
Di perusahaan milik Pak Rahmadi terlihat Hendrik sudah mendapatkan keberadaan Arthur dari salah satu rekan bisnisnya yang akan bekerja sama dengan pria itu. dengan segera Hendrik akan pergi ke tempat Farah, pria itu harus mendapatkan keberadaan Farah atau mungkin pria itu berusaha untuk membuat Farah berubah pikiran.
Betapa bahagianya Hendrik ketika dia mendapatkan tempat di mana Farah berada, Kesya yang Mendengar hal itu wanita itu pun berusaha untuk menghentikan suaminya. namun sayangnya Keisha tidak akan mungkin bisa melakukannya, karena itu lebih baik Keisha memilih untuk berusaha mengikuti Hendrik ke tempat Farah.
Ketika berada di desa itu Hendrik mencoba mencari tahu di mana Farah tinggal. Sedangkan Farah bersama Arthur, Farida dan Hanum sedang berada di sebuah tempat yang tidak lain adalah sekolah.
"Ibu Farah.. bayi yang ada di perut ibu Farah ini perempuan atau laki-laki?" tanya salah satu murid yang mungkin usianya sekitar 7 atau 8 tahun.
"Kalau kata bu dokter anaknya laki-laki." jawab Farah.
"Kalau begitu... Jika dia sudah lahir dia akan bisa bermain-main dengan kita kan?" tanya si bocah.
"Tentu saja, memangnya Udin mau bermain dengan anak Bu Farah?" tanya Farah.
"Tentu saja." jawab bocah bernama Udin.
"Sayang, aku mau berbicara dengan Pak RT dulu ya." ucap Arthur.
"Iya Mas." jawab Farah.
Arthur pergi meninggalkan Farah, terlihat pria itu sedang berbicara dengan Pak RT mengenai gagasan untuk membuat sekolah di salah satu lahan desa.
"Pak RT ingin saya meminta bantuan ke kota untuk mempertimbangkan sekolah swasta di desa ini?" tanya Arthur.
"Iya, den. para warga desa ini dan beberapa desa yang ada di sebelah mereka benar-benar sangat bahagia. walaupun jarak mereka ke tempat ini lumayan jauh tapi mereka begitu bersemangat, Mereka ingin anak-anak mereka memiliki pendidikan yang layak." jawab Pak RT.
"Gimana ya Pak RT, kalau masalah itu mending nanti kita diskusikan sama istriku. aku memang mempunyai beberapa kenalan pengusaha untuk menjadi donatur, tapi istriku Kan kenal begitu banyak kalangan artis dan beberapa orang ternama. Jadi kemungkinan besar istriku akan membantu banyak." jawab Arthur.
"Iya, Den. tolong den Arthur bicara sama Mbak Farah ya, kami sangat berharap.. Kami ingin memiliki ijazah yang layak." ucap Pak RT.
"Insya Allah.. tolong Pak RT doakan aku ataupun istriku ya, Aku akan mencoba yang terbaik." jawab Arthur sambil tersenyum.
Di tempat lain Farah masih berada di ruangan mengajar anak-anak yang berusia 7 sampai 8 tahun.
TOK!!
TOK!!
TOK!!
suara pintu ruangan diketok.
"Iya..," jawab Farah yang kemudian menoleh.
Betapa terkejutnya Farah ketika wanita itu melihat sosok yang ada di depannya, sosok pria yang Sudah dilupakan oleh Farah.
"Farah." Panggil Hendrik.
"Mas Hendrik..," ucap Farah yang kemudian terdiam membeku.
Langkah kaki Hendrik berjalan mendekati Farah, pria itu jantungnya bergetar begitu kencang. kedua matanya nampak berkaca-kaca saat melihat Farah yang terlihat begitu cantik, sesaat kemudian tatapan mata Hendrik tertuju pada perut Farah yang sudah membuncit.
Langkah kaki Hendrik seketika terhenti, pria itu sangat kebingungan karena bayi yang ada di kandungan Farah masih bisa bertahan.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sini, Mas?" tanya Farah.
Mendengar pertanyaan Farah seketika lamunan Hendrik langsung menghilang.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Mas?" tanya Farah kembali.
"Aku-aku mencarimu." jawab Hendrik.
Farah terus menatap Hendrik, wajahnya benar-benar terlihat seperti seorang pria yang tidak terurus.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Mas?" ucap seorang wanita yang juga ada di sana.
Keisha menatap Farah yang perutnya sudah membuncit.
"Mbak Keisha." ucap Farah.
"Bu Farah, apa mereka teman-teman ibu?" tanya murid-murid.
Farah terlihat menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap Hendrik juga Keisha yang ada yang sudah ada di tempatnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Farah yang kemudian mendekati Keisha juga Hendrik.
"Aku kemari karena aku ingin membawamu dari sini." jawab Hendrik.
"Mau membawaku ke sini? kamu ini ngomong apa sih Mas?" tanya Farah.
"Mas lebih baik kita pergi dari sini." ucap Keisha.
"Pergilah dari sini, aku akan pergi bersama Farah." jawab Hendrik.
"Pergilah dari sini!!" bentak Hendrik dengan suara yang begitu keras.
Para murid yang ada di ruangan itu seketika mereka berteriak ketakutan.
"Mas Hendrik, Pergilah dari sini kamu jangan membuat masalah di tempat ini. anak-anak ketakutan dengan suaramu!!" Farah yang mencoba untuk mengusir Hendrik.
"Aku tidak mau, aku akan membawamu pergi dari sini." jawab Hendrik.
"Apa sih maksudmu, Mas! aku ini sudah menikah aku ini istri pria lain." ucap Farah.
"Aku tidak peduli, aku akan membawamu pergi dari sini. ayo kita pergi aku akan melakukan apapun untukmu." Hendrik benar-benar sudah gila.
Salah satu murid yang ada di tempat itu ketika keluar dari ruangan itu. Arthur yang berada di tempat lain nampak dia menatap salah satu murid yang ada di kelas Farah keluar dengan menangis.
"Udin, Kenapa kamu menangis?" tanya Arthur.
"Iya, kenapa kamu nangis, Udin?" tanya Pak RT.
"Di kelas Bu Farah ada orang jahat, dia teriak-teriak sama Bu Farah." jawab Udin.
Pak RT dan Arthur saling menatap satu sama lain.
"Siapa?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Tidak tahu, orang itu jahat pria itu jahat." jawab Udin yang menangis.
Seketika Arthur berlari ke ruangan sang istri, pria itu takut istrinya mengalami kesulitan.
"Sudahlah, mas. kamu pergi dari sini." Farah mengusir Hendrik.
"Aku tidak mau, Aku akan pergi dari sini Jika kamu pergi denganku." jawab Hendrik.
"Mas kamu jangan mengganggu rumah tangga Farah." Keisha yang mencoba untuk mengajak Hendrik pergi.
"Diam, kamu. dasar wanita kurang ajar! kamu adalah penyebab semua ini, kamu adalah wanita tidak tahu diri!!" seru Hendrik dengan suara yang begitu keras.
BUGG..
Melihat hal seperti itu seketika Arthur langsung melayangkan pukulan ke wajah Hendrik. pria itu menatap Hendrik yang sedang menarik salah satu tangan Farah.
"Apa yang kamu lakukan di sini?!" seru Arthur.
"Aku kemari karena ingin membawa Farah." jawab Hendrik.
"Kamu gila ya! dia adalah istriku, beraninya kamu menyentuhnya!!" seru Arthur yang marah.
"Tidak seharusnya dia menjadi istrimu, seharusnya Farah menjadi milikku." jawab Arthur.
"Kamu sudah gila, kamu benar-benar gila!" Arthur yang kemudian mendorong tubuh Hendrik.
"Sudah, Mas. sudah," Farah memeluk sang suami.
"Pergi dari sini, jika tidak aku akan memanggil warga yang ada di sini!!" seru Arthur.
"Aku tidak peduli." jawab Hendrik yang seolah menantang.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
__ADS_1
- Mahar Cinta