Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Hadiah Ulang Tahun Pernikahan


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Gaby dan Dimas sudah mencapai usia dua tahun, sementara putra mereka kini sudah berusia satu tahun.


"Mama sedang apa?" Dimas memeluk dari belakang istrinya yang sedang sibuk menata pakaian mereka di lemari.


"Mama hanya sedang merapikan ini" jawab Gaby sambil menunjuk setumpuk pakaian rapi yang hendak ia susun tanpa menghentikan pekerjaannya.


"Papa merindukanmu maaa" bisik Dimas di telinga sang istri.


"Sebentar ya, mama selesaikan ini dulu" Gaby mengecup pipi sang suami yang masih bergelayut manja di bahunya.


"Apa Divo sudah tidur?" Dimas memastikan bahwa aktivitas mereka nanti tidak akan mendapatkan gangguan dari putranya.


"Sudah, tadi dia tertidur setelah menonton film kartun kesukaannya" Gaby paham dengan arah pembicaraan sang suami.


"Baguslah, berarti malam ini kau hanya milikku seorang" bisik Dimas membuat sang istri meremang.


Setelah kelahiran putra pertama mereka perhatian Gaby untuk sang suami memang menjadi terpecah. Ia yang sengaja mengasuh anaknya tanpa bantuan pengasuh menjadi lebih sering menghabiskan waktunya bersama sang putra. Meskipun Dimas memaklumi dan senang karena sang istri menjalankan kodratnya sebagai istri sekaligus ibu dengan baik, namun tetap saja ia merasa banyak waktu yang hilang, terlebih kini pekerjaannya di kantor menjadi semakin banyak akibat dari pesatnya pertumbuhan kerajaan bisnis Anderson.


"Paaaa sabar" Dimas yang melihat Gaby sudah selesai menyusun pakaian di lemari sama sekali tidak memberikan celah sang istri untuk lepas dari genggamannya.


"Papaaaaa,, eughhhhhhhh" Gaby merinding geli saat tangan sang suami sudah bergerilya di balik daster yang dikenakannya.


"Mama menggemaskan sekali" Dimas yang tidak tahan dengan dua benda kenyal milik sang istri langsung memainkannya dengan liar.


"Paaaa,, itu masih hak patennya Divo lohhh" Gaby berbisik ketika sang suami sudah tidak terkondisikan.


"Papa pinjam sebentar buat main-main" Dimas tersenyum jahil.


"Ahhhhhhh,,, issshhhhhhh" Gaby bergelinjang saat suaminya sudah mulai bergeser ke area bawah yang lebih sensitif.


Tanpa memberikan aba-aba, Dimas langsung mengangkat tubuh sang istri ke atas tempat tidur dan mengungkungnya. Dengan sigap ia melucuti semua yang mereka kenakan hingga sama-sama polos.


"Paaaaaa,,, euggghhhhhh,,, ahhhhhhhhh" Gaby terus saja meracau menikmati pekerjaan tangan suaminya.


Setelah merasa cukup melakukan pemanasan, akhirnya mereka pun mulai mempersiapkan diri untuk menuju puncak.


"Paaaaa,,, mama gak tahan lagi ahhhhhhh" Gaby bergelinjang saat puncaknya tiba.


Dimas yang melihat sang istri pasrah pun tidak menyia-nyakannya. Ia terus saja bekerja keras hingga mereka mencapai puncak kejayaan bersama-sama.


"I love you ma" Dimas menarik sang istri kedalam pelukannya dan menutupi kepolosan mereka dengan selimut tebal.


"I love you too pa" Gaby membalas pelukan sang suami dan meletakkan kepalanya di dada bidang pria tampan itu.


Karena pertempuran sengit yang berlangsung cukup lama dan sangat melelahkan, mereka pun akhirnya larut dalam mimpi indah sambil tetap berpelukan, meskipun beberapa jam kemudian Gaby harus rela terbangun karena Divo yang menangis karena haus.

__ADS_1


..........


Dimas yang terbangun lebih dulu dari sang istri sengaja berlama-lama menatap wajah cantik sang istri yang menurutnya semakin hari semakin menggemaskan.


"Good morning" Sapa Dimas ketika melihat sang istri membuka matanya.


"Good morning" jawab Gaby dengan suara parau khas bangun tidur.


"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Dimas kepada sang istri yang baru tidur beberapa jam karena tidak lama setelah pertempuran berlangsung, Gaby harus kembali begadang lantaran putra mereka rewel meminta asi.


"He em" Gaby mengangguk sambil menunjukkan senyumnya.


Meskipun sesungguhnya ia cukup merasa lelah karena dua pria kesayangannya itu membuatnya begadang sepanjang malam, namun baginya itu cukup sebanding dengan kebahagiaan yang bisa terus ia nikmati bersama dengan suami dan anaknya tersebut.


"Happy anniversary dear" kata Dimas sambil mengecup kening sang istri bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan mereka yang kedua.


"Happy anniversary too my love" Gaby membalas dengan kecupan singkat di bibir suaminya.


"Habis sarapan aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" Dimas merapikan anak rambut yang menutupi kening sang istri.


"Kemana?" tanya Gaby antusias.


"Rahasia" Dimas tersenyum jahil.


"Issshhhh kau itu" jawab Gaby dengan memajukan bibirnya.


"Ya sudah aku mau mandi dulu dan menyiapkan sarapan, tolong lihat Divo di kamarnya ya" Gaby beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai sarapan dan mereka sudah bersantai, Dimas pun kemudian mengajak Gaby berjalan menuju ke luar gerbang rumah mereka. Sementara Divo dititipkan ke pelayan yang ada di rumah.


"Kita mau kemana?" Gaby bingung karena sang suami tidak pernah keluar gerbang rumah dengan berjalan kaki sebelumnya.


"Ayo!" Dimas menggandeng tangan sang istri ke arah seberang jalan dan kemudian mendorong pintu gerbang rumah yang berhadapan tepat di depan rumah mereka.


"Sayang, kenapa kita masuk ke sini?" Gaby merasa takut karena suaminya sembarangan masuk ke rumah orang tanpa permisi.


"Ayo masuk!" Dimas menarik tangan sang istri yang terlihat ragu-ragu.


"Papa!?" Gaby ternganga melihat isi rumah itu.


"Welcome home!" Dimas merentangkan tangannya.


"Ini??" Gaby tidak percaya saat melihat banyak foto mereka bertiga bertengger di dinding.


"Selamat hari ulang tahun pernikahan yang kedua sayangku" Dimas merangkul pinggang sang istri dan mengecup bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


"Papa, terima kasih" Gaby memeluk suaminya dengan erat.


"Maaf ya ma, papa baru bisa memberikan rumah untuk kalian setelah sekian lama menumpang di rumah ayah" Dimas mengelus pipi sang istri yang putih mulus.


"Mama sangat bahagia, demi kami papa rela harus menghabiskan banyak tabungan" Gaby berkaca-kaca.


"Jangankan tabungan, nyawa pun akan papa berikan asal mama dan Divo bisa hidup dengan nyaman" Dimas menghapus air mata yang sudah menetes di pipi Gaby.


"I love you so much papa" Gaby kembali mengecup bibir Dimas.


Meskipun Gaby adalah anak orang kaya yang pada kenyataannya bisa membeli rumah seperti ini sepuluh unit sekaligus dengan hanya menjentikkan jari, namun baginya usaha yang dilakukan oleh sang suami jauh lebih berharga dibandingkan apapun, karena itu adalah bentuk cinta sang suami pada dirinya dan juga putra mereka.


"I love you too mama sayang" Dimas merasa senang melihat sang istri bisa tersenyum bahagia karena janjinya untuk membelikannya rumah dengan keringatnya sendiri telah ia penuhi.


"Apa kita akan pindah ke sini?" Gaby penasaran dengan pendapat Dimas.


"Menurut mama bagaimana?" Dimas kembali bertanya.


"Terserah papa saja" Gaby tersenyum.


"Kalau menurut papa kita tidak perlu pindah, bukankah dulu kita sudah berjanji sama ayah dan bunda untuk tetap tinggal di rumah yang mereka hadiahkan dan membeli rumah hanya untuk singgah atau dijadikan villa saja? lagi pula ini kan jaraknya hanya delapan langkah saja dari rumah kita yang sekarang, jadi tanpa perlu memindahkan barang, kapan pun kita mau tidur di sini kita bisa langsung masuk" Dimas menjawab dengan bijak.


"Hemmmm benar juga ya" Gaby manggut-manggut.


"Tapi nanti malam kita tidur di sini ya?" Dimas kembali mengeratkan tangannya di pinggang sang istri.


"Dengan senang hati sayangku" jawab Gaby dengan wajah berseri-seri.


"Terima kasih Tuhan atas semua berkat yang Kau limpahkan di dalam hidupku" batin Gaby.


Entah harus dengan apa lagi dia berucap syukur kepada Tuhan atas segala kebahagiaan yang selalu singgah di hidupnya melalui orang orang yang ia sayangi.


.....................


Halo semua, terima kasih ya untuk kesetiaannya...


Oya untuk yang penasaran dengan kisah Gamal, Niken dan Sera, mohon maaf ya Rosi tidak akan lanjut di sini, karena Rosi akan lanjutkan kisah cinta segitiga mereka di novel terbaru, tapi tentunya setelah novel ini dan novel Cinta Seluas Tata Surya tamat..


Lalu kapan novel ini tamat???? emmmm Rosi juga belum tau kira-kira akan berapa bab lagi, tapi yang jelas memang akan ada beberapa konflik lagi yang akan muncul sebelum akhirnya kisah Nona dan Om berakhir bahagia..


Trus kalo ada yang tanya juga, kok statusnya udah END???? plissss abaikan status END di novel ini, karena itu hanya untuk membantu Rosi supaya gak dikejar-kejar duedate NT buat up tiap saat hehehehehe...


Sooooo mohon bersabar ya untuk semuanya.. Btw jangan lupa terus dukung melalui like, komen, share, hadiah, vote, dan favorit..


Happy reading all..

__ADS_1


Luv Luv..


__ADS_2