MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
FARAH TERSAKITI


__ADS_3

"Heh...," Rindu menghela nafasnya.


"Farah!" panggil Rindu.


Tak ada sahutan dari Farah, terlihat gadis itu berdiri mematung di pinggir jalan


"Farah." Panggil Rindu.


Tak ada jawaban dari Farah, sesaat kemudian Rindu langsung menepuk pundak Farah.


"Farah." Panggil Rindu.


Farah menoleh menatap Rindu, terlihat gadis itu menatap Rindu dengan tatapan mata yang tidak bisa dia katakan.


"Ada apa denganmu? kenapa kamu seperti ini?" tanya Rindu.


Farah tidak mengatakan apapun, namun dari sorot matanya ada sebuah kekecewaan yang begitu luar biasa.


Tak berselang lama tiba-tiba ponsel Rindu berdering, wanita itu menatap ponselnya. di sana ada sebuah pesan masuk.


"Farah, kamu ikut aku." pinta Rindu.


"Ada apa, Mbak?" tanya Farah.


"sudah, tidak usah banyak bertanya cepat ikut aku." jawab Rindu.


Tanpa mengatakan apapun Rindu menarik Farah untuk masuk ke tempat parkir rumah agensi miliknya.


"Cepat masuk." Rindu meminta Farah untuk masuk ke mobil. tanpa mengatakan apapun Rindu langsung melajukan mobilnya.


"Kita mau ke mana, Mbak?" tanya Farah.


"Sudah, tidak usah banyak bertanya." jawab Rindu.


Mobil berwarna silver itu melaju dengan kecepatan yang lumayan cepat, entah apa yang terjadi namun Rindu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Sekitar 25 menit kemudian Rindu sudah sampai di sebuah tempat, terlihat wanita itu memarkirkan mobilnya dengan terburu-buru.


"Kenapa kita ke rumah sakit, Mbak?" tanya Farah.


"Cepat keluar." minta Rindu.


Farah keluar dari mobil rindu keluar dengan tergesa-gesa.


"Ayo cepat sebelum ini terlambat." Rindu langsung menarik tangan Farah dan mengajak Gadis itu untuk masuk ke rumah sakit.


Farah benar-benar kebingungan karena Rindu mengajaknya ke rumah sakit, entah apa yang terjadi namun dari raut wajah Rindu pasti ada sesuatu yang benar-benar membuatnya khawatir.


RESEPSIONIS


"Tolong beritahu di mana kamar Nona Keisha?" tanya Rindu.


"Kamar melati lantai 3 nomor 21, Nyonya." jawab petugas resepsionis.


Dengan begitu terburu-buru Rindu harus segera sampai di ruangan itu.


"Ada apa Mbak?" tanya Farah.

__ADS_1


Rindu tidak menjawab, mulutnya tertutup begitu rapat.


"Mbak." panggil Farah kembali.


Rindu masih tetap tidak menjawab. Dia menarik tangan Farah dan mengajaknya berlari di sebuah tempat.


Di salah satu kamar di rumah sakit sudah terjadi sesuatu yang akan menghancurkan hati Farah.


"Apakah sah?!" tanya Pak penghulu.


"Sah!!" jawab beberapa orang yang ada di kamar itu.


Raut wajah yang begitu bahagia dapat terlihat di wajah Keisha.


"Sekarang kamu sudah menjadi suami Keisha, Hendrik." ucap Pak Rahmadi.


DEG..


Betapa terkejutnya Rindu dan Farah ketika melihat pernikahan itu sudah terjadi, kedua bola mata Rindu menatap Hendrik yang sekarang sudah sah menjadi suami dari Keisha.


"Mas Hendrik." ucap Farah.


Mendengar suara yang begitu familiar, suara yang begitu dirindukan Hendrik selama beberapa hari ini. Hendrik menoleh menatap Farah berada di tempat itu.


"Farah." Hendrik menatap Farah dengan tatapan mata yang benar-benar tidak akan percaya dengan penglihatannya.


"Apa yang kamu lakukan, Hendrik!!" seru Rindu.


Hendri tidak berani menjawab. Dia hanya terdiam sembari menatap seorang wanita yang tidak yang masih lemas berada di atas ranjang rumah sakit.


Farah menetap Keisha, pergelangan tangannya sudah dibalut perban. itu artinya dia mencoba melakukan sesuatu, kesedihan benar-benar melanda hati Farah. hatinya begitu terluka ketika dia melihat Hendrik memakai kerudung putih bersama Keisha.


Kedua kaki Farah benar-benar terasa lemas, hatinya terasa dihantam oleh batu yang sangat keras. pria yang begitu melindunginya itu sekarang tidak akan bisa bersamanya.


DEG..


"Farah..," Rindu menangkap tubuh Farah yang hampir terjatuh.


"Tolong bawa aku pulang, Mbak." ucap Farah.


"Farah." Panggil Hendrik.


"Berhenti di sana, Hendrik. Jangan pernah kamu mencoba untuk mendekati Farah, dasar kamu pria brengsek. kamu itu benar-benar brengsek! kamu tidak ada bedanya dengan Rudi!!" Rindu kemudian membawa para pergi dari rumah sakit.


Air mata Farah terus mengalir, tak berselang lama Hendrik mengejar Rindu dan Farah.


"Rindu, aku bisa menjelaskan semuanya." ucap Hendrik.


PLAKK


Rindu menampar Hendrik.


"Sudah cukup! Sudah cukup, Hendrik. Sudah cukup kamu membohongiku, Aku kira kamu pria yang berbeda dari Rudi. Namun ternyata kamu sama bejatnya dengan pria itu, kamu selalu mengatakan kata-kata manis di depan Farah. Namun nyatanya sekarang kami melihat kamu sudah menikahi wanita itu. dasar kamu pria tidak tahu diri! kamu itu pria brengsek!!" seru Rindu.


"Farah, Rindu. aku bisa menjelaskan semuanya." Hendrik berusaha untuk menjelaskan kepada Rindu.


"Pergi dari sini, pergi!" teriak Rindu.

__ADS_1


"Farah." Panggil Hendrik.


Tak Ada jawaban dari Farah, Gadis itu nampak menggenggam tangan Rindu dengan begitu erat.


"Aku harap ini untuk terakhir kalinya aku ataupun Farah melihatmu. Aku tidak akan membiarkanmu mendekati Farah sama sekali, bahkan bayanganmu pun tidak akan kuizinkan untuk mendekati Farah!!" Rindu yang kemudian mendorong tubuh Hendrik.


DEG..


Hati Hendrik benar-benar begitu hancur. Sudah beberapa hari ini dia begitu tertekan, Keisha memutuskan untuk bunuh diri, dia memotong urat nadi tangannya. beberapa hari Keisha berada di rumah sakit, karena kesalahan fatal itu membuat Hendrik mau tidak mau terpaksa menikahi Keisha.


Hendrik hanya bisa melihat kepergian Farah dan Rindu, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Hatinya hancur, pria itu sudah patah hati seutuhnya.


"Hendrik." Panggil Pak Rahmadi.


Hendrik menoleh menatap Pak Rahmadi dengan tatapan mata yang benar-benar begitu kecewa.


"Apakah dia wanita yang kamu cintai itu?" tanya Pak Rahmat.


Hendrik tidak ingin menjawab pertanyaan Pak Rahmadi, dia hanya terdiam kemudian meninggalkan pria tua itu.


"Maaf.. maafkan aku, Hendrik. Maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukan hal ini padamu. namun aku tidak ingin kehilangan putriku satu-satunya." ucap Pak Rahmadi yang melihat Hendrik sudah pergi dari tempat itu.


Di tempat lain Farah hanya bisa menangis menangis kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Hendrik.


"Kamu tidak boleh menangis, Farah. kamu tidak boleh menangis." ucap Rindu.


"Kenapa Mas Hendrik melakukan hal ini padaku, Mbak. kenapa dia melakukan hal ini." ucap Farah.


"Kamu tidak boleh menangis, kamu tidak boleh menangisi pria-pria brengsek itu." Rindu menggenggam tangan Farah.


"Aku capek Mbak, aku capek. aku capek mencintai." ucap Farah.


"Kamu tidak boleh mengatakan hal itu, Cinta adalah anugerah cinta adalah mimpi yang paling indah. kamu tidak boleh berhenti mencintai karena takdir setiap manusia adalah cinta." ucap Rindu.


Tidak ada kata yang diucapkan oleh Farah kembali, hatinya benar-benar hancur. hatinya begitu terluka ketika dia melihat Hendrik sudah menikahi Keisha. mobil berwarna silver itu akhirnya melaju melaju kencang menuju rumah kakek Wicaksono.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2