Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Malam Hari di Danau


__ADS_3

"Nona, apa anda sudah tidur?" Dimas yang sejak siang hari gelisah karena mendengar rencana pertunangan dan pernikahan Gaby, akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi gadis itu terlebih dahulu.


"Belum Om, aku masih menonton film bersama dengan Raf dan Sera" jawab Gaby.


"Apa saya menganggu Anda?" tanya Dimas.


"Tidak, aku malah senang karena om mau menghubungiku, jadi aku punya teman ngobrol hehehehe" Gaby sungguh bahagia Dimas mulai menghubunginya terlebih dahulu.


"Apa besok malam kita bisa bertemu?" entah keberanian dari mana yang membuat Dimas berani mengajak Gaby terlebih dahulu, padahal selama ini ia hanya selalu menunggu ajakan dari Gaby.


"Bisa Om, apakah ada sesuatu yang penting?" Gaby heran karena seingatnya Dimas tipe pria pasif yang tidak pernah mengajaknya terlebih dahulu.


"Tidak nona, aku hanya ingin bertemu saja, bolehkan?" Dimas merasa rindu pada gadis pujaannya itu.


"Tentu saja boleh Om" Gaby memberikan emoticon senyum.


"Terima kasih nona" balas Dimas dengan emoticon gambar hati.


Kali ini dia berniat ingin mengutarakan perasaannya tanpa berharap lebih. Setidaknya dia sudah mencoba, kalaupun gagal dia tidak akan penasaran lagi, persis seperti nasehat Ron kepadanya.


"Sama-sama Om" jawab Gaby masih dengan emoticon senyum.


"Kalau begitu nona istirahatlah, ini sudah malam, pasti nona lelah kan karena sudah bekerja keras sepanjang hari" kata Dimas.

__ADS_1


"Iya Om, Om juga ya istirahat, jangan begadang" jawab Gaby.


"Siap nona, selamat malam, selamat beristirahat ya, semoga mimpi indah" dengan emoticon mengecup.


"Selamat malam Om, selamat beristirahat, semoga mimpi indah juga ya" kata Gaby dengan emoticon mengecup juga.


"Bye nona"


"Bye Om"


Meskipun perasaannya masih gundah gulana, namun dengan berkomunikasi langsung seperti ini Dimas merasa memiliki sedikit harapan. Sikap Gaby yang ramah membuatnya optimis dengan langkah yang akan diambilnya besok.


..........


"Selamat malam nona!" Dimas mengangguk sopan.


"Kita mau kemana?" Gaby penasaran.


"Apa nona tau tempat yang bisa membuat suasana hati kita menjadi lebih baik saat sedang galau?" tanya Dimas sungguh-sungguh.


Selama dirinya pindah ke ibu kota, memang belum banyak tempat yang ia datangi mengingat pekerjaannya cukup padat. Biasanya ia akan lebih suka menghabiskan waktu akhir pekannya di apartemen dengan menonton atau berolah raga.


"Bagaimana kalau kita ke danau? aku biasanya suka pergi ke sana bila ingin menenangkan diri. Suasana malam hari di sana juga sangat romantis, aku jamin Om akan suka!" kata Gaby antusias.

__ADS_1


"Baiklah, ayo!" Dimas menautkan jarinya ke jari Gaby dan mereka pun berjalan beriringan menuju mobil Dimas.


..........


"Nona, bagaimana kabar hubungan anda dan pria yang Anda sukai?" tanya Dimas dengan wajah serius saat mereka sudah duduk di salah satu kursi taman.


"Apa Om baik-baik saja, kenapa tiba-tiba menanyakan aku dan pria yang aku sukai?" Gaby yang baru saja membeli dua buah jagung rebus menyerahkan salah satunya kepada Dimas.


"Saya baik-baik saja nona, saya hanya penasaran!" jawab Dimas masih dengan wajah seriusnya.


"Aku juga bingung Om, sebenarnya pria itu sangat baik dan perhatian padaku, tapi dia sepertinya tidak tertarik padaku sebagai seorang laki-laki kepada seorang perempuan" Gaby menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Nona," Dimas menatap intens wajah cantik Gaby.


"Ada apa Om?" Gaby salah tingkah karena ditatap seperti itu oleh Dimas.


"Ah tidak, ayo kita makan jagungnya, nanti keburu dingin!" Dimas yang sudah ingin mengutarakan isi hatinya kembali mengurungkan niatnya itu.


"Ah iya, ayo makan!" Gaby kemudian mulai menggigit jagung rebusnya.


Gaby dan Dimas memakan jagung rebus sambil menikmati pemandangan danau yang dihiasi kelap kelip lampu taman. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing dalam diam.


"Ada apa sih dengan Om Dimas?" tanya Gaby dalam hatinya penasaran.

__ADS_1


"Ya Tuhan, tolong beri aku keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku ini!" Dimas berdoa di dalam hatinya sambil sesekali melirik gadis yang duduk di sebelahnya itu.


__ADS_2