MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
GUDANG ANGKER


__ADS_3

KEESOKAN PAGI


"Kita mau kemana?" tanya Farida.


"Oh ya, aku lupa bilang sama kamu Kalau hari ini kita semuanya akan ke gudang teh milik Tuan Arthur.' jawab Hanum.


"Memangnya kita mau apa ke sana?" tanya Farida.


"Ya nggak tahu, ikut aja kalau kamu nggak mau ikut ya nggak apa-apa. di sini aja nemenin para setan-setan yang selalu melempar barang-barang di tengah malam itu." jawab Hanum.


"Cih.. kamu itu selalu saja menakuti-nakutiku. padahal kamu sendiri itu penakut kan." jawab kesal Farida.


"Aku sih bukannya takut tapi merinding aja. coba kalau aku bisa melihat wajah, mereka pasti akan kupu-kupu kuli." jawab Hanum.


"Lalu, Bagaimana kalau muka mereka itu hancur babak belur? jelek, Tidak berbentuk serta sangat menakutkan?" tanya Farida yang membuat Hanum langsung menelan air liurnya dengan begitu susah.


"Kalau kamu nggak mau ikut ya sudah sini aja, aku mau pergi sama Nyonya Farah sama Tuan Arthur." Hanum yang kemudian meninggalkan Farida.


WUSS..


semilir angin yang menyapu tubuh Farida membuat wanita itu sering sedikit merinding.


"Lebih baik kabur dari sini daripada nanti aku ditemenin sama setan." Farida yang langsung berlari mengejar Hanum.


Beberapa warga juga sudah menunggu Arthur di luar tempat itu.


"Terima kasih Ya den Arthur, karena den Arthur mau membantu kami." ucap pak RT.


"Tidak apa-apa, Pak RT. kalau tempat itu bisa bermanfaat kita gunakan, daripada tempat itu seperti hutan belantara kan menyeramkan." juga canda Arthur.


"Den Arthur memang sangat baik sama seperti Ibu den Arthur." ucap pak RT.


"Memangnya pak RT tahu ibu suamiku?" tanya Farah.


"Tentu saja tahu Mbak Farah, soalnya Ibu dari den Arthur itu adalah orang pribumi tempat ini." jawab Pak RT yang membuat Farah tersenyum.


Beberapa ibu-ibu nampak tersenyum menatap Arthur yang memang wajahnya sangat tampan dengan mata biru yang begitu indah.


"Ya sudah kalau begitu kita berangkat Pak RT, daripada kita menunggu di sini nanti malah kesiangan." Arthur yang mengajak Pak RT dan beberapa warga untuk membersihkan gudang teh yang sudah lama tidak digunakan itu.


"Dimana sih tempatnya?" tanya Farida.


"Aku nggak tahu, ikut aja daripada terus menerus menyebalkan." jawab Hanum.


GUDANG TEH


WUSSS..

__ADS_1


Semilir angin yang ada di gudang teh benar-benar membuat para Farida dan Hanum nampak bergidik ngeri.


"Kok seperti tempat para kompeni ya?" tanya Farah.


"Lebih tepatnya tempat jagal." jawab Farida.


"Kalau ini sih kelihatan seperti kampung zombie."


3 wanita itu nampak berbicara begitu nyeleneh, mereka saling berdekatan satu sama lain. mereka menatap sebuah bangunan besar yang mungkin usianya sudah puluhan atau mungkin ratusan tahun.


"Nyonya Farah, lihat deh di sana ada tulisan tahun pembuatan tempat ini." ucap Hanum yang membuat Farah dan Farida melihat bagian atas gudang teh 1870.


"Usianya lebih tua dari usia orang tuaku bahkan almarhum nenekku." ucap Farah.


"Iya, lebih tua dari kakek juga orang tuaku." jawab Farida.


"Kira-kira di dalam sana ada hantunya nggak?" tanya Hanum.


"Siapa yang berani masuk duluan?" tanya Farah yang membuat Hanum dan Farida langsung menempel erat di lengan Farah.


"Kita masuk bersama keluar bersama, kalau ada apa-apa nanti kita ngumpet bersama." Farida yang terlihat memberikan solusi yang lebih tepat.


"Kalian lagi ngapain sih?" tanya Arthur yang melihat istrinya saling berpegangan dengan dua pembantunya.


"Mas, mas Masuk aja deh.. kelihatannya aku sama Mbak Hanum sama Farida ada di sini aja." ucap Farah.


"Uhhh... Mending lihat hantu daripada dipatuk ular." Farah yang terburu-buru mengikuti sang suami yang sudah masuk ke dalam gudang teh.


"Iya deh, lebih baik lihat setan daripada digigit ular.. nanti malah mati duluan."


Hanum dan Farida yang sudah masuk ke dalam gudang. di tempat itu masih ada semua perabotan yang ada di gudang teh.


"Ini gudang atau apa Mas? kok nggak ada alat untuk membuat teh?" tanya Farah.


"Tempat ini cuma untuk melakukan uji coba pembuatan teh, Mbak Farah. kalau gudang yang asli Sampai sekarang masih berfungsi. gudang itu dibangun semenjak tahun 1810." ucap pak RT.


"Waduh.. kok malah lebih tua dari tempat ini." ucap Hanum yang sedikit menggosok kedua tangannya.


"Tenang aja, kalian ini kenapa sih.. lagian di sini nggak ada setannya kok. tempat ini bebas dari setan, cuma karena hampir 20 tahun tidak dipakai, ya tempat ini sedikit berantakan." ucap pak RT.


"Dua puluh tahun tahun kok cuma sebentar, itu waktu yang sangat lama. setan aja sudah nangkring di sini kalau dikosongin selama beberapa hari, 20 tahun kok cuma sedikit." Hanum yang terus menggerutu.


"Ini nih namanya senjata makan tuan, masuk kena mundur kena. Kita mending berdiri di tengah-tengah aja." Farida memberi solusi.


"Lalu, tempat ini mau dijadikan sekolah bagaimana caranya, Mas? kita membutuhkan donatur untuk membeli seluruh peralatan sekolah, buku-buku meja atau apapun." ucap Farah.


"Kita akan mencari donatur di kota, aku akan meminta bantuan kepada teman-temanku." jawab Arthur.

__ADS_1


Farah menarik lengan sang suami.


"Aku akan minta bantuan sama kakek juga Mbak Rindu, gimana?" tanya Farah.


"Itu lebih baik, kamu minta tolong sama mereka biar kita bisa membantu para warga yang ada di sini." jawab Arthur.


Para warga yang mendengar percakapan sepasang suami istri itu nampak mereka sangat bahagia.


"Kalau begitu kita bersihkan sekarang aja den!!" seru para warga yang sudah membawa alat kebersihan, sapu, cangkul sabit dan lain sebagainya.


Tanpa diperintah para warga langsung membersihkan halaman bagian depan gudang, mereka begitu bersemangat. Farah yang melihat hal itu nampak dia tersenyum.


"Kenapa kita harus menolong mereka?" tanya Farida.


"Kamu tahu, dulu aku pernah merasakan hal ini. hidup susah.. tidak ada yang mau membantu bahkan aku adalah bahan olok-olokan bagi tetangga-tetangga aku." jawab Farah.


"Memangnya kehidupan Nyonya Farah seperti itu?" tanya Farida.


"Dulu aku hanya lulusan sekolah dasar, tapi sekolah pun itu hanyalah sekolah bayangan. karena wajah jelekku membuat aku selalu dijauhi orang-orang, para murid yang melihat wajahku mereka selalu muntah.. ketakutan bahkan sering melempari aku dengan buku atau apapun. aku jarang masuk sekolah, aku ingin bersekolah namun orang tua dari murid-murid di kelasku selalu memintaku untuk tidak masuk agar anak-anak mereka tidak ketakutan." jawab Farah.


Mendengar perkataan Farah Entah mengapa jantung Farida benar-benar begitu tersentak.


"Apakah wanita ini mempunyai masa lalu yang begitu pahit? sepahit apakah masa lalunya? Lalu seperti apa perlakuan yang diberikan oleh Mas Rudi kepadanya hingga membuat dia berubah seperti ini." guman Farida dalam hati.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+


- Mahar cinta

__ADS_1


__ADS_2