MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
BIARKAN AKU BAHAGIA


__ADS_3

Hendrik terus berusaha untuk meyakinkan Farah untuk pergi dengannya, namun Farah sendiri tentu saja tidak mau melakukan hal itu. dia mencintai suaminya dia ingin bersama orang yang begitu dia cintai.


"Sudahlah mas, lupakan semuanya. aku tidak mungkin bisa bersamamu, aku sudah bahagia bersama suamiku." jawab Farah.


"Kamu tidak akan pernah bahagia bersamanya, Pergilah denganku." Hendrik yang terus berusaha memaksa Farah.


Tentu saja Arthur tidak akan membiarkan istrinya pergi dengan pria lain.


"Pergilah dari sini jangan ganggu istriku." Arthur mendorong tubuh Hendrik.


"Mas.. carilah kebahagiaanmu sendiri, aku tahu apa yang telah kamu lakukan. kamu berusaha untuk membunuh bayi yang ada di kandunganku. Aku mohon Mas.. kamu berhak untuk bahagia, mbak Keisha juga berhak bahagia, carilah kebahagiaanmu cobalah untuk mencari jalan terbaik untukmu. aku sudah tidak mungkin bersamamu, Kamu sudah tahu kan aku tidak akan mungkin meninggalkan Suamiku. aku mencintai dia.. Walaupun dia tidak kaya tapi aku akan berjuang bersama dengannya." ucap Farah.


Hendrik menatap wajah Farah, tatapan mata Farah benar-benar begitu menusuk.


"Aku tidak yakin kamu bahagia dengannya,"


"Lupakanlah aku, anggaplah aku seperti adik kecil yang selalu kamu manjakan. tetaplah seperti dulu menganggapku sebagai gadis kecil yang begitu kamu sayangi." ucap Farah.


Mendengar perkataan Farah jantung Hendrik benar-benar terasa hancur, apa yang harus dia lakukan. apa yang harus dia perbuat, Farah benar-benar tidak mau bersamanya di


"Kenapa kamu tidak ingin bersamaku, Farah?Aku mencintaimu Aku benar-benar mencintaimu." ucap Hendrik.


"Mas.. lupakan aku, mulailah kehidupan yang baru. aku memaafkan atas segala yang kamu lakukan, lepaskan aku. Biarkan aku bahagia bersama dengan suamiku." terlihat Farah mendekati Hendrik kemudian memegang tangannya.


Sedangkan Arthur yang melihat hal itu tentu saja dia tidak ingin istrinya mendekati pria yang begitu menginginkannya.


"Aku benar-benar mencintaimu, Farah." ucap Hendrik.


"Biarkan cintamu itu menjadi cinta seorang kakak kepada adiknya, biarkan cinta itu menjadi cinta yang tetap kamu berikan untukku. bukan sebagai seorang wanita, tapi sebagai seorang kakak kepada adiknya. kamu tidak ingin aku menderita seperti adikmu kan? maka dari itu lepaskan aku, Biarkan aku bahagia."


Farah terlihat berbicara dengan begitu lembut. wanita itu mengelus tangan Hendrik sembari menatapnya, ada begitu banyak kebahagiaan, tatapan mata itu seolah mengisyaratkan Farah tidak akan meninggalkan suaminya.


"Maaf-maafkan atas apa yang aku lakukan, Maafkan semua kesalahanku selama ini." Hendrik tiba-tiba mengatakan hal itu.


"Mas.. kamu selalu menganggapku sebagai seorang adik kan? tetaplah menganggapku seorang adik, dengan begitu aku bisa melihatmu aku bisa menatapmu dan berbicara dengan begitu bahagia. jangan ada kebencian di hatimu, biarkan perasaan kelam itu terbawa angin pergi jauh-jauh." ucap Farah.


Tiba-tiba Hendrik menangis, pria itu tidak mampu menahan semua kesedihannya. Farah nampak berjalan mundur, sedangkan Keisha berjalan maju dan memberikan pelukan kepada sang suami.

__ADS_1


"Tenanglah Mas, aku akan selalu ada untukmu. maafkan atas semua yang sudah aku lakukan padamu, Maafkan aku karena telah membuatmu menderita." ucap Keisha sembari mengelus punggung sang suami.


Hanya ada kehampaan, Hendrik memeluk Keisha kembali sembari meneteskan air matanya.


"Aku tidak mau Farah membenciku, Aku tidak mau dia menjauh dariku." ucap Hendrik.


"Tetaplah menjadi kakaknya, tetaplah menjadi orang yang akan melindunginya." jawab Keisha.


pertemuan hari itu menjadi pertemuan yang begitu dramatis, beberapa warga yang ada di situ nampak berkumpul. Mereka takut jika tamu yang baru datang tiba-tiba itu akan melakukan sesuatu kepada Arthur ataupun Farah. Hendrik dan Keisha menginap di tempat Farah selama beberapa hari, sedikit demi sedikit perasaan Hendrik mulai melunak, pria itu selalu menatap Farah yang terlihat begitu bahagia bersama sang suami.


Walaupun Arthur tidak kaya seperti dulu namun senyum yang ditunjukkan oleh Farah adalah senyum yang begitu tulus.


Keesokan hari kakek Wicaksono dan Rindu serta beberapa model juga beberapa artis ibukota datang ke tempat Farah, mereka akan memberikan bantuan mengenai pembangunan sekolah yang ada di desa itu.


"Lihatlah perutmu semakin membuncit, Farah." ucap Rindu.


"Tentu saja, Mbak. Lihatlah ini adalah anugerah Tuhan untukku." jawab Farah.


"Alhamdulillah, Allah memberi kami kesempatan menjadi orang tua. sebentar lagi Hendrik dan Keisha juga akan menyusul kami." ucap Arthur sembari menatap wajah Hendrik.


Ada senyum di wajah Arthur dan Hendrik, Hendrik sendiri nampak menatap istrinya.


Mendengar perkataan seperti itu tentu saja Keisha langsung meneteskan air matanya, di tempat itu pula para warga nampak berkumpul. beberapa bulan kemudian Farah akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki. kakek Wicaksono, Rindu dan beberapa teman model Farah nampak berbondong-bondong ke sana. Mia Bersama sang suami dan pekerja setia Arthur juga berada di sana. tempat itu seperti tempat perayaan desa.


"Kakek sangat bahagia karena kamu sudah memiliki momongan, Farah." ucap kakek Wicaksono.


"Kakek sekarang menjadi seorang buyut, sebentar lagi akan ada pengantin baru yang akan menikah dengan orang-orang yang ada di sini." ucap Farah.


"Benarkah? Siapa?" tanya Rindu.


"Indah akan menikah dengan anak Pak RT, sedangkan Mbak Hanum katanya dia akan menikah dengan Pak lurah. duda beranak satu itu." jawab Farah sambil tersenyum.


suara canda tawa dan kebahagiaan, Arthur menatap istrinya yang tersenyum begitu lebar. tak berselang lama Hendrik bersama mertua dan istrinya juga ada di sana. orang tua Indah juga ada di sana, Mereka bekerja sama untuk membangun fasilitas umum di desa itu, mulai dari sekolah Puskesmas Bahkan mereka berjanji akan memberikan bantuan kendaraan umum bagi ibu-ibu hamil dan lansia.


"Tuan Wicaksono." Panggil Pak Bambang.


"Selamat sore, Pak Bambang." jawab kakek Wicaksono.

__ADS_1


"Aku benar-benar sangat berterima kasih, kepada cucu Tuan Wicaksono. karena membuat putri saya menjadi wanita yang lebih baik." ucap pak Bambang.


"Cucuku adalah wanita istimewa tidak salah kan aku mendidiknya." canda kakek Wicaksono.


suara tawa yang begitu lebar, pak RT yang ada di tempat itu juga datang bersama Pak lurah. pak RT datang bersama putranya yang sudah berpacaran dengan indah, Pak Bambang tidak menolak putrinya menikah dengan orang desa. toh semua manusia sama saja sedangkan Hanum beberapa minggu lagi akan menikah dengan Pak lurah, duda beranak satu.


"Terima kasih, Mas. terima kasih karena memberikan aku kebahagiaan." ucap Farah.


"Terima kasih karena kamu memberikan aku Putra yang begitu tampan." jawab Arthur.


"Kita mau memberi nama anak kita siapa?" tanya Farah saat melihat putranya yang memiliki wajah bule seperti ayahnya.


"Kita beri nama Saga Arthur Zavier. Aku benar-benar menyukai nama itu." jawab Arthur.


Kebahagiaan akhirnya benar-benar begitu lengkap, semuanya berkumpul di tempat Farah. para warga desa juga sangat bahagia karena di tempat Farah sudah berkumpul banyak artis, banyak model bahkan banyak para gadis desa yang suka melihat pemandangan para model tampan yang ada di sana.


** TAMAT **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+

__ADS_1


- Mahar cinta


__ADS_2