
Hari ini suasana di lobby kantor utama Anderson terlihat begitu ramai. Banyak wartawan dari berbagai media datang untuk meliput berita tentang cinta segi tiga antara Gaby, Dimas dan Vita. Mereka semua sangat penasaran karena sampai berita terakhir turun, Gaby tidak kunjung dapat ditemui.
Demi mempersiapkan semua ini, tim media perusahaan Anderson bersiaga penuh agar tidak ada kesalahan sekecil apapun. Semua televisi nasional serta akun resmi media sosial milik Anderson pun turut andil meliput secara live dalam konferensi pers ini.
"Apakah tamu undangan kita sudah siap semua?" tanya Ron kepada tim media.
"Sudah tuan, mereka sudah ada di ruang tunggu utama" kata salah satu perwakilan.
"Bagus, pastikan mereka muncul saat acara puncak" kata Ron dengan seringai licik di wajahnya.
"Ayo!" Ron kemudian mengajak Dimas keluar ruangan untuk menemui awak media yang sudah menantikan acara sejak pagi.
"Selamat pagi semua, terima kasih atas kehadirannya di perusahaan Anderson. Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, hari ini kami akan melakukan klarifikasi dan memberikan beberapa bukti akurat yang dapat dipertanggung jawabkan di depan hukum jika memang apa yang kami tunjukkan tidak sesuai dengan fakta!" kata Dimas dengan ekspresi wajah yang tenang.
"Silahkan jika rekan-rekan media ingin melakukannya secara live, kami tidak akan mempermasalahkan copy right video yang kami putarkan karena ini adalah fakta yang harus disebar luaskan agar tidak menjadi simpang siur dan menimbulkan fitnah kejam, khususnya bagi orang-orang yang sesungguhnya tidak tau apa-apa seperti Nona Gaby dan keluarga besar Anderson!" kata Dimas lagi.
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi, video yang berisikan rangkaian pesan singkat Dimas dan Vita selama beberapa tahun belakangan ini pun diputar. Semua awak media menyaksikan bagaimana Dimas berkali-kali mengemis cinta dan melamar Vita agar mau menikah dengannya, namun Vita selalu menolak dengan berbagai alasan tak masuk akal.
"Ini adalah rekaman pesan singkat antara saya dan Nona Vita selama kami masih menjalin hubungan asmara, terlihat disana saya beberapa kali memohon untuk mengajaknya menikah, namun beliau sendiri yang menolaknya dengan banyak alasan. Rekan-rekan media juga bisa melihat tanggal yang tertera, hubungan kami sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahun, dimana seharusnya pada hubungan yang normal kami sudah berada di tahap menikah dan mungkin sudah memiliki beberapa anak. Namun faktanya Vita sendiri yang selalu mengulur waktu. Saya sebagai pria normal, juga berhak bukan menentukan kebahagiaan saya sendiri? saya mengenalnya saat usia dua puluh tujuh tahun, saya bersabar sampai sepuluh tahun karena saya pikir saya bisa memperjuangkan cinta kami, namun nyatanya sampai usia saya mencapai tiga puluh tujuh tahun pun saya masih di ombang-ambingkan. Saya lelah, saya juga memiliki batas kesabaran, oleh sebab itulah pada akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami dan mulai menata kembali hidup saya dengan wanita yang bisa saya ajak berkomitmen hingga ke jenjang pernikahan yaitu nona Gaby!" Dimas menarik nafasnya panjang.
"Jadi, disini jelas bahwa nona Gaby tidak ada hubungannya sama sekali dengan kandasnya hubungan antara saya dan Nona Vita. Putusnya kami memang murni karena kami sudah tidak memiliki visi dan misi yang sama lagi. Jadi saya mohon berhentilah menyudutkan nona Gaby sebagai pihak yang merusak hubungan kami!" Dimas menekankan.
"Satu lagi, saat ini saya juga kedatangan beberapa tamu yang ingin bersaksi tentang nona Vita. Mereka datang dengan suka rela tanpa paksaan untuk mendukung saya ataupun nona Gaby. Kehadiran mereka murni karena mereka ingin menceritakan kisah mereka masing-masing!" kemudian Dimas mempersilahkan ketiga orang pria yang tidak lain adalah selingkuhan Vita selama ia menjalin hubungan dengan Dimas.
Mereka bersaksi bagaimana Vita menjalin hubungan dengan mereka dibelakang Dimas dan mengatakan bahwa Dimas hanyalah boneka yang ia peralat untuk menaikkan popularitasnya sebagai artis papan atas. Tanpa segan mereka juga menunjukkan potongan-potongan pesan singkat mereka dengan Vita kepada awak media, yang sontak membuat semua orang terkejut. Bahkan yang paling membuat semua melongo adalah saat Vita dengan tidak malunya mengajak ketiga pria itu melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri berkali-kali. Ia berkata di dalam pesan singkatnya kepada pria-pria itu bahwa Dimas adalah pria yang bodoh karena menyia-nyiakan tubuhnya hanya karena memiliki prinsip untuk menjaga kesucian hubungan mereka sampai jenjang pernikahan nanti.
"Sekian, terima kasih!" kemudian Dimas, Ron, ketiga pria dan semua tim Anderson meninggalkan lobby utama.
"Terima kasih atas bantuan kalian semua!" Dimas menjabat tangan ketiga pria simpanan Vita.
"Kami yang harusnya berterima kasih dan meminta maaf karena sudah jahat dibelakang Anda!" kata salah satunya.
__ADS_1
"Jangan khawatir, saya justru senang melihat fakta ini, karena saya jadi tau siapa gadis yang saya pacari selama ini, sehingga saya tidak menyesal untuk memutuskan hubungan kami!" Dimas tersenyum tulus.
"Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu tuan!" mereka pun akhirnya pulang dengan perasaan lega karena sudah mengakui dosanya dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi kepada siapapun.
...........
"Brengsek!" Vita yang melihat siaran langsung itu merasa sangat kesal.
Harga dirinya seperti diinjak-injak oleh Dimas. Ia sangat marah karena tidak bisa lagi berbuat apa-apa untuk melakukan pembelaan diri. Ia sadar bahwa semua bukti itu adalah asli dan jika ia membawanya ke ranah hukum sudah dapat dipastikan dialah yang akan rugi sendiri.
"Sudah aku katakan bahwa kau menggali kuburmu sendiri dengan menyudutkan Gaby seperti itu!" kata sang manager.
"Diam kau, pergi sana!" Vita menghardiknya.
"Riwayatmu sudah tamat Vita, aku yakin kau tidak akan dipakai lagi oleh siapapun, aku rasa aku sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang, aku pamit!" sang manager yang sudah lelah dengan semua tingkah Vita pun akhirnya mengundurkan diri.
__ADS_1
"Mau kemana kau?" Vita membanting semua barang yang ada di dekatnya.