
"Baiklah, Bu." ucap Rangga.
"Sebenarnya saya membawa mobil, karena saya harus langsung ke salah satu perusahaan tempat kakek saya. Saya bekerja di sana setelah mengajar ataupun Setelah dari sana saya akan ke kampus ini." jawab Farah.
Tatapan mata Rangga menatap seorang gadis muda yang berbicara sedikit angkuh namun kata-katanya itu benar-benar menggoda.
"Oh ya, perkenalkan namaku Rangga, Aku adalah salah satu mahasiswa yang akan lulus 2 semester lagi." jawab Rangga.
Farah menganggukkan kepalanya, gadis itu tersenyum kepada salah satu mahasiswa yang ada di kampus tersebut.
"Senang mengenalmu, Rangga." ucap Farah.
"Senang juga mengenal anda, Bu April." jawab Rangga sembari tersenyum.
"Oh ya, Kenapa kamu tidak segera pulang?" tanya Farah.
"Sebenarnya saya mau pulang, tapi karena ibu sudah membawa mobil Saya mau ke perpustakaan dulu mencari beberapa bahan referensi untuk kenaikan semester." jawab Rangga.
"Oh begitu ya, Ya sudah kalau begitu aku kembali dulu ya." ucap Farah yang kemudian meninggalkan Rangga.
Tatapan mata Rangga terus menatap Farah yang sudah meninggalkannya. Sedangkan di tempat lain terlihat Hendrik dari tadi terus melihat Farah yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa mahasiswa yang ada di tempat itu.
"Aku sudah mengira kalau hal ini akan terjadi.
Benarkan kalau dia sekarang menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang ada di sini." ucap Hendrik yang dari tadi terus memperhatikan Farah.
"Farah, apakah kamu langsung ke perusahaan!!" seru Hendrik yang sudah mengajak Farah untuk ke perusahaan kakeknya. sedangkan pria tua itu harus pergi ke perusahaannya sendiri.
"Iya Mas sebentar lagi, ini mau berangkat jawab Farah.
"Kamu ini kenapa sih dari tadi ngoceh melulu sama mereka?" tanya Hendrik.
"Memangnya nggak boleh ya? sebagai seorang dosen harus dekat sama mahasiswanya, kan mas bilang seperti itu." jawab Farah.
Entah mengapa Hendrik sedikit kesal dengan jawaban memutar yang diucapkan oleh Farah.
"Kamu ini benar-benar ingin menantangku ya?" tanya Hendrik.
"Siapa yang menantang mu, Mas. kamu bilang aku harus deket sama para mahasiswa, sekarang kamu malah memarahiku karena berbicara sama mereka." jawab Farah.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kamu Segera ke perusahaanmu, Aku mau ke perusahaanku. aku kesal kalau berbicara denganmu seperti ini." ucap Hendrik yang kemudian menyuruh Farah untuk segera ke perusahaan kakek Wicaksono.
"Ya Tuhan, kamu benar-benar sangat menyebalkan." cibir Farah.
"Cepat pergi!" seru Hendrik.
"Iya, gitu aja marah." jawab Farah.
Setelah hari itu Farah harus terus berputar di perusahaan dan belajar menjadi salah satu pengajar yang ada di kampus. gadis muda itu benar-benar disibukkan dengan semua rutinitasnya, bahkan terkadang dia juga harus membantu Rindu untuk menjadi model pakaian dan barang-barang fashion yang sekarang dikelola oleh Rindu.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
"Ayolah, Farah. bantu mbak dong, kau tahu sendiri kan Mbak sudah tidak menjadi model lagi. Mbak minta tolong sama kamu untuk menjadi model beberapa produk kecantikan itu." pinta Rindu.
"Mbak tahu sendiri kan, aku harus ke kampus setelah itu ke perusahaan kakek Wicaksono. Belum lagi aku harus belajar beberapa mata pelajaran yang tidak aku ketahui." jawab Farah.
"Kan cuma dua jam saja, Farah." pinta Rindu.
"Ya sudah, besok aku akan meminta izin sama Kakek, Kalau Kakek mau izinkan aku akan membantu Mbak Rindu." jawab Farah.
Dua hari kemudian akhirnya Farah melakukan pemotretan produk kecantikan yang dikelola oleh Rindu. bahkan orang-orang yang ada di tempat itu sangat menyukai sikap Farah yang begitu angkuh dan sangat misterius.
"Gadis ini benar-benar sangat cantik, tatapan matanya begitu misterius. seolah tatapan mata itu ada sebuah kesedihan dan pembalasan." ucap salah satu fotografer.
"Kau benar, bahkan Mbak Rindu selalu menempel erat pada gadis itu." jawab salah seorang pria yang ada di sana.
Hari ini pemotretan yang dilakukan Rindu benar-benar sangat luar biasa. wanita itu membuat Farah menjadi di sosok bintang yang sangat bersinar, seorang model yang selalu diburu oleh Beberapa brand terkenal.
"Siapa nama Gadis itu?" tanya seorang pria yang bernama Arthur. seorang pengusaha yang yang berkecimpung di dunia bisnis fashion bahkan pria itu selalu mencari informasi mengenai kehidupan Farah.
"Yang aku dengar dia adalah salah satu cucu dari tuan Wicaksono." jawab sekretaris pria itu.
Seorang pria yang bernama Arthur adalah seorang pria yang begitu luar biasa, pengusaha muda yang sukses bahkan dia adalah sosok yang selalu digandrungi oleh para model karena Dia memiliki begitu banyak perusahaan fashion, yang terdiri dari perusahaan pakaian kosmetik, bahkan perhiasan.
Seorang pria yang selalu menatap foto Farah di majalah-majalah kecantikan, di majalah fashion bahkan pria itu selalu menggunting foto-foto gadis muda itu.
"Minta kepada Rindu Untuk membuat kontrak perjanjian dengan gadis itu, aku ingin Gadis itu menjadi model utama di seluruh brand yang aku miliki." ucap Arthur kepada sekretarisnya.
"Baik Tuan." jawab sekretaris Arthur.
__ADS_1
Sebuah senyum terukir dari bibir Arthur saat salah seorang wanita muda yang selalu dia lihat kini menampakan dirinya.
"Ternyata dia cucu dari tuan Wicaksono, baguslah kalau begitu karena pria itu adalah salah satu partner bisnis Ku." ucap Arthur yang kemudian meninggalkan tempat pemotretan tersebut.
Farah terlihat begitu capek, wanita itu tertidur di kursi mobil dengan begitu terlelap. gadis muda itu memejamkan matanya karena hari ini dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang telah diperas untuk bekerja.
"Kelihatannya kau capek sekali, Farah. Lihatlah kau sampai tertidur seperti itu." ucap Rindu yang melihat Farah sedang tertidur dengan begitu tenang.
"Nona Farah benar-benar sangat capek ya, nyonya." ucap pak Sulaiman sopir pribadi Rindu.
"Iya Pak, kelihatannya dia capek sekali. Habis dari kampus dia langsung ku minta untuk membantu di perusahaan. pastinya dia sangat capek bahkan dia terlelap seperti itu." ucap Rindu.
"Aku senang sekali mbak Farah menjadi wanita yang sangat luar biasa, bahkan dia telah menjelma menjadi wanita kuat. berbeda saat dia pertama kali datang ke tempat tuan Wicaksono." ucap Pak Sulaiman.
"Kau benar, pak. sekarang dia telah menjadi seorang gadis yang tidak pernah tau kalau dia pernah menikah." ucap Rindu.
"Kehidupan Nona Farah benar-benar sangat mengenaskan ya nona Rindu. lihat aja dia harus dipermainkan seperti itu." jawab pak Sulaiman.
"Gadis itu terus dipermainkan oleh orang-orang tidak berhati itu, mereka dulu selalu menganggapnya sebagai makhluk yang mengerikan. Aku ingin sekarang mereka menganggapnya sebagai anugerah Tuhan Yang paling Indah." jawab Rindu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah cinta isteri muda
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
__ADS_1
- Crazy love 18+
- Mahar cinta