Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Persidangan


__ADS_3

"Apa kau yakin ingin mengikuti jalannya sidang?" tanya Gamal menyelidik kepada Dimas setelah mereka tiba di kantor.


"Aku ingin melihat seberapa besar nyali wanita iblis itu untuk yang terakhir kalinya!" Dimas mengepalkan tangannya menahan gejolak emosi membayangkan bagaimana sang istri hampir meregang nyawa akibat ulah mantan kekasihnya itu.


"Tapi kau tidak boleh terbawa emosi, jangan sampai kau melakukan kekerasan fisik saat kalian bertemu nanti, karena itu bisa merugikan dirimu sendiri!" kata Gamal mengingatkan.


"Kau tenang saja, aku tidak akan sudi mengotori tanganku hanya untuk menghancurkan wanita murahan itu!" Dimas cukup paham dengan batasannya.


"Bagus, setidaknya jika kau memang ingin menghancurkannya, hancurkan dengan cara yang elegan. Buat dia menderita secara perlahan!" Gamal memberi masukan.


"Jam berapa kita akan berangkat?" tanya Dimas lagi.


"Satu jam lagi, setelah aku menyelesaikan semua tanda tangan untuk proyek danau rekreasi, karena sidang akan mulai pukul sepuluh" Gamal menjelaskan.


"Baiklah, kalau begitu akupun akan menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu" kata Dimas.


..........


"Selamat pagi Tuan Dimas, Tuan Gamal" ketua tim penasehat hukum keluarga Anderson memberi hormat.


"Selamat pagi" jawab Dimas dan Gamal secara bersamaan.

__ADS_1


"Silahkan" sang pengacara memberi jalan kepada kedua pria itu untuk memasuki ruang sidang.


"Apa semua tuntutan sudah dimasukkan ke dalam berkas?" tanya Gamal sambil berjalan.


"Sudah tuan, kami sudah memasukkan kasus-kasus yang telah di perbuat oleh pelaku untuk menjeratnya lebih berat lagi" jawab sang pengacara.


"Good job!" Gamal tersenyum puas.


Sementara Dimas yang sangat murka dengan Vita hanya fokus menatap gadis yang dulu pernah mengisi hatinya itu dengan tatapan penuh kebencian.


"Ayo kita duduk" Gamal menepuk bahu Dimas untuk menenangkannya.


"Ingat kau harus tahan amarahmu, jangan sampai kau terpancing yang nantinya akan merugikan dirimu sendiri!" Gamal berbisik di telinga Dimas saat menyadari atasannya itu sedang dalam mode marah besar.


Persidangan berjalan cukup lancar dan Vita juga mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah diperbuatnya.


..........


"Dimas" Vita mencoba meraih tangan mantan kekasihnya itu ketika mereka berada di ruang khusus.


"Jauhkan tangan kotormu itu!" hardik Dimas.

__ADS_1


Dimas memang sengaja meminta waktu kepada pihak berwajib untuk berbicara empat mata dengan Vita untuk mempertegas semuanya.


"Dimas aki sangat mencintaimu, aku melakukan semua ini karena aku sangat berharap kita bisa kembali seperti dulu!" Vita menangis tersedu-sedu.


"Cih, dasar perempuan jalang, simpan saja air mata buayamu itu untuk menjerat pria lain, karena aku tidak akan mempan!" Dimas mencibir Vita.


"Kenapa kau berubah Dim?" Vita kembali berusaha meraih tangan Dimas.


"Sudah kubilang jangan sentuh aku dengan tanganmu yang kotor!" Dimas membentak dengan kasar.


"Maafkan aku karena pernah membuatmu terluka, aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, aku mohon kembalilah padaku!" Vita menangkupkan kedua tangannya.


"Kau ini mimpi di siang bolong ya? dengarkan aku baik-baik, kali ini aku masih berbaik hati karena hanya menjebloskanmu ke dalam penjara, tapi ingat satu hal, sekali lagi saja kau mengusik keluargaku, terutama istri dan anakku, sudah kupastikan aku sendiri yang akan menghabisimu!" Dimas menatap Vita dengan tatapan membunuh.


"Dimmmmm" Vita menciut, belum pernah ia melihat Dimas semurka ini sebelumnya.


"Ingat, mata ganti mata, gigi ganti gigi, sekali lagi kau bermain-main dengan nyawa istri dan anakku, jangan salahkan aku jika aku sendiri yang akan membunuhmu!" kata Dimas penuh penekanan sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan, meninggalkan Vita yang meratapi nasib malangnya.


..........


Halo semua, terima kasih ya karena masih setia mengikuti kisah Nona dan Om. Jangan lupa dukungannya melalui like, komen, share, vote, hadiah dan favorit agar novel ini semakin dikenal banyak orang dan membuat Rosi semakin bersemangat menulis novel-novel selanjutnya.. Terima kasih semua..

__ADS_1


Happy Reading all..


Luv Luv...


__ADS_2