Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Diterima Bekerja


__ADS_3

"Permisi, maaf saya ingin bertemu dengan ibu Dyah" kata Gaby kepada salah satu pelayan restoran.


"Dengan siapa ya nona?" tanya sang pelayan dengan ramah.


"Saya Gabriella" jawab Gaby.


"Kalau begitu tunggu sebentar, silahkan duduk dulu nona" sang pelayan mengarahkan Gaby untuk duduk di salah satu meja pelanggan sebelum ia pergi memanggil pemimpinnya yang bernama Dyah itu.


"Terima kasih" kata Gaby dengan sopan.


Tidak berapa lama, wanita paruh baya bernama Dyah itu berjalan menghampiri Gaby dengan senyum yang terkembang.


"Selamat pagi, saya Dyah" kata wanita itu mengulurkan tangannya.


"Selamat pagi bu, saya Gaby" membalas uluran tangan Dyah dengan sedikit menunduk tanda hormat.


"Silahkan duduk" Dyah mempersilahkan Gaby untuk duduk kembali.


"Terima kasih" Gaby kembali duduk.


"Boleh saya lihat CV nya?" Dyah bertanya dengan ramah.


"Ini bu" Gaby menyodorkan map coklat yang dibawanya dari rumah.


"Jadi anda pernah bekerja di restoran ternama juga ya sebelumnya?" tanya Dyah.

__ADS_1


"Iya bu, tapi hanya satu tahun saja" kata Gaby mengangguk.


"Kenapa berhenti? lalu setelah itu hampir dua tahun sempat tidak bekerja ya?" Dyah menghitung tahun saat Gaby berhenti bekerja dan kemudian kembali melamar pekerjaan.


"Iya bu, saya selama ini fokus merawat anak saya sampai ia benar-benar siap ditinggal bekerja kembali" Gaby menjelaskan alasannya.


"Oh anda sudah punya anak?" Dyah tidak percaya jika Gaby sudah punya anak karena secara penampilan Gaby terlihat begitu modis layaknya gadis muda yang belum menikah.


"Iya bu" Gaby hanya menjawab dengan singkat.


"Saya pikir malah belum menikah, habis kelihatan masih sangat muda sih, seperti gadis remaja yang belum menikah" Dyah benar-benar kagum dengan Gaby yang sangat pandai merawat diri.


"Terima kasih pujiannya bu" Gaby tersipu malu.


"Tidak ada tipsnya kok bu hehehe" Gaby begitu senang saat melihat calon atasannya yang sangat ramah.


"Baiklah, kalau begitu diantara semua yang ada disini, mana yang ingin kamu masak untuk dijadikan menu demo memasak?" Dyah menyodorkan buku menu.


"Yang ini bu" Gaby menunjuk menu yang menurutnya memang ia kuasai.


"Oke, ayo ikut saya ke dapur" kata Dyah.


"Selamat pagi semua, perkenalkan ini Gaby, calon chef di sini yang sedang ingin demo memasak" sapa Dyah kepada seluruh staf dapur yang berjumlah sembilan orang.


"Selamat pagi bu" jawab mereka semua serentak.

__ADS_1


"Selamat pagi semua, perkenalkan saya Gaby" Gaby memperkenalkan dirinya.


"Selamat pagi Gaby" jawab mereka dengan serentak lagi.


Setelah mengambil semua bahan masakan yang dibutuhkan dari tempat penyimpanan, Gaby pun kemudian memulai eksekusinya terhadap semua bahan yang tersaji di depannya. Dengan begitu terampil Gaby mengolah semua bahan menjadi masakan yang sangat menggiurkan dan menggugah selera makan.


"Hemmmm, sepertinya begitu enak" kata Dyah melihat tampilan masakan yang sudah selesai Gaby masak.


"Silahkan bu" Gaby yang sudah selesai plating langsung menyajikannya di hadapan Dyah.


"Oke, saya coba ya" Dyah mulai menyuap.


"Hemmmmm" Dyah mencoba meresapi rasa yang mulai menyeruak di dalam mulutnya dan ia kemudian mengambil suapan ke dua untuk memastikan kembali.


"Coba kalian kesini, icip-icip ya" Dyah memanggil semua staf dapur yang memang belum memulai pekerjaan mereka karena masih pagi dan belum ada tamu yang datang untuk makan.


Setelah semua staf dapur mengicipi masakan Gaby, mereka pun diminta untuk memberikan komentar. Hampir semua komentar mereka adalah komentar positif, karena memang Gaby cukup pandai dalam memasak menu yang ia demokan tersebut.


"Oke, karena hampir semua staf dapur memberikan apresiasi positif, maka mulai besok anda bisa bekerja di sini" kata Dyah sambil tersenyum.


"Benarkah bu? terima kasih banyak" Gaby menundukkan kepalanya dengan hormat.


"Selamat bergabung ya" Dyah mengulurkan tangan disambut oleh tepuk tangan dari staf dapur yang lain.


"Terima kasih bu, terima kasih" Gaby sangat bahagia karena cita-cita menjadi chef bisa kembali ia raih setelah hampir dua tahun belakangan ini terpendam karena kehadiran sang buah hati.

__ADS_1


__ADS_2