MAHAR CINTA

MAHAR CINTA
COBAAN YANG DATANG


__ADS_3

DUA HARI KEMUDIAN


"Ada apa, Mia?" tanya Arthur kepada Mia.


"Ada sesuatu yang sangat penting, Arthur." jawab Mia.


"Memangnya ada apa?" tanya Arthur.


"Duduklah dulu Kak Mia, Apakah ada sesuatu yang sangat mendesak?" tanya Farah.


"Iya, Farah. ada sesuatu yang mendesak, Aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat kalian terkejut." jawab Mia.


"Ada apa?" tanya Arthur.


Mia memberitahu Arthur mengenai beberapa berkas yang ada di perusahaan.


"Apa ini?" tanya Arthur.


"Kita mendapatkan masalah, beberapa klien kita yang selalu membeli semua brand yang sudah kita luncurkan itu tiba-tiba memutus kontrak kerjasama." jawab Mia.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Arthur yang masih terlihat begitu santai.


"Aku tidak sedang bercanda, Arthur." Mia yang mulai kesal.


"Aku juga tidak sedang bercanda, Mia. Memangnya ada apa?" tanya Arthur.


"Perusahaan kita dalam masalah, kamu harus segera melihat perkembangan perusahaan. perusahaan kira semakin menurun." jawab Mia.


"Aku sudah mengetahuinya, Mia. beberapa pemegang saham yang ada di perusahaan mulai mengundurkan diri, mereka mengambil saham-saham mereka dengan berbagai alasan. Aku tahu apa yang terjadi, kamu tenang saja." jawab Arthur.


"Apa kamu sudah gila, saham kita itu mengalami penurunan. Kenapa kamu bersikap sesantai ini?" tanya Mia.


"Kita itu hidup di dunia terkadang ada bahagia atau sedih, ada naik ataupun turun. kita bekerja di bidang ini sudah lama, mungkin untuk saat ini Tuhan memberi kita cobaan. kamu tahu, terkadang aku capek terus mengurus perusahaan dan bekerja. untuk saat ini aku minta padamu untuk memegang perusahaan terlebih dahulu, aku sudah bilang kepada suamimu mengenai hal ini. mungkin ini tidak akan baik untuk perusahaanku, tapi akan lebih baik jika suamimu mengambil alih perusahaan ini terlebih dahulu." ucap Arthur.


"Apa kamu gila! perusahaan itu adalah perusahaan yang kita rintis, kita perjuangkan semenjak kita masih muda. lalu Apakah kamu akan mundur secepat ini?" Mia yang tidak terima.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak akan mundur, tapi untuk saat ini aku akan mempercayakan perusahaan itu pada suamimu. Sebenarnya aku sudah tahu kalau perusahaan ini mengalami kemunduran beberapa minggu ini. tapi kita tidak punya jalan keluar lain selain menyerahkan perusahaan itu kepada suamimu, dia akan membeli saham perusahaan ini jadi sekarang tanggung jawabmu untuk memperjuangkan perusahaan ini." ucap Arthur.


"Tapi mas, apa yang dikatakan oleh kak Mia itu ada benarnya. kenapa kita tidak berjuang?" tanya Farah.


"Sayang, bisakah kamu tolong ambilkan kami minuman terlebih dahulu?" pinta Arthur.


"Iya, Mas. akan kubuatkan makanan sama minuman dahulu. kak Mia, kak Mia lebih baik berbicara sama Mas Arthur di ruang kerja saja, tidak enak kalau didengar para pembantu yang ada di rumah." ucap Farah.


Saat berada di ruang kerja yang ada di rumah, terlihat Arthur dan Mia saling menatap satu sama lain.


"Coba katakan padaku, Arthur. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mia.


"Sebenarnya aku sudah memberitahu suamimu mengenai hal ini, Mia." ucap Arthur.


"Memangnya ada apa? kenapa kamu tidak menceritakan padaku?" tanya Mia.


"Aku harus mengundurkan diri untuk menyelamatkan nyawa istriku, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya ataupun janin yang ada di kandungannya." jawab Arthur.


"Janin? maksudmu?" tanya Mia.


"Tunggu, aku tidak mengerti maksudmu. jelaskan padaku dengan detail." pinta Mia.


"Hendrik sengaja bekerjasama dengan beberapa rekan bisnisku untuk menghancurkan perusahaanku. pria itu masih berambisi untuk mendapatkan istriku, dia begitu menginginkan Farah. Aku tidak ingin menceritakan hal ini kepada istriku, aku takut dia akan sangat terluka." jawab Arthur.


"Lalu, Kenapa Farah tidak tahu kalau dia sekarang mengandung?" tanya Mia.


"Aku merahasiakan semua ini dari semua orang termasuk kakek Wicaksono. Hendrik memasukkan mata-mata ke rumah ini, entah dia sudah tahu atau tidak Kalau Farah mengandung. beberapa hari yang lalu isteriku pingsan dan aku bawa ke rumah sakit. kamu tahu apa yang terjadi?" tanya Arthur.


"Memangnya ada apa?" tanya Mia.


"Istriku keracunan, ada seseorang yang sengaja memasukkan racun ke makanan istriku. ternyata racun itu sudah dalam dosis yang lumayan, Aku tidak ingin bayi yang ada di kandungan istriku keguguran, karena itu aku harus berhati-hati dalam melangkah. untuk saat ini aku harus melakukan pengobatan agar istri dan anakku baik-baik saja." jawab Arthur.


"Maksudmu Hendrik ingin membunuh janin yang ada di kandungan Farah?" tanya Mia.


"Aku tidak tahu, tapi yang jelas ada seseorang yang ingin membunuh istriku. entah siapa tapi yang jelas aku ingin semuanya dalam kondisi baik." jawab Arthur.

__ADS_1


"Sebentar, Arthur. orang itu bermaksud untuk membunuh bayi yang ada di kandungan istrimu atau istrimu? menurutku kalau Hendrik tidak mungkin melakukan hal itu, karena apa.. dia mencintai istrimu, dia tidak akan mungkin melakukan hal itu. jika dia meracuni istrimu, anaknya keguguran sedangkan istrimu.. dia bisa dalam bahaya, bukan?" tanya Mia.


"Untuk saat ini aku belum tahu jelas Siapa yang berusaha untuk membunuh istriku, tapi aku harus berhati-hati. aku masih belum tahu siapa orang yang melakukan hal itu, yang jelas orang itu sudah berada di rumahku." jawab Arthur.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kamu umumkan mengenai turunnya dirimu dari jabatan CEO perusahaan. dengan begitu musuh-musuhmu Itu akan bahagia, kamu bisa membawa istrimu untuk berobat. aku berdoa semoga bayi yang ada di kandungan istrimu itu baik-baik saja." ucap Mia.


Tanpa sengaja Farah dari tadi Mendengar pembicaraan antara suami dan saudaranya tersebut. di balik lemari itu Farah hanya bisa menutup mulutnya, Siapa yang tega ingin membunuhnya?" Siapa yang berusaha untuk mengakhiri nyawanya.


"Ya Allah.. Memangnya Apa salahku? apa yang sudah aku perbuat, Siapa orang yang berusaha untuk membunuhku dan janin yang ada di kandunganku? ya Allah.. ternyata aku sudah mengandung." Farah terlihat begitu bahagia sekaligus dia nampak sedih. ketika Dia sudah mengandung malah cobaan datang kepada suaminya. perusahaan yang dirintis oleh sang suami semenjak muda sekarang harus hancur karena ulah seseorang.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kamu tenangkan pikiranmu dahulu. kita harus hati-hati untuk melangkah." ucap Mia.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Gairah cinta isteri muda


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love 18+


- Mahar cinta

__ADS_1


__ADS_2