
"Nona sudah malam, ayo kita pulang" Dimas memulai pembicaraan setelah diam seribu bahasa sejak kedatangan mereka ke danau ini.
"Iya" Gaby mengikuti Dimas yang sudah berdiri.
"Ayo" Dimas kembali meraih jemari Gaby dan menggenggamnya erat. Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri pinggir danau menuju mobil Dimas yang terparkir di depan pintu gerbang.
"Silahkan nona" kata Dimas sambil membukakan pintu mobilnya.
"Terima kasih" Gaby menjawab sambil tersenyum.
Setelah Gaby masuk, Dimas kemudian menutup pintu mobilnya dan ikut masuk ke dalam mobil melalui pintu pengemudi.
"Nona" Dimas menengok ke arah Gaby.
"Ada apa Om? sepertinya malam ini hati Om Dimas sedang tidak ba,,," tiba-tiba bibir mungil Gaby terbungkam oleh sebuah kecupan lembut.
"Nona, maaf jika saya lancang, saya bukan pria romantis yang pandai berkata-kata, mungkin ini salah, tapi saya tidak bisa terus menahannya lagi nona, saya mencintai Anda" kata Dimas pada akhirnya kepada Gaby setelah mengumpulkan keberanian yang selama ini tidak pernah ia miliki.
"Maaf jika saya membuat Anda tidak nyaman barusan, saya hanya ingin Anda tau bagaimana isi hati saya yang sesungguhnya, meskipun mungkin saya tidak akan pernah mendapatkan Anda karena Anda begitu sempurna, tapi saya lebih baik gagal dari pada tidak mencoba sama sekali" Dimas yang gugup terus saja berbicara tanpa jeda untuk menutupi semua sikap tegangnya.
"Terima kasih nona untuk kebaikan Anda selama ini, maaf jika saya sudah mengganggu Anda, saya berjanji akan menjaga sikap saya kedepannya, Anda tidak perlu kha,," kali ini giliran Dimas yang terbungkam oleh sebuah kecupan dari Gaby.
"Nona!?" Dimas terkejut dengan reaksi Gaby yang diluar ekspektasinya. Ia tidak menyangka jika Gaby akan meresponnya dengan positif.
"Kenapa Om baru bilang sekarang? aku sudah menunggu sejak lama!" kata Gaby sambil tersenyum.
"Nona!?" lagi lagi Dimas terkejut karena perkataan yang dilontarkan oleh Gaby. Ia sangat bahagia kala cintanya bersambut.
Tanpa menunggu lama, Dimas kembali mengecup bibir gadis kecilnya itu, mereka berpagut cukup lama dan dalam, seperti sedang menyalurkan rasa cinta masing-masing yang selama ini terpendam dalam diam.
__ADS_1
"Terima kasih nona" kata Dimas setelah melepaskan ciumannya dibalas dengan senyuman paling manis milik Gaby.
"I love you" Dimas mengutarakan isi hatinya, membuat Gaby meneteskan air mata.
"Nona kenapa Anda menangis?" Dimas terserang panik saat melihat gadisnya menangis.
"Akhirnya aku mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Om!" Gaby sesenggukan.
"Nona" Bertubi-tubi Dimas mendapatkan kejutan menyenangkan malam ini. Rasa galau yang ia alami berubah seketika menjadi bahagia tak terkira.
"Tunggu, jadiiiii,,," kalimat Dimas menggantung.
"Apa pria yang selama ini nona ceritakan kepada saya adalah saya sendiri?" Dimas mengernyitkan dahinya.
"Memang Om pikir siapa lagi? aku tidak akan mau dekat dengan seorang pria yang tidak aku sukai!" bibir Gaby mengerucut.
"Benarkah?" mata Dimas membulat.
"Nona kenapa Anda begitu menggemaskan" Dimas mengecup kembali bibir gadis kesayangannya.
"Saya sangat bahagia nona mengetahui semua ini, saya pikir selama ini cinta saya bertepuk sebelah tangan, apalagi Anda adalah putri bos besar di perusahaan tempat saya bekerja, mustahil rasanya bisa memenangkan cinta Anda!" Dimas mencurahkan kegalauannya.
"Cinta itu tidak bisa dipaksa Om, biarpun ayahku orang kaya, hatiku tetap tidak dapat dibeli oleh harta pria manapun!" Gaby menguatkan Dimas, membuat pria itu melambung.
"Tapi hubungan kita tidak akan semudah itu nona, masih ada ayah Anda dan keluarga Anda yang lain sebagai penentu nasib cinta kita kedepannya!" Dimas kembali mengingat pernyataan Mike tentang rencana perjodohan Gaby dengan seorang pria pilihannya.
"Apa Om tidak mau memperjuangkan aku?" Gaby menatap tajam.
"Saya bukan tidak mau nona, tapi saya realistis, Anda tau kan saya ini hanya karyawan rendahan yang bisa kehilangan segalanya dalam sekejap saja jika ayah Anda sudah bersabda. Ayah Anda memiliki kekuasaan yang besar untuk melakukan apapun nona!" Dimas menjelaskan kepada Gaby.
__ADS_1
"Huffffffffff, terkadang aku ingin sekali menjadi orang biasa saja yang tidak hidup dengan terlalu banyak aturan, apa Om tau kalau hidupku selalu diawasi selama dua puluh empat jam oleh ayahku?" Gaby tersadar akan semua penjelasan Dimas.
"Kita boleh berharap, namun kita tidak boleh memaksakan kehendak kita nona, jika suatu saat perjuangan kita tidak seperti yang kita harapkan, aku harap nona tetap akan baik-baik saja ya, jalani hidup Anda dengan baik kedepannya!" Dimas yang tau kalau sebentar lagi Gaby akan bertunangan dan menikah seperti sedang mempersiapkan dirinya sendiri.
"Om!?" Gaby seperti tertusuk pedang yang sangat tajam.
"Jika kita berjodoh, kita pasti akan bersama nona!" Dimas mengecup punggung tangan Gaby dengan lembut.
"Tapi aku hanya ingin bersama dengan Om!" Gaby kembali menangis.
"Sayapun demikian" Dimas memeluk Gaby dengan erat.
"Ayo kita pulang, ini sudah malam, saya tidak mau Anda nanti kena marah karena selalu pulang terlambat" Dimas menyalakan mesin mobilnya.
Sepanjang perjalanan pulang mereka terus saja bergandengan tangan. Sesekali Dimas mengecup kening Gaby yang bersandar di bahunya.
"Masuklah nona, istirahat ya supaya besok pagi segar kembali" Dimas mengelus pipi mulus Gaby.
"Terima kasih ya Om" Gaby tersenyum manis.
"Selamat malam nona" kata Dimas saat Gaby keluar dari mobilnya.
"Selamat malam Om, hati-hati di jalan ya!" Gaby melambaikan tangan mengantarkan kepergian Dimas hingga mobil itu hilang dari pandangannya.
...........
Halo semua, siapa disini yang udah nungguin Gaby dan Dimas jadian? semoga dengan resminya mereka semua sahabat jadi terhibur yaaaa... Oya, jangan lupa untuk dukung terus Gaby dan Dimas melalui like, komen, hadiah dan tentunya vote (mumpung hari Senin dapet vote baru hehehehe) Terima kasih semua, tetap disini ya dengan cara menjadikan novel ini sebagai favorit, jadi sahabat akan terus update jika ada bab baru yang selesai Rosi buat.. Untuk yang mau berteman dengan Rosi juga bisa intip IG @rosilombe ya, nanti akan Rosi folback dan kita bisa ngobrol-ngobrol heheheheh...
Happy Reading All...
__ADS_1
Luv Luv...