
Setelah menyetujui taruhan dan mendapat nasehat dari kedua adik iparnya untuk mencoba menukar pil KB sang istri dengan vitamin penyubur kandungan beberapa waktu yang lalu, akhirnya Dimas pun membulatkan tekadnya untuk bisa membuat Gaby hamil kembali dan memiliki anak ketiga.
"Ma" Dimas merangkul pinggang sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe.
"Kenapa pa?" Gaby sudah sangat paham bila suaminya bersikap seperti ini maka mereka akan berakhir dengan pertempuran sengit yang sangat melelahkan.
"Papa kangen banget sama mama" bisik pria itu sambil menggigit gemas daun telinga sang istri.
"Ini kan masih pagi pa, nanti kalau anak-anak masuk ke kamar kita bagaimana?" Gaby mencari alasan agar bisa menunda pertempuran mereka hingga malam nanti.
"Papa sudah bilang sama Divo kalau kita lagi sibuk dan memintanya menjaga Diva, jadi mereka tidak akan mengganggu ma" Dimas memang sudah meminta putra sulungnya untuk menjaga sang adik agar tidak mengganggu aktivitasnya untuk membuat adik, yang tentu saja disambut dengan senang hati oleh Divo.
"Memang papa bilang apa sama Divo?" Gaby menatap sang suami dengan curiga.
"Papa bilang mama mau bantuin papa buat kerjain PRnya papa yang dari kantor, jadi papa bilang sama Divo buat jagain Diva agar tidak mengganggu kita karena kita butuh konsentrasi, sama seperti kalau Divo lagi ngerjain PRnya kan harus konsentrasi dan tanpa gangguan juga" Dimas berbohong kepada sang istri dengan seringai jahilnya.
"Ishhh papa ini, sama anak kok bohong sih?" Gaby tidak habis pikir kalau ternyata suaminya memiliki ide yang diluar nalarnya, tanpa dia sadari bahwa yang sedang dibohongi oleh Dimas sesungguhnya adalah dirinya sendiri.
"Papa bukan bohong ma, hanya sedikit lebih kreatif saja hehehehehe" jawabnya sambil terkekeh geli.
__ADS_1
"Ck, dasar papa mesum!" wanita itu menepuk lengan suaminya dengan gemas.
"Tapi mama suka kan dimesumin sama papa?" godanya sambil mengerlingkan mata.
"Paaaa ishhhhhh" Gaby yang merasakan bahwa tangan sang suami sudah tidak terkondisikan dengan baik mulai meremang.
"Ahhhhhhh paaaa" Dimas yang melihat sang istri sudah pada mode pasrah kemudian membimbingnya ke arah tempat tidur.
"Emmmhhhhhhh" Gaby melenguh ketika tangan Dimas bergrilya kebagian bawah yang sangat sensitif.
"Paaaaaaaaaa" suara Gaby sudah mulai parau. Sementara yang mendengarkan semakin bersemangat dan menggila. Dimas dengan cekatan meneroboskan jarinya masuk dan mulai bergerak dengan irama yang teratur.
"Ahhhhhh mama sudah tidak tahan lagi pappppppaaaaaaa" tubuh Gaby bergetar hebat saat Dimas membawanya terbang ke surga cintanya.
Setelah melihat sang istri tak berdaya, Dimas pun mulai masuk dan menyatu. Ia memompa Gaby dengan ritme yang cukup membuat sang istri kembali bergetar berkali-kali. Hentakan demi hentakan menciptakan irama yang membuat suasana semakin panas.
"Ahhhhhhh paaaaa mama sudah tidak tahan lagiiiiiii" Gaby meraih punggung suaminya.
"Ayo sayang kita bersama" Dimas mempercepat gerakannya hingga keduanya memuncak.
__ADS_1
"I love you so much Gabriella Anderson" Dimas mengecup kening sang istri yang masih berada dibawah kungkungannya setelah mereka selesai.
"I love you too" jawab Gaby sambil masih terengah-engah.
"Pa, lepas dong" Gaby yang merasakan milik suaminya masih berada di dalam protes. Kali ini Dimas memang sengaja tidak langsung melepaskan dirinya dari sang istri hingga beberapa saat kemudian demi melancarkan misi rahasianya itu.
"Sebentar lagi ya ma, papa masih ingin di dalam" Dimas masih dalam posisi di atas tubuh sang istri.
"Kan sudah selesai" kata Gaby.
"Iya, tapi papa masih betah di dalam ma" Dimas tetap tidak bergeming.
"Ck, papa hari ini kenapa aneh sekali sih?" Gaby yang merasa suaminya bertingkat diluar kebiasaannya memicingkan mata.
"Aneh gimana?" Dimas mulai khawatir misinya terbongkar.
"Iya, kan gak biasa-biasanya papa minta jatah pagi-pagi, udah gitu biasanya juga langsung dicabut" Gaby mengutarakan kecurigaannya.
"Ah itu perasaan mama saja!" kata Dimas yang kemudian melepaskan dirinya dan berbaring di samping sang istri.
__ADS_1
"Ya sudah, mama mau mandi lagi, gara-gara papa nih mama jadi dua kali kerja deh!" gerutu Gaby yang membuat sang suami tergelak.
"Maafin papa ya ma, semoga saja rencana ini berhasil dan kita segera punya anak ketiga!" Dimas meminta maaf kepada sang istri sekaligus berdoa di dalam hatinya.