
*PERUSAHAAN WICAKSONO*
"Kakek." panggil Farah.
"Ya, ada apa?" tanya kakek Wicaksono.
"Maaf ya, jika aku harus berbuat kasar kepada mas Rudi." ucap Farah.
"Memangnya kenapa?" seketika kakek Wicaksono menatap Farah.
"Karena aku tidak mau kakek berfikir kalau aku lancang." jawab Farah.
"Kamu berhak melakukan hal itu, Rudi adalah pria brengsek." senyum ramah kakek Wicaksono.
"Aku hanyalah seorang gadis yang kakek pungut, aku tidak ingin kakek marah padaku." Farah terlihat merasa bersalah.
BRAKK!!
Tiba-tiba pintu kantor kakek Wicaksono di buka kasar.
Kakek Wicaksono menatap pria yang masuk ke kantornya.
"Dasar pria brengsek, beraninya kamu melakukan ini di kantorku!" seru kakek Wicaksono.
"Kakek, apa yang kakek lakukan! beraninya kakek memberikan perusahaan kepada orang asing!" seru Rudi.
"Apa yang kamu katakan?!" seru Kakek Wicaksono.
"Dia! kenapa kakek memberikan satu perusahaan kepada wanita itu!" Rudi menunjuk Farah yang sedang duduk di sofa.
"Kenapa kamu menunjukku?" tanya Farah.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku, apa yang sudah kamu lakukan kepada kakek hingga Dia memberikan warisan satu perusahaan!" seru Rudi.
"Warisan? warisan apa yang kamu maksudkan?" tanya Farah.
"Kamu tidak usah berpura-pura, salah satu perusahaan kakek sudah di balik nama atas namamu kan?!" seru Rudi.
Farah sedikit tersenyum, wanita itu menatap Rudi yang begitu marah.
"Jaga kata-katamu, Rudi!!" seru kakek Wicaksono.
Kenapa aku harus menjaga kata-kataku, ayah? aku tanya sekali lagi kenapa kakek mengibahkan salah satu perusahaan atas nama dia?" tanya Rudi.
__ADS_1
"Itu semuanya adalah keputusanku, Lalu kenapa kamu tidak terima?" tanya kakek Wicaksono.
"Tentu saja aku tidak terima seharusnya perusahaan itu menjadi milikku, kakek hanya mempunyai satu cucu yaitu aku. Lalu kenapa kakek memberikan perusahaan kakek kepada wanita itu?!" seru Rudi.
"Aku mau melakukan apapun itu urusanku, kamu tidak usah menanyakan hal itu." jawab Kakek Wicaksono.
"Aku berhak menanyakan hal itu, karena aku adalah pewarismu!!" seru Rudi.
"Lebih baik kamu keluar dari sini, jika tidak aku akan meminta para security untuk mengusirmu dari perusahaanku!" seru kakek Wicaksono.
"Kenapa kakek melakukan hal itu? aku ini adalah cucu kandungmu sedangkan dia dia itu siapa? dia hanyalah wanita yang kamu pungut, dia tidak mempunyai darah seperti kita. dia hanyalah wanita yang tidak tahu dari mana asalnya!!" seru Rudi.
"Kenapa kamu bilang dia tidak tahu dari mana asalnya? Tentu saja aku tahu dia dari mana, seorang gadis muda yang ditemukan oleh Lukman di tengah hujan deras. Seorang pria sudah menipunyah membuat dia menjadi seorang istri tanpa dia ketahui, menyiksanya setiap hari membuatnya terluka, bahkan pria itu adalah pria brengsek yang tidak pernah mengakuinya. sekarang kamu bilang dia tidak tahu dari mana asalnya? Tentu saja aku tahu dia adalah gadis yang sudah kamu tipu, dia adalah gadis buta huruf yang sudah hampir kehilangan nyawa beberapa tahun yang lalu!!" seru kakek Wicaksono dengan suara yang begitu menggelegar.
Rudi yang mendengar perkataan kakeknya seketika kedua kakinya langsung lemas, tatapan matanya menatap Farah. "Tidak mungkin, tidak mungkin dia adalah gadis bodoh itup." ucap Rudi yang tidak percaya dengan perkataan kakeknya.
"Kenapa? kenapa kamu tidak percaya kalau dia adalah gadis bodoh yang sudah kamu tipu dia adalah gadis lugu berwajah jelek yang selalu Kamu hina. kamu selalu menganggapnya sebagai sampah, sampah yang tidak ingin kamu sentuh!!" seru kakek Wicaksono.
"Tidak mungkin kalau wanita ini adalah wanita yang ditemukan oleh Pak Lukman?!" seru Rudi.
"Kamu tidak percaya? tentu saja kamu tidak percaya, akulah yang sudah membuat gadis ini berubah. selamat 2 tahun Aku berusaha untuk merubahnya, 2 tahun Aku berusaha untuk menjadikan dia wanita hebat. Apa yang kamu lakukan? kamu bahkan ingin membunuhnya hanya untuk warisan semata, kamu ini tidak pantas disebut seorang pria, kamu ini pantasnya disebut sebagai iblis. iblis berkedok manusia, seorang pria yang tidak memiliki hati sama sekali." jawab kakek Wicaksono.
Rudi masih belum yakin kalau Farah adalah gadis yang dia tipu beberapa tahun yang lalu. "Katakan kalau apa yang dikatakan oleh kakek itu bohong!!" seru Rudi.
DEG..
"Hahaha... Kamu kira aku akan percaya dengan kata-katamu, aku yakin kakek dan kamu berusaha untuk membodohi aku kalian tidak akan bisa membohongi aku!!" teriak Rudi.
CEKLEK.
Pintu kantor kakek Wicaksono di buka oleh seseorang.
"Tuan." panggil Hendrik yang masuk ke kantor kakek Wicaksono.
"Hendrik, masuklah." pinta kakek Wicaksono. tatapan mata Hendrik menatap di ruangan itu di sana sudah ada Rudi.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rudi kepada Hendrik.
"Tentu saja aku kemari karena aku adalah pengacara dari kakek Tuan Wicaksono." jawab Hendrik.
"Jangan-jangan kalian ingin melakukan sesuatu padaku? kalian ingin menipuku kan?!" seru Rudi.
"Oya Hendrik, katakan mengenai kebenaran Farah kepada Rudi katakan. katakan siapa sebenarnya gadis yang kamu tolong beberapa tahun lalu. seorang gadis yang sengaja dijatuhkan ke dalam kolam, seorang gadis yang benar-benar sangat kasihan." jawab kakek Wicaksono.
__ADS_1
Hendrik tidak akan mengira kalau kakek Wicaksono mengatakan siapa sebenarnya Farah, namun dengan begitu itu lebih baik karena Farah tidak harus berpura-pura.
"Gadis ini adalah gadis yang telah kamu bunuh beberapa tahun yang lalu, seorang gadis yang kamu lempar ke kolam. dia harus mengalami penderitaan yang sangat panjang ketika, semuanya sudah lebih baik ketika kakek memintaku untuk membawanya ke luar negeri untuk menjalankan pembedahan kepada gadis ini. Tuhan masih berkehendak bahkan Apa yang dilakukan oleh Tuan Wicaksono membuahkan hasil yang sangat fantastis." jawab Hendrik.
DEG..
Rudi terus menatap wajah Farah terus, dia tidak akan pernah berpikir kalau dia adalah mantan istrinya. seorang gadis muda yang sudah dikabarkan meninggal bahkan dia juga mendapatkan sebuah surat kematian.
"Pantas saja dia begitu membenciku, pantas saja dia benar-benar tidak ingin melihatku." guman Rudi dalam hati ketika melihat Farah dengan seksama.
"Lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan berusaha mengganggu kakek ataupun Farah. aku sudah tidak menganggapmu sebagai seorang cucu, seluruh warisan yang aku miliki akan menjadi cucu baruku, Farah." ucap kakek Wicaksono.
Bagaikan dunia yang sudah terjungkir balik Farah mendapatkan warisan dari kakek Wicaksono, sedangkan Rudi yang begitu berambisi untuk menjadi pria kaya raya itu nyatanya sekarang dia harus menelan kegagalan.
"Kakek tidak bisa melakukan hal itu, dia tidak pantas mendapatkan warisan dari kakek!!" seru Rudi.
"Kenapa? aku sudah mengadopsi dia sebagai cucuku secara hukum, dia berhak mendapatkan harta yang aku miliki." jawab kakek Wicaksono.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." ucap Rudi.
"Silahkan kamu berusaha untuk melakukan apa yang ada di otak kotormu itu." jawab kakek Wicaksono.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
__ADS_1
- Mahar cintaFarah