
"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi Hendrik dan mencari solusi mengenai hal ini." ucap Farah.
"Ngapain lah Mbak, aku tinggal bilang sama kakek, bereskan." jawab Farah yang kemudian mengambil ponselnya.
Kalau pria tua bernama kakek Wicaksono yang berdiri di depan Farah, tentu saja tak akan ada pengusaha yang berani menantang pria itu. pria tua kaya raya itu memiliki pengaruh luar biasa di dunia bisnis.
"Baiklah kalau begitu kakek akan bereskan semua itu, Nanti bilang sama Hendrik untuk ke tempat kakek. kalau perlu kamu ke tempat pria itu bawa dia kemari." perintah kakek Wicaksono.
"Baiklah kek." jawab Farah yang kemudian menutup teleponnya.
"Licik banget sih kamu." sindir Rindu.
"Ya tentulah, Mbak. mereka juga main kasar seperti itu. kan ngapain juga kita tidak melakukannya." jawab Farah.
Setelah mendapatkan persetujuan dari kakek Wicaksono akhirnya Rindu pergi ke tempat Hendrik.
*FIRMA HUKUM HENDRIK*
"Mas." panggil Farah.
"Masuk." jawab Hendrik.
"Kamu lagi repot nggak, Mas?" tanya Farah.
"Tidak, Mas. cuma ada tamu saja." jawab Hendrik.
Farah melihat seorang wanita cantik berada di kantor Hendrik, terlihat gadis muda itu menatap seorang wanita yang sedang bercanda gurau dengan Hendrik.
"Siapa dia, Mas?" tanya seorang wanita cantik kepada Hendrik.
"Dia Farah, gadis yang aku ceritakan padamu itu." jawab Hendrik.
"Halo, perkenalkan namaku Keisha." ucap Keisha.
"Salam kenal dariku, mbak." jawab Farah.
"Ternyata kamu gadis yang sangat menyenangkan juga, ya." ucap Keisha.
"Terima kasih ya Mbak, Mbak juga wanita yang sangat menyenangkan loh." jawab Farah.
"Oh ya, ada apa kamu kemari?" tanya Hendrik.
"Masalah yang ada di kampus itu lho Mas." jawab Farah.
"Memangnya Kenapa?" tanya Hendrik.
"Aku dapat surat panggilan dari polisi." jawab Farah.
"Jadi mereka mau bermain-main ya?" tanya Hendrik.
"Tentu saja, tadi Aku juga sudah menelpon kakek. kakek bilang dia akan menyelesaikan masalah ini." jawab Farah.
"Baiklah kalau begitu." Hendrik yang kemudian membaca surat penangkapan dari polisi.
"Ya sudah kalau begitu, aku mau kembali ke perusahaan Tuan Arthur dulu ya Mas. aku ada janji ke perusahaannya." ucap Farah.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu, kamu hati-hati jangan lupa nanti telepon aku." pinta Hendrik.
"Siap." jawab Farah yang kemudian juga berpamitan dengan Keisha.
SATU JAM KEMUDIAN
*ARTHUR GROUP*
Sebuah perusahaan tempat Farah bernaung sekarang, sebuah tempat dengan pemimpin yang sangat baik kepada Farah. hari ini Arthur sengaja mengajak Farah untuk makan malam di suatu tempat yang sangat romantis, pria itu sudah menjalankan rencananya untuk mendekati Farah sedikit demi sedikit.
"Bagaimana, Apakah kau menyukai produk yang sedang menjadi tren itu?" tanya Arthur.
"Tentu Tuan.." jawab Farah.
"Bisakah kau tidak memanggilku Tuan, karena aku sedikit tidak menyukai panggilan yang kau selipkan kepadaku itu." jawab Arthur.
"Kalau saya tidak boleh memanggil anda Tuan, kalau begitu saya harus memanggil anda apa?" tanya Farah.
"Bagaimana kalau kau memanggilku Arthur saja." jawab Arthur.
"Apakah itu tidak berkesan kalau aku ini pegawai yang sangat kurang ajar, tuan?" tanya Farah.
"Kalau begitu bagaimana kalau kau memanggilku dengan sebutan Mas saja, biar kita tidak sama-sama canggung." jawab Arthur.
"Memangnya boleh?" tanya Farah.
"Tentu saja boleh." jawab Arthur.
Hari itu percakapan dimulai dengan sebuah kata-kata yang sedikit kaku, sesaat kemudian Arthur memberikan beberapa produk yang telah dipasarkan di perusahaannya. bahkan pria itu memberikan Farah produk dengan kualitas yang sangat bagus, mulai dari perhiasan pakaian dan kosmetik dari perusahaannya.
"Ini apa Mas?" tanya Farah kepada Arthur.
"Memangnya boleh?" tanya Farah.
"Kenapa tidak boleh, karena aku yang memberikannya padamu." jawab Arthur. akhirnya Farah menerima hadiah yang diberikan oleh Arthur.
Seorang pria memasuki restoran Tempat Arthur dan Farah berada. pria itu siapa lagi kalau bukan Rudi, tatapan mata Rudi menatap Farah yang bersama dengan Arthur. tatapan mata itu tidak berkedip sama sekali saat melihat Farah berpakaian begitu cantik bahkan tersenyum begitu menawan.
Langkah kaki Rudu mendekati meja tempat keberadaan Arthur dan Farah.
"Ternyata dia menolakku karena dia bekerja sama dengan Arthur, pantas saja dia tidak melirikku sama sekali karena Arthur adalah pria kaya raya yang mempunyai segalanya." guman Rudi dalam hati saat berada di depan Arthur dan Farah.
Terlihat sebuah senyum tergambar di wajah Rudi, dengan sengaja pria itu menggebrak meja Arthur.
BRAKK..
"Aku tidak pernah mengira kalau kau adalah wanita matre, kau menolakku untuk pria seperti dirinya!" seru Rudi dengan sengaja memperkeras kata-katanya. karena dia ingin mempermalukan Farah di depan khalayak umum, apalagi saat ini kondisi restoran tempat mereka makan malam begitu ramai. orang-orang yang ada di sana menatap ke arah meja tempat Arthur dan Farah.
Sebuah senyum terukir di wajah Farah saat melihat pria yang dulu selalu menyakitinya tanpa henti, bahkan membuat Farah terluka hingga berakhir di rumah sakit dan mengalami koma.
"Anda siapa? Mengapa anda datang ke meja kami?" tanya Farah yang berpura-pura tidak mengenal Rudi.
PROKK..
PROKK
__ADS_1
PROKK
"Wow.. ternyata wanita matre sepertimu bisa berakting di depan umum juga." ucap Rudi dengan nada suara yang begitu keras.
"Siapa kamu, mengapa kamu berani sekali tiba-tiba datang ke meja tempat kami berada!!" seru Arthur.
Memang benar karena Arthur tidak pernah mengenal Rudi, seorang pengusaha yang terbilang tidak terlalu sukses dibanding Arthur.
"Apakah kau tidak tahu kalau aku telah mendekati wanita ini, Bahkan dia berjanji untuk selalu bersamaku namun saat bertemu dengan pria yang lebih kaya dariku malah dia menghianatiku!" seru Rudu sambil menunjuk wajah Farah. sebuah senyum tersirat kembali di wajah Farah saat melihat wajah setan dari Rudi.
Arthur berdiri, pria itu menatap menatap wajah Rudi dengan Tatapan yang benar-benar ingin membuat Rudi terluka.
"Berani sekali kau menghina model ku!!" seru Arthur sembari menarik tubuh Rudi.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh menghinanya?!" seru Rudi.
"Sebagai seorang pria kau tidak pernah menghormati wanita." jawab Arthur yang kemudian melinting bajunya. terlihat sekali kalau pria itu sudah sangat marah, kemungkinan besar emosinya sudah berada di ubun-ubun karena melihat Rudi mempermalukan dirinya di kalayak umum dengan memakai Farah.
BUKK
BUKK.
BUKK..
Arthur langsung menghajar wajah Roy berkali-kali, pria itu benar-benar sangat emosi saat melihat Farah dipermalukan di depan umum apalagi dia bersamanya,
"Berani sekali kau menghina wanita ini di depan umum!!" seru Arthur yang telah menghajar Rudi.
Beberapa pihak keamanan yang ada di restoran itu langsung mendatangi meja tempat Arthur berada,
"Segera singkirkan pria ini karena dia telah mengganggu acara ku!!" seru Arthur.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love 18+
- Mahar cinta
__ADS_1
kita lanjut ke judul yg lain ya🙏🙏
*APA SALAHKU? *