukan untuk membuka sekolah ala kadarnya itu." jawab Farah.


"Di dalamnya itu apa aja?" tanya Hanum kembali.


"Katanya sih meja kursi sama buku-buku." jawab Farah.


"Lalu, nanti kalau kita mengajar itu caranya bagaimana? kamu tahu kan dek.. Aku cuma lulusan sekolah SMA, kamu lebih tinggi, lalu kamu Faridah.. lulusan apa? jangan-jangan Kamu lulusan SMP atau SMA sepertiku?" tanya Hanum.


"Tenang aja, pokoknya itu rahasia yang penting aku bisa baca tulis itu sudah cukup. ngapain sih pakai tanya lulusanku segala." Farida yang terlihat meminta Pak sopir dan kernetnya untuk membuka pintu truk.


"Farah, kira-kira yang sekolah nanti itu ada berapa ekor anak sih?" tanya Farida.


"Kamu ini! kamu kira mereka itu ikan kamu bilang ekor, mereka itu anak manusia tahu! ada berapa anak yang bener, kamu bilang berapa ekor. kamu kira mereka itu ikan apa!" kesal Hanum yang kemudian beradu mulut kembali dengan Farida.


"Kata tuan Wicaksono sama nyonya Rindu kalau dua minggu lagi barang-barang itu akan datang lagi. beberapa hari ini mungkin peralatan sekolah seperti pakaian dan lain sebagainya baru menyusul." ucap pak sopir.


"Ini meja kursinya ada berapa Pak?" tanya Farah.


"Sekitar 35 saja Mbak." jawab Pak sopir.


"Ya cukuplah, mungkin yang sekolah cuma sekitar 15 anak aja." Farah nampak berpikir kalau tidak akan ada banyak anak yang ikut sekolah yang beberapa hari ini akan dibuka.


"Iya kalau 15 anak, Farah. kalau cuma datang dua anak aja gimana?" tanya Hanum yang membuat Farah tersenyum.


"Memangnya ada pistolnya?" tanya Farida.


Tiga wanita itu kalau berkumpul benar-benar sangat menjengkelkan.


"Kita suruh siapa Ya untuk menurunkan barang-barang ini? kalau aku kan nggak mungkin..," guman Farah dalam hati. Wanita itu harus menjaga kandungannya yang masih berusia begitu mudah.


"Dek, Biar aku sama Farida yang mengantar mereka. nanti aku akan telepon Pak RT meminta beberapa warga untuk membantu, bagaimana?" tanya Hanum.


"Ya enggak apa-apa, Mbak. kalau gitu minta sama Pak RT untuk mengirim beberapa warga untuk membantu kita." jawab Farah.


Para warga begitu berantusias untuk membantu Farida dan Hanum, kabar mengenai sekolah yang akan dibuka sekitar 2 atau 3 hari membuat anak-anak kecil yang ada di tempat itu sangat bahagia.


"Kamu jangan terlalu capek, sayang." Arthur yang terlihat menatap sang istri yang sedang melihat beberapa buku.


"Tidak apa-apa, Mas. aku sangat senang kok melakukan hal ini, lagi pula ini tidak berat kok..," jawab Farah.


"Hati-hati, apalagi...," Arthur yang tidak jadi melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Farah menatap sang suami kemudian tersenyum.


"Aku sudah tahu kok mas apa yang Mas sembunyikan, aku akan menjaganya, aku pasti akan selalu melindungi dia." Farah yang kemudian mengelus perutnya.


Arthur sedikit terkejut saat dia tahu kalau istrinya sudah tahu bahwa dia sedang hamil.


"Dari mana kamu tahu, sayang?" tanya Arthur.


"Aku tidak sengaja mendengar percakapanmu sama Kak Mia waktu itu, sebenarnya aku mau marah karena mas menyembunyikan kehamilanku. tapi untuk kebaikan kita aku mengerti apa yang ada di hatimu." Farah kemudian memegang tangan sang suami.


"Alhamdulillah kalau kamu sudah mengetahuinya, sayang. mas sangat bingung bagaimana cara untuk memberitahu kamu, karena kamu sudah tahu Mas benar-benar merasa lega." ucap Arthur.


"Kamu tahu Mas, aku suka dengan anak-anak kecil itu. aku ingin anak kita akan menjadi anak yang mencintai kita dan memberi kita kebahagiaan yang luar biasa." Farah nampak memberikan pelukan kepada sang suami.


"Aku sudah mencari tahu mengenai Siapa orang yang memasukkan obat keras yang setiap hari dimasukkan ke teh yang kamu minum." ucap Arthur.


"Sudahlah mas, ikhlaskan saja semuanya yang penting aku dan baik kita baik-baik saja, biarkan dia ingin melakukan perbuatannya, aku yakin dia bisa berubah." ucap Farah.


"Dia adalah istri dari pria yang sudah menyakitimu, Apa kamu tidak takut kalau dia akan menyakitimu lagi?" tanya Arthur.


"Tidak, Mas. yang aku lihat Mbak Farida atau Indah sudah banyak berubah, dia sudah tidak menaruh obat itu di minumanku kan? maka dari itu kondisiku sudah lebih baik. Mas harus yakin kalau aku dan anak kita akan baik-baik saja." ucap Farah.


"Mas tidak ingin kehilangan kamu ataupun anak kita, Mas rela kehilangan harta kekayaan Mas. Mas rela kehilangan semuanya asal kamu dan anak ini tetap bersama mas.. mas tidak ingin kamu ataupun anak ini meninggalkanku." Arthur terlihat hendak menangis. kedua matanya mulai berkaca-kaca, sekarang kita adalah keluarga, aku yakin wanita yang bernama Indah itu demi sedikit demi sedikit dia juga akan berubah menjadi wanita baik." Farah nampak memeluk sang suami untuk menenangkannya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace

__ADS_1


- Crazy love 18+


- Mahar cinta


__ADS_2