Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Pengakuan Dimas


__ADS_3

"Ma, ada yang mau papa bicarakan sama mama" Dimas memberanikan diri untuk berbicara dengan sang istri sepulang dari kemping di hutan.


"Ya sudah bicara saja" Gaby acuh tak acuh.


"Kita duduk yuk, ini agak sedikit serius" wajah pria itu sudah pucat karena khawatir sang istri akan murka setelah mendengar pengakuannya.


Tanpa banyak bicara Gaby pun kemudian mengikuti Dimas untuk duduk di sofa kamar mereka.


"Papa mau mengakui sesuatu sama mama" Dimas menggenggam erat tangan Gaby.


"Apa?" jawab ibu hamil itu dengan malas-malasan.


"Tapi mama janji jangan marah ya" tatapan melas Dimas yang seperti anak kucing membuat Gaby hampir luluh.


"Tergantung" masih dengan mode ogah-ogahan.


"Begini ma, jadi sebenarnya beberapa bulan lalu papa, Gamal dan Gide itu bikin taruhan,," Dimas menjeda kalimatnya.

__ADS_1


"Lalu?" Gaby yang sudah tau kemana arah tujuan pembicaraan sang suami hanya merespon sekedarnya saja.


"Lalu kami taruhan untuk memiliki anak lagi, kalau ada yang kalah maka harus membayar uang 1M sama yang menang" sambung Dimas lagi.


"Terus?" sang istri hanya memancing agar suaminya mengakui semua perbuatan yang sudah dilakukannya.


"Terus papa menukar pil KB mama dengan vitamin penyubur kandungan" pria itu sudah benar-benar pias.


"Ohhhhh" hanya ber oh ria saja mendengar pengakuan sang suami.


"Kok mama hanya 'oh' saja?" terkejut karena reaksi yang ditunjukkan istrinya tidak seperti yang dibayangkan.


"Mama gak marah sama papa?" Dimas menelisik wajah Gaby.


"Kalau mama marah, memang bisa gitu batal hamil?" tanyanya sambil melipat tangan di depan dada.


"Apa jangan-jangan mama sudah tau dari lama ya?" bertanya sambil menduga-duga, karena reaksi sang istri seperti sudah tidak terkejut lagi.

__ADS_1


"Menurut papa?" Gaby menatap suaminya sambil mengangkat alis.


"Jadi mama benar sudah tau?" jantung Dimas mencelos.


"Sejujurnya mama kecewa sama papa, mama gak pernah menyangka kalau papa berani menipu mama seperti ini. Menukar pil KB dengan vitamin penyubur kandungan secara sembunyi-sembunyi sampai mama hamil. Hati nurani papa dimana sih?" Gaby berbicara dengan lirih.


"Ma, maafkan papa" Dimas sangat menyesal.


"Apa minta maaf bisa mengembalikan keadaan seperti semula? apa papa tau kenapa mama tidak mau hamil lagi? papa tau kan kalau mama ini pernah terluka parah bahkan sampai kritis karena tusukan di bagian perut dulu waktu hamil Divo? sebenarnya sampai saat ini sakitnya tuh masih sering terasa, meskipun kondisi fisik mama tampak terlihat baik-baik saja namun sesungguhnya mama masih sering merasa sakit" jelasnya.


"Ma,," Dimas tercekat mendengarkan penjelasan sang istri, dia lupa kalau dulu Gaby pernah terluka parah di bagian perut akibat ulah Vita.


"Hufffff sudahlah, mama sudah tidak mau membahasnya lagi, mama lelah ingin beristirahat" ia berdiri dan berjalan dengan lemah.


"Ma, maafkan papa hiks hiks" Dimas memeluk istrinya dari belakang.


"Papa benar-benar bodoh, papa tidak berfikir sejauh itu, maaf hiks hiks hiks" rasa bersalah menghantui pria tampan itu. Bayangan dimasa Gaby kritis dulu akibat ulah mantan kekasihnya tiba-tiba menghantam kepalanya dengan keras.

__ADS_1


"Sudahlah pa, semua sudah terlanjur, sekarang mama hanya bisa pasrah menjalani, semoga saja nanti saat mama melahirkan semuanya berjalan dengan lancar dan anak kita bisa lahir dengan sehat" ia melepaskan pelukan sang suami.


"Ma,," Dimas tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya rasa berdosa yang ia rasakan saat ini.


__ADS_2