MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
PERGI BERSAMA HENDRIK


__ADS_3

KEESOKAN HARI


"Hari ini kau tidak membawa mobil?" tanya kakek Wicaksono kepada Farah.


"Tidak kek, karena hari ini aku akan dijemput oleh Mas Hendrik." jawab Farah.


"Ya udah kalau gitu, kau harus hati-hati. ingat kau tidak boleh terlalu percaya pada orang lain!!" seru kakek kepada Farah.


"Tentu saja aku tidak akan pernah percaya pada orang lain." jawab Farah.


"Baguslah kalau begitu." kakek tersenyum.


"Oh ya, Farah. menurutmu bagaimana Hendrik itu?" tanya kakek Wicaksono.


"Mas Hendrik?" tanya Farah kembali.


"Iya, bagaimana menurutmu?" tanya kakek Wicaksono.


"Mas Hendrik itu orang yang baik kek." jawab Farah.


"Sebaik apa?" tanya kakek Wicaksono kembali.


"Ya pokoknya sangat baik." jawab Farah.


*BEBERAPA MENIT KEMUDIAN*


"Farah." panggil Hendrik.


"Kamu sudah datang, Mas?" tanya Farah.


"Tentu saja sudah datang, kalau nongol seperti ini berarti sudah datang." jawab Hendrik.


"Kok kelihatannya nggak ikhlas banget ya?" tanya Farah.


"Nggak ikhlas bagaimana?" tanya Hendrik balik.


"Jawabannya kok ketus banget sih, kalau nggak mau menjemput ya nggak apa-apa lho Mas. kok jawabannya seperti itu sih?" tanya Farah yang membuat Hendrik sedikit tersenyum.


"Ayo cepat kita berangkat, nggak usah ngobrol di sini nanti kesiangan." Hendrik yang kemudian menarik Farah untuk segera masuk ke dalam mobil.


"Kalau capek nggak usah ke kampus, tubuh capek nggak usah dipaksakan." ucap Hendrik.


"Iya Mas, beberapa hari ini aku harus bolak-balik dari tiga tempat. kamu tahu kan dari perusahaan setelah itu ke kampus pulang dari kampus aku harus melakukan foto untuk beberapa pakaian dari Mbak Rindu." jawab Farah.


"Ya sudah kalau begitu kamu tidur sebentar sana, nanti kalau sudah sampai di kampus aku bangunkan."


"Kek, aku berangkat ya." Farah mencium tangan kakek Wicaksono.


"Hati-hati!" seru kakek Wicaksono.


"Ayo berangkat." ajak Farah yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Mobil hitam itu melaju dengan kecepatan sedang, Farah langsung memejamkan matanya ketika berada di dalam mobilnya.

__ADS_1


"Farah." Hendrik membangunkan Farah.


"Sudah sampai ya Mas?" tanya Farah.


"Ya." jawab Hendrik.


"Ya udah kalau begitu Aku masuk dulu ya." ucap Farah.


"Nanti jangan sampai kau pulang terlebih dahulu, Tunggu aku." pinta Hendrik kepada Farah.


"Iya Mas, nanti aku bakal nunggu mas setelah selesai mengajar." jawab Farah.


Seorang pemuda yang bernama Rangga hari ini sengaja menunggu Farah di luar gerbang kampus, pemuda itu tersenyum sembari membawa sebuah hadiah untuk gadis itu. Farah baru keluar dari mobil Hendrik, gadis itu melangkahkan kakinya ingin memasuki ruangan kelas nya.


"Ingat, tunggu aku!" seru Rangga.


"Iya iya aku tunggu." jawab Farah yang kemudian masuk ke dalam kampus.


"Bu dosen cantik!!" seru Rangga.


"Rangga, ada apa?" tanya Farah.


"Aku di sini menunggu Bu dosen cantik." jawab Rangga.


"Ada apa, Farah?" tanya Hendrik yang mendatangi Farah. pria itu melihat Rangga mendatangi Farah.


"Maaf pak, saya sengaja menunggu Farah." jawab Rangga.


"Habis gimana lagi pak, bahkan yang terlihat usia Bu Farah umurnya di bawahku, Jadi tidak mungkin kan aku memanggilnya ibu guru." jawab Rangga.


Terlihat Hendrik menghela nafasnya begitu kasar, karena benar apa yang dikatakan oleh Rangga kalau usia Farah memang masih dua puluh tahun.


"Ya udah kalau gitu aku masuk dulu ya, Mas." ucap Farah.


"Ya segera masuk nggak usah ngobrol di luar sini." jawab Hendrik yang kemudian menyuruh Farah untuk segera masuk. pria itu tidak mau masuk ke dalam mobil Bahkan dia menunggu Farah menghilang dari pandangannya terlebih dahulu.


"Dasar bocah tengil, berani banget dia menggoda wanita." ucap kesal Hendrik yang kemudian masuk ke dalam mobil.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


Hari ini Farah selesai mengajar lebih cepat, karena terlihat Gadis itu ingin segera ke kantin kampus karena perutnya sudah lapar. terlihat di sana beberapa pria yang suka mengganggu wanita melihat Farah yang berada di kantin. beberapa pria tersebut adalah salah satu anak dari orang-orang kaya yang ada di sekitar tempat itu.


"Lihat dia adalah dosen baru yang sangat terkenal itu." ucap salah satu pemuda yang ada di kantin.


"Dia lumayan cantik." jawab seorang pria yang bernama Rio.


"Bagaimana kalau kita ganggu dia, Aku yakin dia adalah wanita lemah yang akan merasa ketakutan jika kita mengganggunya." ucap teman Rio.


"Tentu, walaupun aku melakukan kesalahan di kampus ini tidak akan ada yang berani untuk memberikan aku hukuman." jawab Rio.


"Kalau begitu kita ganggu saja dia, apalagi kita bawa dia ke salah satu ruangan yang biasa kita pakai untuk mengganggu para wanita yang ada di kampus ini." ucap Rio.


Akhirnya lima pemuda yang sangat terkenal di kampus itu mendatangi Farah yang sedang makan di kantin kampus. terlihat gadis itu makan makanan yang telah dia pesan.

__ADS_1


"Hai cantik!!" seru Rio dan teman-temannya.


Tidak ada sahutan dari Farah. gadis itu tetap melanjutkan makannya karena dia tidak ingin diganggu oleh para pemuda tersebut.


"Sombong sekali, wajahmu saja tidak terlalu cantik saat dipanggil tidak Mau menoleh!" seru Rio dan teman-temannya.


Tetap saja Farah tidak menghiraukan kata-kata dari Rio dan teman-temannya, gadis itu tetap memakan makanan yang ada di mejanya. namun sesaat kemudian terlihat teman-teman Rio mulai melakukan kan tindakan asusila kepada Farah, hingga membuat Gadis itu meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya.


Tatapan mata Farah menatap Rio dan teman-temannya, nafas Farah mulai memburu saat melihat para pria yang hendak melecehkannya.


BRAKK...


"Kalian kurang ajar sekali." ucap Farah.


"Ha-ha-ha..dia marah!!" seru Rio dan teman-temannya.


Salah satu tangan Rio ingin menyentuh tubuh Farah, tatapan mata Gadis itu menatap seorang pria yang ingin melakukan sesuatu padanya. Dengan segera Farah berdiri, dia menatap lima pria itu dengan tatapan yang begitu membenci. dengan segera salah satu tangan Farah menarik salah satu pria yang ingin melecehkannya.


BRAKK!!


BUGG.


Salah satu pria itu langsung dibanting Farah di atas meja kantin kampus, tatapan mata gadis itu menatap teman-teman Rio yang berusaha menyentuh tubuhnya.


"Jangan pernah main-main denganku, Jika kalian ingin melakukan sesuatu pikirkan dengan baik-baik. Jika kalian ingin bernafas lega hari ini segera tinggalkan aku, karena aku tidak suka dengan para pria seperti kalian." ucap Farah dengan nada suara yang begitu santai.


Sedangkan Rio dan teman-temannya yang melihat salah satu temannya dihajar oleh Farah, terlihat keempat orang itu ingin membalas perbuatan gadis itu. Mereka ingin mempermalukan Farah dengan melecehkannya di depan para murid-murid yang lain.


"Seret dia ke tempat biasa kita melakukan hal itu!!" seru Rio kepada teman-temannya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+


- Mahar cinta

__ADS_1


__ADS_2