MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
KEGALAUAN HATI HENDRIK


__ADS_3

"Ada apa, Paman?" tanya Hendrik.


"Jika aku minta padamu untuk membalas budi atas semua yang aku lakukan padaku. Apakah kamu mau melakukannya, Hendrik?" tanya Pak Rahmadi.


"Tentu saja, Paman. Tentu saja aku akan melakukannya. Paman adalah penyelamatku orang yang selalu mendukungku dan memberikan aku tempat yang begitu layak." jawab Hendrik.


"Kalau begitu aku bisa tenang." ucap pak Rahmadi.


"Memangnya Paman ingin meminta apa padaku?" tanya Hendrik.


"Nikahi Keisha, buat dia bahagia. aku tidak akan meminta apapun padamu, Aku tidak akan meminta kekayaan atau apapun lagi. aku hanya memintamu untuk menikahi Keisha." jawab Pak Rahmadi.


DEG..


Seketika jantung Hendrik tersentak begitu kencang, dia tidak akan pernah mengira Pak Rahmadi akan meminta hal itu padanya.


"Tapi, paman. paman kan tahu kalau aku dan Keisha seperti saudara?" tanya Hendrik.


"Tentu saja aku tahu, kamu selalu bilang kalau Keisha adalah saudaramu. tapi aku tidak akan pernah berpikir kalau dia akan mencintaimu, aku mengira dia menyayangimu hanya sebatas saudara. tapi hari ini aku baru tahu kalau dia benar-benar mencintaimu." jawab Pak Rahmadi.


Tubuh Hendrik terasa benar-benar membeku, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. di tengah kegalauan yang begitu luar biasa, guncangan batin yang tidak bisa dia terima


"Kamu bisa menerima permintaanku kan, Hendrik?" tanya Pak Rahmadi.


Hendrik terdiam, mulutnya tidak bisa berkata apapun.


"Aku tahu kalau permintaanku ini akan begitu mengguncang, tapi apa yang bisa aku lakukan? kamu tahu sendiri kan Keisha berusaha untuk mengakhiri nyawanya, dia lebih memilih untuk mati daripada kehilangan dirimu." ucap Pak Rahmadi.


Raut wajah Hendrik seketika berubah, di dalam otaknya hanya ada satu nama. Farah, lalu sekarang dia diminta untuk menikahi Keisha.


"Apa kamu mencintai wanita lain, Hendrik? apa kamu menginginkan wanita lain?" tanya Pak Rahmadi.


Hendrik kembali terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan Pak Rahmadi.


"Diam mu bisa menjawab pertanyaanku, tapi aku tidak punya pemikiran yang lain, Hendrik. mungkin permintaanku ini akan menyakitimu, namun sebagai balasan atas semua yang aku lakukan padamu aku minta kamu untuk menikahi Keisha. membahagiakannya dan membuatnya menjadi wanita yang kamu inginkan." ucap Pak Rahmadi sembari menatap wajah Hendrik.


"Heh...," Hendrik menghela nafasnya.


"Ada apa?" tanya pak Rahmadi.


"Aku tidak tahu, paman." jawab Hendrik.


"Jika kamu ingin membalas Budi padaku, nikahi Keisha."


Pak Rahmadi memegang pundak Hendrik.


"Tolong kamu pikirkan permintaanku."


Pak Rahmadi pergi meninggalkan Hendrik di tengah kegalauan hatinya.


"Hendrik."


panggil isteri pak Rahmadi.


Hendrik menatap isteri pak Rahmadi.


"Iya, Bu." jawab Hendrik.

__ADS_1


isteri pak Rahmadi memegang kedua tangan Hendrik.


"Aku mohon padamu untuk membantu ibu."


DEG..


entah apa yang ada di hati Hendrik, pikirannya seketika kacau balau tidak bisa memikirkan apapun. 3di sisi lain dia hanya menganggap Kesya sebagai saudarinya, dia tidak pernah mencintai Keisha. namun ketika semuanya terjadi seperti ini Hendrik benar-benar begitu kebingungan, orang yang begitu berjasa di hidupnya meminta balas jasa atas semua yang sudah dia lakukan.


"Berikan aku waktu, Berikan aku waktu, bu." Hendrik yang kemudian pergi dari rumah Pak Rahmadi.


Apa yang akan terjadi pada kehidupan Hendrik, dia sudah jatuh hati kepada Farah gadis yang dia tolong beberapa tahun yang lalu. sekarang dia harus dihadapkan pada dilema yang begitu luar biasa, Antara Cinta atau membalas budi. kepala Hendrik terasa dipukul oleh batu yang begitu besar, jiwanya terasa terbang entah kemana. mobil yang dilajukan oleh Hendrik berjalan di jalanan yang tidak tahu akan berhenti di mana.


"Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan?" Hendrik memegang kepalanya sembari mengemudikan mobil.


Tanpa terasa mobil itu berhenti di tempat Rindu, Hanya Rindu yang bisa membantu Hendrik, Rindu adalah satu-satunya teman Hendrik selain Rodrigo suami Rindu.


"Hendrik, kamu lagi ngapain di sini?"


Rindu melihat Hendrik berada di luar tempatnya. tatapan mata wanita itu menatap Hendrik yang dalam kondisi rambut sudah acak-acakan.


"Kamu mau ke mana?" tanya Hendrik.


"Aku mau mengambil barang di mobilku." jawab Rindu.


"Apa kamu punya waktu Sebentar?" tanya Hendrik.


"Punya banyak, Memangnya ada apa." jawab Rindu.


"Bisakah aku berbicara sebentar denganmu?" tanya Hendrik.


"Iya, memangnya ada apa sih?"


"Bisa ikut denganku sebentar, tidak?" tanya Hendrik.


"Kamu ini lagi ngapain sih? kamu ini kenapa?" tanya Rindu.


Di sebuah tempat Hendrik mengajak Rindu Untuk berbicara.


"Ada apa?" tanya Rindu.


"Aku benar-benar sangat kebingungan, Rindu." jawab Hendrik.


"Kamu kebingungan kenapa sih?" tanya Rindu kembali.


"Aku sangat bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan." jawab Hendrik.


"Coba kamu ceritakan semuanya, Kenapa kamu seperti ini? Apakah ada sesuatu yang membuatmu kebingungan?" tanya Rindu.


"Kamu tahu gadis yang bernama Keisha?" tanya Hendrik.


"Tentu, Bukankah dia putri dari Pak Rahmadi, orang yang sudah membesarkanmu?" tanya Rindu.


"Iya." jawab Hendrik.


"Lalu ada apa?" tanya Rindu kembali.


"Kamu tahu, hubunganku Seperti apa dengannya?" tanya Hendrik.

__ADS_1


"Tentu, kamu dan dia kan cuma sebatas saudara, Pak Rahmadi kan mengangkatmu sebagai anak angkatnya."


"Hari ini Gadis itu hendak bunuh diri, dia ingin mengakhiri nyawanya." jawab Hendrik.


"Apa! memangnya apa yang terjadi?" tanya Rindu.


"Dia berulang kali mengatakan cinta padaku, berulang kali pula aku menolak perasaannya." jawab Hendrik.


"Lalu, kalau kamu sudah menolaknya apa yang membuatnya seperti itu?" tanya Rindu.


"Dia bilang dia tidak akan melepaskan untuk wanita lain, dia bilang jika aku bersama wanita lain Lebih baik dia mati." jawab Hendrik.


"Lalu, apakah dia tahu kalau kamu menyukai Farah?" tanya Rindu.


Hendrik menggelengkan kepalanya.


"Lalu, apa maksud dari perkataanmu ini? semua ada hubungannya dengan kegalauan yang ada di hatimu?" tanya Rindu.


"Paman Rahmadi memintaku untuk menikahi Keisha." jawab Hendri.


"Apa!!!" teriak Rindu dengan sangat keras.


"Dia memintaku balas budi untuk semua yang dia lakukan, dia memintaku untuk menikahi Keisha." jawab Hendrik.


"Lalu, apa yang kamu katakan kepada mereka?" tanya Rindu.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku baru menyadari perasaanku kepada Farah. Aku ingin memperjuangkan Gadis itu, aku ingin menikahinya dan menjadikannya istriku. namun apa yang terjadi ini.. paman Rahmadi memintaku untuk menikahi putrinya." jawab Hendrik.


"Kamu ini seorang pria, kamu harus menjadi pria gentle. Kamu harus menjadi pria yang mempunyai pendirian." ucap Rindu.


"Inilah yang sekarang aku pikirkan, Farah. di sisi lain aku ingin memperjuangkan cintaku, di sisi lain pula aku harus membalas Budi kepada orang yang sudah membesarkanku, menjadikanku suksesnya sampai saat ini." jawab Hendrik.


Seketika Rindu terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun. apa yang dikatakan Hendrik semuanya seperti pisau bermata dua.


"Lebih baik kamu pikirkan dengan baik, Hendrik. Jika kamu ingin membalas Budi kepada tuan Rahmadi itu adalah keputusanmu Jika kamu memilih Farah itu juga keputusanmu." Rindu tidak ingin memaksa sahabatnya itu dengan semua keinginannya untuk memilih Farah.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2