
Setelah drama sate kambing berlalu, Gaby memang masih terus ngidam, namun sejauh ini semua ngidamnya termasuk dalam kategori wajar dan tidak membuat geger satu rumah seperti sebelumnya. Dimas juga tidak terlalu dibuat repot oleh sang istri karena Gaby memang lebih ingin bermanja-manja saja dengan sang suami.
"Yangggg pelukkkkk" kata Gaby dengan manja saat Dimas baru selesai mandi.
Tanpa banyak komentar Dimas pun dengan senang hati langsung memeluk sang istri yang berbaring di tempat tidur. Ia tidak mau membuang kesempatan emas untuk mengelus perut sang istri dan berbicara dengan calon bayi mereka.
"Anak papa lagi ngapain di dalam?" Dimas mencium perut sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Aku lagi main" jawab Gaby dengan suara anak kecil yang membuat mereka berdua terkekeh geli.
Kondisi seperti ini memang sangat disyukuri oleh Dimas, mengingat selama ini banyak ibu-ibu di luar sana yang justru sebal ketika di dekati suami apalagi sampai dipeluk-peluk saat sedang hamil.
"Sayang, besok kamu ijin kerja saja ya? aku mau ditemani seharian, aku mau jalan-jalan ke mall, bosan di rumah terus!" Gaby merajuk pada sang suami.
Sejak hamil dan berhenti dari pekerjaannya Gaby memang jarang sekali keluar rumah. Aktivitasnya hanya sebatas di rumahnya dan di rumah orang tuanya atau rumah utama.
"Aku bilang sama Ayah, Uncle dan Om dulu ya?" kata Dimas.
Meskipun Dimas adalah menantu dari sang pemilik perusahaan, namun tetap saja ia memposisikan dirinya sebagai karyawan biasa yang harus menjalankan prosedur perusahaan apabila hendak mengajukan ijin tidak masuk.
"Biar aku yang bilang!" Gaby hendak meraih ponselnya di nakas.
"Jangan sayang, ini urusan pekerjaan, jadi aku harus profesional, aku akan minta ijin pada atasan dan mengamanatkan tugasku sementara pada Gamal" kata Dimas dengan lembut agar istrinya paham.
"Baiklah" kata Gaby mengikuti suaminya.
"Sayangggggg, tengokinnnnn" Gaby memasang wajah memelas.
__ADS_1
"Dengan senang hati baby!" Dimas menyunggingkan senyum paling manisnya tanda paham keinginan sang istri.
Tanpa berlama-lama, Dimas pun langsung melancarkan aksinya. Ia mulai bergerilya menyusuri setiap titik sensitif Gaby. Istrinya ini memang menjadi jauh lebih agresif saat hamil, intensitasnya dan Dimas dalam berhubungan bertambah menjadi dua kali lipat dari biasanya.
"Ishhhhhhhh ahhhhhhhhhh yangggggggg" Gaby melenguh menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh sang suami.
"I love you" Dimas membisikan ucapan cintanya saat mereka sudah sama-sama berada dipuncak dan terbang melayang.
"I love you too" balas Gaby sambil tersenyum.
Berbekal saran dari dokter dan ilmu dari internet cara aman berhubungan disaat hamil, maka rutinitas suami istri mereka pun masih berada di batas aman meskipun durasinya jadi bertambah.
..........
Keesokan harinya Dimas sudah bangun lebih awal dan bersiap-siap.
"Sayang, ayo bangun, jadi tidak kita jalan-jalan?" Dimas mengecup sang istri yang masih polos di balik selimut.
"Eeeuuuuggghhhh sebentar lagi ya sayang? aku masih ngantuk!" Gaby masih belum membuka matanya, belakangan ini Gaby memang menjadi lebih pemalas dari biasanya.
Melihat sang istri yang masih bertahan dengan posisinya, akhirnya Dimas memutuskan membuka laptop dan mengecek beberapa email berkas yang masuk dan menyelesaikan yang kira-kira bisa ia kerjakan dalam waktu singkat. Hampir dua jam Gaby melanjutkan tidurnya sampai ia benar-benar terjaga.
"Sudah bangun?" Dimas tersenyum melihat istrinya yang duduk dan hendak beranjak dari tempat tidur.
"Aku mandi dulu ya!" Gaby kemudian berjalan ke dalam kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke mall.
..........
__ADS_1
"Kita mau kemana dulu?" tanya Dimas saat mereka sudah tiba di mall milik keluarga Anderson.
"Aku mau makan" kata Gaby sambil mengelus perutnya yang mulai sedikit buncit.
"Oke, ayo!" Dimas merangkul pinggang sang istri dan mereka berjalan ke arah restoran yang dipilih oleh Gaby.
"Mau kemana lagi?" tanya Dimas kembali setelah ritual makan besar ala Gaby selesai.
"Kita cari pakaian ya?" Gaby kemudian mengajak Dimas ke tempat pakaian.
"Ahhhh lucunya, sepertinya ini cocok!" dengan mata yang berbinar-binar Gaby kemudian membeli beberapa potong pakaian tidur bermotif aneka karakter kartun dengan ukuran yang super besar.
"Sayang ini untuk apa? kenapa ukurannya besar sekali? memangnya tidak kebesaran kalau kau yang pakai?" Dimas heran dengan pilihan sang istri.
"Tenang saja, pasti akan pas nanti!" kata Gaby ceria.
"Ya sudah terserah kau saja!" kata Dimas yang berfikir kalau pakaian-pakaian itu akan dipakai oleh sang istri saat perutnya sudah buncit nanti.
Selesai dengan pakaian tidur, Gaby kemudian mengajak Dimas ke toko boneka dan memborong karakter kartun sesuai dengan pakaian tidur yang dibelinya tadi.
"Sayang kenapa kau sangat manis sih? bahkan sudah membelikan boneka untuk anak kita sebelum dia lahir!" kata Dimas bahagia.
Sementara Gaby hanya tersenyum misterius mendengar perkataan sang suami.
..................
Halo semua sahabat, apa kabar? semoga kita semua dalam keadaan sehat ya.. Terima kasih atas kesabarannya menanti up bab selanjutnya dan maaf kalau kedepannya Rosi akan kembali slow update karena saat ini kondisi keluarga Rosi masih kurang baik. Kami satu rumah positif covid dan mama harus di isolasi di RS karena kondisi drop. Jadi mohon bersabar ya.. Mohon doanya juga untuk kesembuhan mama Rosi ya.. Jangan lupa juga untuk tetap dukung novel ini melalui like, vote, komen, hadiah dan favorit. Karena dengan dukungan itulah yang tetap membuat Rosi bersemangat menulis meskipun badan remuk dan otak buntu. Dukungan kalian adalah kekuatan terbesar yang Rosi punya saat ini.
__ADS_1
Terima kasih semua, Happy Reading all..
Luv Luv..