Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Kencan Ganda


__ADS_3

"Sayang, besok aku dan Niken janjian ingin kencan ganda di arena bermain" Gaby memberi tau Dimas tentang rencananya dengan sang sahabat saat ia dan suami hendak tidur malam.


"Memangnya kita tidak mengganggu mereka?" Dimas merasa tidak enak jika waktu pacaran Gamal dan Niken terganggu karena kehadiran dirinya dan Gaby.


"Tidak, orang Niken yang mengajak kok!" kata Gaby dengan santai.


"Ya sudah kalau begitu terserah kalian saja, aku ikut" jawab Dimas sambil mengelus-elus perut sang istri yang sudah mulai membuncit.


"Terima kasih ya sayang" Gaby mengecup pipi Dimas.


"Iya sayang, sama-sama" Dimas membalas kecupan sang istri dengan lembut.


"Anak papa lagi apa di dalam?" Dimas menggeser posisi kepalanya mendekat ke perut sang istri.


"Aku mau bobok paaaa" jawab Gaby dengan suara anak kecil.


"Bobok yang nyenyak ya sayangnya mama dan papa, mimpi indah oke?" Dimas mengecup setiap inci perut Gaby dengan penuh rasa kasih sayang.


"Iya, papa juga bobok yang nyenyak ya" jawab Gaby mewakili anak mereka yang masih ada di dalam perut.


"I love you baby!" Dimas mengakhiri percakapannya dengan sang anak dan kembali mensejajarkan diri dengan sang istri.


"We love you too papa!" Gaby membalas mewakili dirinya dan juga bayi yang dikandungnya.


Spontan membuat Dimas memeluk tubuh Gaby erat dan meletakkan kepala sang istri di dadanya yang bidang.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena telah menjaga anak kita dengan baik, aku sangat mencintaimu!" Dimas mengecup ujung kepala Gaby.


"Aku juga sangat mencintaimu!" balas Gaby sambil mengelus rahang Dimas yang kokoh.


Sampai detik ini rasanya Dimas masih seperti bermimpi bisa menikah dengan Gaby yang menurutnya sangat sempurna dalam segala hal. Baginya hanya karena anugerah saja ia bisa berada di titik sekarang ini. Memiliki jabatan tinggi di perusahaan nomor satu sekaligus menjadi menantu sang pemilik perusahaan. Ditambah saat ini mereka sedang menantikan kelahiran anak pertamanya, semakin lengkap saja rasanya kebahagiaan dalam hidupnya.


Sama halnya Gaby pun begitu, ia sangat bahagia bisa menikah dengan pria yang selama kurang lebih sepuluh tahun ia doakan menjadi pasangan hidupnya. Bisa memiliki Dimas secara utuh lahir dan batin adalah hadiah terbesar di dalam hidupnya setelah selama ini ia benar-benar menjaga hati dan pikirannya tidak tergoda dengan pria manapun. Padahal jika ia mau, bisa saja sejak dulu hatinya ia buka untuk pria lain yang lebih kaya dan tampan dari Dimas.

__ADS_1


Malam itu mereka berangkat tidur dengan saling berpelukan erat dalam diam, menyelami rasa syukur yang mendalam karena bisa saling memiliki satu sama lain seumur hidup mereka dengan restu dari semua keluarga.


..........


"Niken!" Gaby melambaikan tangannya saat melihat sang sahabat duduk berdua dengan kekasih barunya yang tidak lain adalah Gamal.


"Hai" Niken membalas lambaian tangan Gaby.


"Sudah lama?" tanya Gaby kepada keduanya.


"Dari dua jam yang lalu" jawab Gamal dengan santai.


"What? serius??" Gaby terbelalak.


"Sayang mereka kan sedang hangat-hangatnya, jadi wajar saja kalau inginnya terus bersama!" Dimas mengingatkan sang istri.


"Iya juga ya hehehe" Gaby terkekeh, membuat Niken merah merona.


"Badai!" Gaby langsung menunjuk wahana paling ekstrim yang ada di taman hiburan itu.


"Tapi sayang, kau kan lagi hamil, mana boleh naik itu?" Dimas protes.


"Siapa yang mau naik?" Gaby menjawab dengan santai.


"Lalu kenapa kesana?" tanya Gamal.


"Yang naik itu papa dan Uncle Gamal, mama dan Aunty Niken tunggu di bawah!" Gaby mengelus perutnya memberi kode kepada dua pria dihadapannya yang langsung menelan saliva.


"Sayang!?" Dimas yang memang takut ketinggian hendak protes.


"Papa tidak mau?" Gaby memasang wajah sedih.


"Baiklah, ayo!" Dimas tidak punya pilihan lain dan terpaksa berjalan menuju wahana bersama dengan Gamal yang juga sebenarnya takut dengan guncangan dan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Ayo papa, uncle kalian bisa!" Gaby memberi semangat kepada Dimas dan Gamal yang sedang bersiap-siap meluncur ke atas langit.


"Apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Niken yang melihat raut cemas di wajah dua pria itu.


"Tenang, mereka pasti akan baik-baik saja!" kata Gaby santai.


Entah mengapa sejak hamil Gaby menjadi sosok yang jahil dan usil, senang membuat orang lain, terutama yang berjenis kelamin laki-laki pusing tujuh keliling.


"Wahhhhh papa dan uncle hebat sekali!" seloroh Gaby saat melihat Dimas dan Gamal yang sudah kembali dari permainan mereka.


"Howekkkkk!" Dimas mengeluarkan isi perutnya.


"Howekkkk howekkkkkk!" Gamal pun tak kalah hebatnya.


"Kalian tidak apa-apa?" Niken merasa khawatir.


"Tidak, kami baik-baik saja howekkkkkkk!" Jawab Dimas yang hampir pingsan.


"Tolong ambilkan minum!" Gamal memegang perutnya.


"Iya, sebentar" Niken kemudian berlari menuju stand penjual air mineral.


"Terima kasih yaaa" Gaby berbinar-binar melihat sikap heroik kedua pria yang sangat ia sayangi itu.


"Sabar-sabarrrr, demi bibit unggul The Anderson!" Niken menepuk punggung kedua pria itu setelah keduanya meminum air yang ia berikan untuk menetralisir rasa tidak nyaman mereka.


.............


Halo semua, maaf ya Rosi dari kemarin udah up tapi sepertinya NT reviewnya lama banget, entah kenapa.. Ini Rosi udah ulang up baru lagi dan nulis dari awal, kalo sampe ini tetep gak bisa juga ya udah tungguin aja sampe bisa ya.. soalnya Rosi belum punya energi banyak kalo harus nulis ulang lagi.. Entah kenapa NT beberapa hari ini seperti tidak bersabahat, mulai dari review yang lama sampe data statistik yang eror terus.. semoga aja ini berhasil ya..


Jangan lupa like, komen, vote, favorit dan hadiah biar Rosi semangat terus meskipun banyak kendala..


Happy Reading all..

__ADS_1


__ADS_2